Crypto content creator and XION community contributor focused on simplifying Web3 updates, ecosystem news, and builder insights for both crypto natives and new
Verona tidak sedang membangun hanya satu kasus penggunaan AI.
Sekilas, Ero, WRTH, TradeOS, dan Smoothly terlihat sama sekali tidak berhubungan.
Namun ada pola di balik keempatnya:
membuat data dunia nyata, aktivitas, dan kecerdasan manusia menjadi lebih berguna serta tepercaya untuk AI.
🔹 Ero oleh EarnOS Mengubah aktivitas manusia yang terverifikasi menjadi sinyal yang lebih kuat bagi merek.
🔹 WRTH Menggunakan AI untuk membantu mengidentifikasi, menetapkan harga, dan mengelola aset fisik, sekaligus membuat informasi aset penting lebih dapat diverifikasi.
🔹 TradeOS Memungkinkan pengguna mengubah ide trading yang ditulis dalam bahasa alami menjadi agen AI yang dapat memantau dan menganalisis pasar.
🔹 Smoothly Memanfaatkan kemampuan komunikasi manusia yang dinilai untuk membantu membangun agen AI berdasarkan cara orang sungguhan berpikir dan merespons.
Ringkasnya: Ero → aktivitas manusia yang terverifikasi WRTH → data aset fisik yang dapat diverifikasi TradeOS → strategi manusia → agen AI Smoothly → keahlian manusia yang terverifikasi → kecerdasan AI
Itulah yang membuat Verona menarik bagiku. AI bisa terus menjadi lebih cerdas.
Tapi jika input berasal dari bot, aktivitas palsu, sinyal yang lemah, atau informasi yang tidak dapat diverifikasi, model yang lebih pintar saja tidak akan menyelesaikan masalah.
Verona mengambil pendekatan yang berbeda:
kecerdasan yang lebih baik dimulai dari sinyal yang lebih baik.
Dan Ero, WRTH, TradeOS, serta Smoothly mulai menunjukkan seperti apa wujudnya dalam aplikasi nyata.
Bukan hanya AI yang lebih pintar.
AI dengan alasan yang lebih baik untuk mempercayai informasi yang digunakannya.
Satu leaderboard. Satu pemenang. Uang senilai $500 bisa direbut. 🐦💰
Verona’s Raven Run sedang berlangsung, dan kompetisinya sederhana:
Tidak ada pembagian hadiah untuk sepuluh pemain. Tidak ada hadiah hiburan.
Pemain yang berada di peringkat teratas leaderboard mengambil seluruh hadiah $500.
Kompetisi berlangsung hingga 7 Agustus, jadi masih ada waktu untuk bermain, meningkatkan skor, dan naik peringkat.
Kenapa orang harus peduli? Karena menjelajahi crypto dan ekosistem Verona tidak selalu harus dimulai dengan dokumentasi yang rumit atau konsep teknis.
Kadang, langkah pertama yang paling mudah adalah sekadar bermain, bertanding, dan merasakan bagaimana sebuah komunitas bisa berkembang lewat sesuatu yang seru dan interaktif.
Menurut saya, Raven Run menunjukkan bahwa onboarding ke Verona bisa terasa sederhana, menarik, dan dapat diakses bahkan bagi orang yang masih baru di Web3.
Punya refleks dan pola pikir kompetitif untuk menang?
Mainkan Raven Run, raih peringkat pertama sebelum 7 Agustus, dan klaim hadiah $500.
Siapa yang siap menguasai leaderboard? 👇 https://builtonverona.com/raven-run
AI Semakin Pintar. Tapi Bisakah Ia Mempercayai Informasi yang Digunakannya?
Hari ini di Seoul, Verona menjadi tuan rumah “Behind the Scenes of AI” bersama Kite AI, Pieverse, OpenRoboto, dan Hippo Protocol.
Acara ini berfokus pada tiga pertanyaan sederhana:
Siapa yang Memverifikasi? Siapa yang Membayar? Siapa yang Melatih?
Awalnya, pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terdengar seperti hal teknis.
