Salah satu kesalahpahaman terbesar di pasar keuangan adalah mengira bahwa membeli saham dan trading saham perpetual itu hal yang sama. Keduanya memungkinkan Anda memperoleh keuntungan dari pergerakan harga, tetapi keduanya mengikuti aturan yang sangat berbeda.
Membeli saham berarti Anda memiliki bagian dari perusahaan tersebut, Anda menjadi pemegang saham, dapat menahan investasi Anda untuk waktu yang tidak terbatas, dan bahkan mungkin menerima dividen.
Sedangkan saham perpetual, di sisi lain, memberi Anda eksposur terhadap pergerakan harga saham tanpa pernah memiliki satu pun lembar saham.
Bayangkan saham sebuah perusahaan diperdagangkan pada 100$: membeli saham berarti Anda membayar 100$ to untuk memilikinya, sementara membuka posisi perpetual memungkinkan Anda berspekulasi pada pergerakan harga yang sama dengan menggunakan leverage, artinya jumlah modal yang jauh lebih kecil dapat mengendalikan posisi yang jauh lebih besar.
Di sinilah kebingunganโdan kesempatanโmulai muncul.
Kedua pendekatan bisa saja menguntungkan, tetapi keduanya melayani tujuan yang berbeda: yang satu tentang berinvestasi dalam kepemilikan dan nilai jangka panjang, sedangkan yang lain tentang trading pergerakan harga dengan fleksibilitas yang lebih besar dan risiko yang jauh lebih tinggi. Memahami perbedaan ini bukan hanya pengetahuan finansial, ini berarti mengetahui permainan apa yang sedang Anda mainkan sebelum Anda melangkah ke lapangan.
@Binance MENA #Binance #StockTrading #perpetuals Sekarang lihat saya mencoba menyusun strategi trading saya: