Selalu ingin menjalankan grid trading, tapi tertahan karena keterlambatan dari traditional DEX. Kali ini, saya mencoba menghubungkan lewat API GRVT dengan skrip kecil yang saya tulis sendiri, ternyata pengalamannya jauh lebih mulus dari perkiraan. Strategi saya sangat sederhana: set rentang volatilitas BTC menjadi 7000 titik, pasang order dalam 10 level, tiap level 500U, semuanya adalah order maker untuk menghabiskan fee rebate. Setelah berjalan seminggu, total ada 93 transaksi. Mayoritas dipenuhi oleh taker, dengan rata-rata keuntungan per transaksi sekitar 0.8–1.2U; ditambah rebate maker, akumulasi profit kotor mencapai 128U. Selama prosesnya, slippage terbesar berasal dari periode dini hari ketika likuiditas agak tipis: ada dua order yang tidak sepenuhnya tereksekusi lalu harga meloncat, sehingga posisi grid menjadi berantakan; pada akhirnya saya mengatur ulang secara manual sekali. Namun secara keseluruhan masih terkontrol—tidak ada kejadian liquidation atau order hantu. Setelah menjalankannya seperti ini, kesan saya terhadap API GRVT jadi jauh lebih baik. Struktur dokumennya sangat jelas, baik REST maupun WebSocket sama-sama cukup, dan kecepatan respons saat diuji di jam sepi pada dasarnya langsung balik. Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan: kalau dalam waktu singkat melakukan edit order dalam jumlah besar, sistem tetap akan membatasi laju (rate limit), jadi kepadatan grid dan frekuensi refresh harus didesain dengan kompromi; tidak bisa seperti versi terpusat yang melakukan refresh tiap puluhan milidetik. $BTC Saya bisa jelas merasakan bahwa platform ini sedang mencoba memindahkan pengalaman trading level CEX ke atas rantai. Memang masih ada kekurangan, tapi untuk saya yang ingin menjalankan kuantitatif dengan self-custody, ini sudah merupakan tahap yang sangat layak untuk dicoba. #grvt @grvt_io