Namun seiring agen AI menjadi lebih otonom, perannya menjadi jauh lebih penting.
Sebuah agen AI mungkin dapat mencari, menganalisis, berkomunikasi, dan pada akhirnya bertransaksi atas nama kita.
Tapi sebelum itu bisa berjalan dalam skala besar, beberapa masalah masih perlu diselesaikan.
AI membutuhkan informasi yang bisa dipercaya.
Agen membutuhkan infrastruktur untuk melakukan pembayaran. Data sensitif memerlukan privasi.
Dan sistem AI membutuhkan cara yang andal untuk belajar dan terus meningkatkan diri.
Di sinilah peran Verona menjadi menarik. Verona berfokus pada informasi yang telah diverifikasi agar fakta dapat dibuktikan dan digunakan oleh aplikasi atau agen AI yang berwenang tanpa harus mengekspos data mentah di baliknya.
Itu mengubah arah pembicaraan.
Masa depan AI mungkin tidak hanya bergantung pada membangun model yang lebih cerdas.
Mungkin juga bergantung pada membangun lapisan yang lebih kuat di bawahnya:
verifikasi, privasi, pembayaran, pelatihan, dan kepercayaan.
Karena agen cerdas yang bekerja dengan informasi yang tidak dapat diandalkan tetap menjadi masalah.
Dan ketika AI mulai bertindak lebih mandiri, kemampuan untuk memverifikasi apa yang diketahuinya bisa menjadi sama pentingnya dengan kecerdasan itu sendiri.
📍 Seoul 📅 17 September 🕐 19:00–21:00 KST 📌 SparkPlus Seolleung 3
Verona × Pulsar Money: Mengapa Data Terverifikasi Penting Sebelum AI Menyentuh Uang Anda
Agen AI semakin pintar. Mereka bahkan sudah bisa membantu orang meneliti, membandingkan produk, merangkum informasi, dan mengotomatisasi tugas-tugas sederhana. Tapi begitu AI mulai semakin dekat dengan uang, standar harus jauh lebih tinggi. Rekomendasi restoran yang salah itu menjengkelkan. Keputusan finansial yang salah sebenarnya bisa merugikan Anda. Itulah yang membuat kemitraan antara Verona_dev dan Pulsar Money App menjadi menarik. Ini bukan sekadar kolaborasi “AI + pembayaran” lainnya. Pertanyaan yang lebih besar di balik itu ternyata jauh lebih sederhana:
Awalnya gue kira ini cuma campaign buat menang 2 tiket semifinal US Open.
Ternyata bagian paling menarik justru bukan tiketnya.
Verona sedang menunjukkan seperti apa verified data + privacy ketika benar-benar dipakai user biasa.
Caranya simpel:
Connect akun Verona ke WHOOP.
Main tenis.
Sync aktivitas.
Kalori tenis lo masuk ke leaderboard sebagai angka yang terverifikasi.
Di belakang layar, Verona menjelaskan bahwa workout dari WHOOP diproses melalui sesi zkTLS untuk menghitung kalori tenis dan menghasilkan proof.
Yang menurut gue penting:
Verona tidak perlu menjadikan seluruh data workout lo sebagai sesuatu yang harus terus disimpan.
Setelah totalnya terbentuk, raw workouts dan access token dihancurkan menurut mekanisme yang mereka jelaskan di campaign.
Jadi hasil akhirnya kurang lebih seperti:
“Orang ini membakar X kalori dari aktivitas tenis.”
Yang perlu dibuktikan adalah faktanya.
Bukan berarti semua data di belakang fakta tersebut harus ikut dibuka.
Dan menurut gue di sinilah use case Verona mulai terasa lebih nyata.
Hari ini contohnya kalori tenis.
Besok pola yang sama secara konsep bisa relevan ketika sebuah app atau AI hanya membutuhkan satu fakta tertentu tentang user, bukan seluruh data pribadi mereka.
Ada satu detail lain yang gue suka.
Top 10 calorie scores masuk ke tahap akhir, lalu satu pemenang dipilih secara random on-chain menggunakan public seed, sehingga hasilnya bisa diperiksa sendiri.
