Bursa efek utama Korea berencana mulai Senin depan, secara signifikan memperpanjang jam perdagangan untuk sebagian besar saham domestik hingga pukul 20.00 malam, bukan lagi penutupan tradisional pukul 15.30. Ini merupakan langkah pertama semacam ini di antara bursa efek utama Asia, dengan tujuan menguji kebutuhan nyata investor global, sekaligus membuka jalan bagi target jangka panjang bursa Korea untuk mewujudkan perdagangan “24 jam penuh” pada Desember 2027.
Penyesuaian ini terasa sangat krusial dalam konteks saat ini. Seiring minat pasar terhadap saham Korea yang belakangan sempat mereda, perpanjangan waktu perdagangan pada malam hari akan menjadi ujian langsung atas kemampuan pasar mempertahankan likuiditas pada jam-jam yang tidak lazim. Lee Young-jae, Direktur Investasi Senior London Partners, bersama Edward Kim, Kepala Penjualan Saham Korea di Bank of America Securities, sama-sama menilai bahwa perpanjangan jam perdagangan memberi fleksibilitas lebih besar bagi lembaga berfrekuensi tinggi dan lintas zona waktu, seperti hedge fund; hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penetapan harga pasar modal serta aksesibilitas global.
Dari perspektif yang lebih luas terhadap pasar keuangan, bursa efek tradisional secara bertahap bergerak mendekati model perdagangan sepanjang waktu, mencerminkan tren kebutuhan arus aset global dan lindung nilai risiko yang menjadi semakin instan. Dengan tumpang tindih yang mulus antara jam perdagangan Asia-Pasifik dan Eropa-Amerika, redistribusi likuiditas pada malam hari berpotensi memicu efek berantai pada arbitrase lintas pasar, fluktuasi valas, dan indeks saham regional; namun di sisi lain, hal ini juga menuntut manajemen risiko yang lebih tinggi dari para market maker pada jam dengan likuiditas rendah.
Bagi pasar mata uang kripto yang sudah terbiasa beroperasi 7x24 jam, perpanjangan jam perdagangan pasar saham tradisional mungkin menyebabkan sebagian dana ritel dan institusi yang cenderung bertransaksi pada malam hari mengalami pemisahan atau justru menjalankan operasi yang saling tumpang tindih. Meski demikian, ini juga berarti infrastruktur keuangan tradisional sedang dipercepat menuju evolusi ke model perdagangan yang “native” kripto; di masa depan, keterkaitan keduanya dalam pengelolaan likuiditas sepanjang waktu dan respons makro secara cepat kemungkinan akan semakin menguat.
#KoreaStockExchange #GlobalMarkets #StockTrading