Penipuan paling keterlaluan di dunia NFT sering kali bukan karena celah kontrak, melainkan karena “orangnya baik, ayo bantu dia”.
Beberapa waktu lalu, seniman Tezos Rudiantfrog (juga dikenal sebagai Majesty88) mengunggah foto dari ranjang rumah sakit dan bercerita bahwa dirinya sedang berjuang melawan kanker. Teman-teman di komunitas ramai-ramai menyambut seruannya: ada yang langsung menyumbangkan XTZ, ada yang seperti NESAART menjual karyanya untuk membantu menggalang dana, dan ada pula yang melelang sebuah karya tentang “perjuangannya melawan kanker”.
Ternyata, ada anggota komunitas yang melakukan pencarian gambar terbalik pada foto-foto dari ranjang rumah sakit itu dan menjalankan pemeriksaan AI. Mereka menyatakan bahwa foto-foto tersebut entah dihasilkan oleh AI atau merupakan gambar tak terkait yang sudah lama beredar di internet. Kini akunnya telah dihapus dan orangnya belum menanggapi.
Singkatnya, dari awal sampai akhir, tak seorang pun memverifikasi apa pun. Lihat saja kolom balasannya: sepanjang bulan Oktober, isinya cuma “gm Majesty88” dan “semoga harimu menyenangkan, fam”. Wajah-wajah yang terasa akrab karena saling menyapa setiap pagi itu dianggap sebagai jaminan kepercayaan. Saling mengikuti dan mengucapkan “gm” setiap hari bukan berarti kamu mengenal orang itu.
Yang lebih menyebalkan adalah siapa yang harus menanggung akibatnya: ketika kreator yang benar-benar sakit meminta bantuan di kemudian hari, reaksi pertama orang-orang adalah curiga. Kebaikan hati dalam komunitas bisa terkuras; sekali terkuras, kita semua ikut menanggung akibatnya.
Meminta bukti sebelum memberi uang bukan berarti tidak punya hati. Kalau sudah tertipu lalu ikut menyebarkan “jangan hujat dia lagi”, justru itu yang akan menjadi bahan bakar untuk penipuan berikutnya.
#NFT #Tezos