Jadi campaign ini menggabungkan:
real-world activity → verified data → privacy → verifiable outcome.
Tiket US Open memang bikin orang tertarik.
Tapi buat gue, demo sebenarnya adalah ini:
prove what matters, without exposing everything else.
Dan itu jauh lebih besar daripada sekadar campaign tenis.
Tiga Proyek Berbeda, Satu Masalah: Mengapa Kelas Pertama GIA Verona Penting
Sekilas, saya tidak terlalu memikirkan pembaruan akselerator terbaru Verona. Tiga proyek dipilih. Seseorang bekerja pada pemasaran berbasis AI. Seseorang bekerja pada robotika. Seseorang bekerja pada kredensial profesional. Sangat standar seperti halnya program akselerator, bukan? Namun semakin saya melihatnya, semakin menarik pola itu. Karena ketiga proyek ini mungkin beroperasi di industri yang benar-benar berbeda, tetapi pada dasarnya, semuanya menghadapi masalah yang sangat mirip: Bagaimana Anda tahu informasi mana yang benar-benar dapat dipercaya?
Verona mulai menunjukkan seperti apa sebenarnya kasus penggunaan di dunia nyata.
Melalui Global Impact Accelerator (GIA) bersama HackQuest dan Chain for Good, tiga tim terpilih kini bekerja menuju penyebaran dan verifikasi di Verona Mainnet dalam dua bulan ke depan.
Bagian yang menarik adalah ketiga proyek ini berasal dari industri yang sangat berbeda.
Flywheel AI Membangun agen pemasaran AI yang proaktif, dirancang untuk membantu bisnis kecil mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan menjalankan kampanye tanpa harus terus-menerus menunggu perintah.
Axis Robotics Membangun infrastruktur data untuk Physical AI dan robotika, termasuk pengumpulan data spasial dan teleoperasi berbasis browser.
Kruuu Marketplace Berkarya untuk kredensial profesional yang dapat diverifikasi bagi industri hiburan Indonesia, membuat kredensial lebih mudah diverifikasi dan lebih sulit dipalsukan tanpa memaksa pengguna melewati pengalaman kripto yang rumit.
Awalnya, proyek-proyek ini mungkin terlihat tidak saling berhubungan.
Namun, semuanya menunjuk pada masalah mendasar yang sama:
kepercayaan.
AI membutuhkan informasi yang dapat diandalkan. Robot membutuhkan data dunia nyata yang tepercaya. Orang membutuhkan kredensial yang benar-benar bisa diverifikasi.
Dan itu membuat arah Verona menjadi jauh lebih jelas.
Ini bukan hanya soal menaruh informasi di onchain.
Ini tentang membangun infrastruktur agar informasi bisa diverifikasi sebelum manusia, aplikasi, atau agen AI mengandalkannya.
Menurut pengumuman program, dalam dua bulan ke depan, setiap tim akan bekerja menuju penyebaran penuh dan verifikasi di Verona Mainnet.
Itu bagian yang menurut saya pantas mendapat perhatian lebih.
Masa depan AI mungkin tidak akan kekurangan data.
Masalah yang lebih besar mungkin adalah mencari tahu:
data mana yang benar-benar bisa dipercaya?
Dan di situlah tesis Verona mulai menjadi jauh lebih menarik.
15 juta transaksi terdengar mengesankan. Tapi itu bukan metrik Verona yang paling ingin saya pantau.
Menurut Mintscan, Verona telah mencatat lebih dari 15,06 juta total transaksi.
Ini memberi tahu kita bahwa jaringan telah mengumpulkan jejak historis on-chain yang berarti.
Namun angka kumulatif punya satu keterbatasan:
Angka-angka itu memberi tahu kita apa yang terjadi di masa lalu.
Kalau saya ingin memahami apa yang sedang terjadi sekarang, saya lebih memilih melihat akun aktif.
Snapshot Mintscan terbaru menunjukkan: → 1.273 Akun Aktif Harian → 4.856 Akun Aktif Mingguan → 11.278 Akun Aktif Bulanan
Dan di sinilah semuanya menjadi lebih menarik.
Verona sedang mengubah posisinya di sekitar masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat blockchain lebih mudah digunakan.
Sasarannya adalah menjadi lapisan kecerdasan untuk AI agar aplikasi dan agen AI dapat berinteraksi dengan informasi yang bisa diverifikasi, memiliki izin akses, dan digunakan tanpa mengekspos data mentah yang tidak perlu.
Agar visi itu berarti, Verona pada akhirnya membutuhkan lebih dari sekadar narasi AI yang bagus.
Verona membutuhkan orang, aplikasi, agen, dan aktivitas nyata yang terus-menerus menyentuh jaringan.
Itulah sebabnya saya pikir akun aktif bisa menjadi salah satu metrik Verona yang paling penting untuk dipantau.
15 juta transaksi menunjukkan di mana jaringan berada.
Pengguna aktif dapat memberi tahu kita ke mana ia akan melaju.
Pertanyaan berikutnya sederhana:
Bisakah Verona mengubah data terverifikasi + tesis AI menjadi penggunaan nyata yang terus bertumbuh stabil?
Harga bisa berisik. Data on-chain biasanya lebih jujur.
Belakangan saya mencoba melihat Verona bukan hanya dari sisi narrative, tapi dari data yang benar-benar terlihat di Mintscan.
Dan snapshot yang ada menurut saya cukup menarik:
➡️ 15,067,718 total transactions
➡️ 11,278 monthly active accounts
➡️ 4,856 weekly active accounts
➡️ 1,273 daily active accounts
Di luar itu, dashboard juga menunjukkan:
➡️ Block time: 4.11 detik
➡️ Staking APR: 9.93%.
➡️ Circulating supply: 92.68M
➡️ Supply tokens: 211.57M
Bagi saya, angka-angka ini penting karena menunjukkan satu hal sederhana:
Verona bukan cuma hidup di timeline. Jaringannya juga punya aktivitas yang bisa dilihat.
Tentu, data ini tidak otomatis berarti mass adoption. Dan total transaksi yang besar juga tidak selalu berarti semua metrik sudah sempurna.
Tapi justru di situlah menariknya.
Saat banyak proyek berlomba menjual narasi AI, Verona sedang membangun positioning yang lebih spesifik: intelligence layer for AI sebuah lapisan yang berfokus pada verified data, privacy, proof, dan trust.
Kalau arah ini benar-benar dieksekusi dengan baik, maka yang dibangun Verona bukan cuma chain biasa, melainkan fondasi untuk internet yang lebih bisa dipercaya oleh apps dan AI agents.
Jadi buat saya, pertanyaan paling menarik sekarang bukan cuma:
Apakah narrative Verona bagus?
Tapi:
Apakah activity, users, dan utility-nya terus tumbuh seiring visinya berkembang?
Karena dalam jangka panjang, itu yang jauh lebih penting untuk dipantau.
Ekosistem Verona Mulai Memperlihatkan Gambaran yang Lebih Besar
Sekilas, Ero, WRTH, TradeOS, dan Smoothly hampir tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ada yang berurusan dengan perhatian manusia. Ada yang fokus pada aset fisik. Ada yang membangun AI untuk trading. Ada juga yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi manusia. Namun ketika dilihat lebih dalam, semuanya mulai menunjukkan satu pola yang sama. AI membutuhkan informasi yang bisa dipercaya. Dan menurut saya, di situlah ekosistem Verona mulai menjadi menarik. Ero by EarnOS → Aktivitas Manusia yang Terverifikasi Brand tidak hanya membutuhkan tayangan atau klik. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa ada manusia sungguhan di balik aktivitas tersebut. Ero memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas dan mendapatkan imbalan ketika aktivitas tersebut berhasil diverifikasi. Artinya, perhatian manusia mulai berubah dari sekadar angka menjadi sinyal yang memiliki bukti di belakangnya. WRTH → Aset Fisik + Informasi yang Dapat Diverifikasi Untuk barang koleksi fisik, masalahnya berbeda. Perangkat lunak bisa mengenali sebuah barang, tetapi bagaimana kita tahu bahwa informasi mengenai barang tersebut benar-benar dapat dipercaya? WRTH menggunakan AI untuk membantu mengidentifikasi, menentukan harga, dan mengelola aset fisik. Di sinilah konsep Verona menjadi relevan: informasi penting mengenai sebuah aset dapat dibuat lebih mudah diverifikasi, daripada hanya mengandalkan klaim dari satu pihak. TradeOS → Strategi Manusia Menjadi AI Agent Pasar bergerak 24/7. Manusia tidak mungkin terus berada di depan grafik sepanjang waktu. TradeOS memungkinkan pengguna menjelaskan strategi atau ide trading menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian mengubahnya menjadi AI agent yang dapat membantu memantau dan menganalisis pasar. Dengan kata lain, cara manusia mengambil keputusan mulai bisa dijalankan oleh perangkat lunak secara terus-menerus. Smoothly → Kemampuan Manusia yang Terverifikasi Menjadi Kecerdasan AI Smoothly membawa konsep ini ke arah yang berbeda. Orang-orang dengan kemampuan komunikasi terlebih dahulu menjalani penilaian. Jawaban dan gaya komunikasi dari komunikator yang telah terverifikasi tersebut kemudian digunakan untuk membangun AI agent. Jadi AI tidak hanya menghasilkan jawaban generik. Ada kemampuan manusia yang terlebih dahulu dinilai dan diverifikasi di balik AI tersebut. Kalau disederhanakan: Ero → bukti aktivitas manusia nyata WRTH → bukti dan informasi seputar aset fisik TradeOS → strategi manusia diubah menjadi AI agent Smoothly → kemampuan manusia yang terverifikasi diubah menjadi kecerdasan AI Empat produk. Empat pasar yang berbeda. Tetapi satu arah yang semakin jelas: membuat informasi yang digunakan perangkat lunak dan AI menjadi lebih dapat dipercaya. AI kemungkinan akan terus menjadi semakin pintar. Tetapi AI yang sangat pintar tetap akan menghadapi masalah jika data yang digunakannya berasal dari bot, aktivitas palsu, informasi yang tidak terverifikasi, atau sinyal tanpa bukti. Itulah mengapa menurut saya perkembangan ekosistem Verona menarik untuk diperhatikan. Bukan hanya karena semakin banyak aplikasi yang muncul. Tetapi karena kita mulai melihat seperti apa lapisan kecerdasan untuk AI ketika konsep tersebut diterapkan pada penggunaan nyata: aktivitas manusia, aset fisik, kecerdasan pasar, dan kemampuan manusia. Masa depan AI mungkin bukan hanya tentang membangun model yang semakin pintar. Mungkin salah satu bagian terpenting justru memastikan satu hal: AI tahu informasi mana yang benar-benar layak dipercaya. #verona #ai #ecosystem
AI tidak kekurangan data. AI kekurangan data yang bisa dipercaya.
Kita terus bicara soal AI agents yang semakin pintar dan bisa bekerja untuk manusia.
Tapi ada pertanyaan yang menurut saya jauh lebih penting:
Bagaimana AI tahu informasi yang diterimanya benar?
Internet penuh dengan data, tapi tersedia ≠ terpercaya.
Identitas bisa dipalsukan. Aktivitas bisa dibuat bot. Informasi bisa dimanipulasi.
Inilah yang akan dibahas Verona dalam event Proof of Reality di Beijing.
📍 AGI Bar, Beijing 📅 August 16 ⏰ 14:30
Diskusinya akan membahas bagaimana AI mengetahui sebuah informasi itu benar, bagaimana agents mendapatkan data yang bisa dipercaya, dan bagaimana pengguna tetap mengontrol informasi yang sudah mereka verifikasi.
Event ini juga menghadirkan orang-orang dari Verona, EarnOS, Axis Robotics, dan CMU SV Accelerator.
Menurut saya, ini salah satu masalah terbesar yang akan muncul ketika AI agents mulai melakukan pekerjaan nyata.
AI yang sangat pintar tetap bisa mengambil keputusan buruk kalau data dasarnya salah.
Karena itu, masa depan AI mungkin bukan hanya soal model dan compute.
Kita juga membutuhkan proof, verified data, privacy, dan trust.
Dan di sinilah narasi Verona menjadi menarik:
bukan sekadar memberi AI lebih banyak data, tetapi membantu menciptakan data yang bisa dipercaya dan diverifikasi tanpa menghilangkan kontrol pengguna.
Smart AI is powerful. AI that knows what to trust is the next step.
Tapi ada masalah yang masih banyak orang remehkan:
Sebuah agen AI hanya seandal informasi yang dijadikan dasar aksinya.
Bayangkan agen AI yang bisa secara otomatis menyetujui lamaran, merekomendasikan keputusan keuangan, mempersonalisasi layanan, atau berinteraksi dengan aplikasi lain atas nama Anda.
Kedengarannya sangat kuat.
Tapi bagaimana jika data yang diterimanya sudah usang, dimanipulasi, palsu, atau mustahil untuk diverifikasi?
AI yang lebih cerdas tidak otomatis menyelesaikan masalah itu.
Mungkin hanya membuat keputusan yang buruk menjadi lebih cepat.
Itulah sebabnya saya berpikir data terverifikasi bisa menjadi salah satu komponen infrastruktur AI yang paling penting.
Alih-alih agen AI membabi buta mempercayai klaim, model yang lebih baik adalah mengizinkan mereka bekerja dengan informasi yang bisa dibuktikan.
Sebagai contoh:
Seseorang tidak selalu harus mengungkap seluruh identitasnya hanya untuk membuktikan bahwa mereka berusia di atas 18 tahun.
Mereka juga tidak perlu mengirim setiap detail riwayat keuangan mereka hanya untuk membuktikan bahwa mereka memenuhi persyaratan tertentu.
Mungkin agen hanya perlu satu hal:
bukti bahwa fakta yang disyaratkan itu benar.
Di sinilah Verona menjadi menarik bagi saya.
Verona berfokus pada dunia di mana informasi yang terverifikasi, privasi, bukti, dan agen AI dapat bekerja sama sehingga aplikasi dan agen bisa memakai sinyal tepercaya tanpa perlu mengekspos data pribadi mentah secara berlebihan.
Dan saya pikir ini menjadi makin penting saat agen AI mulai melakukan lebih banyak hal untuk kita.
Karena masa depan AI bukan hanya soal membuat agen lebih otonom.
Melainkan tentang memastikan mereka memiliki informasi yang lebih baik untuk ditindak.
Kecerdasan yang lebih tinggi membuat AI menjadi lebih kuat.
Data terverifikasi dapat membantu membuat kecerdasan itu bisa dipercaya.
Perbedaan itu mungkin jauh lebih berarti daripada yang disadari banyak orang.
Masalah terbesar trader sering kali bukan salah analisis. Tapi gagal mengikuti strateginya sendiri.
Kita semua pernah ngalamin:
Harga naik → FOMO buy. Harga turun → panik sell. Lihat candle besar → lupa trading plan. 😭
Padahal sebelum market bergerak, kita sudah punya aturan sendiri.
Di sinilah TradeOS menurut saya menarik. Trader bisa menuliskan strategi dengan bahasa biasa aset apa yang ingin dipantau, indikator yang digunakan, kondisi entry, sampai aturan risikonya.
TradeOS kemudian mengubahnya menjadi AI Agent Crew yang membantu memonitor lebih dari 13.000 aset di crypto, saham, forex, dan komoditas.
Saat kondisi yang kita tentukan muncul, agent bisa membantu mendeteksi dan memvalidasi setup tersebut serta memberikan reasoning di baliknya.
Jadi menurut saya value terbesarnya bukan:
“AI kasih tahu koin apa yang bakal naik.” Tapi:
“AI membantu kita menunggu sampai kondisi yang kita sendiri tentukan benar-benar muncul.”
Buat trader, perbedaannya cukup besar.
Kita tidak harus terus menatap chart. Tidak mudah kehilangan setup. Strategi bisa dipantau lebih konsisten. Dan keputusan akhirnya tetap berada di tangan kita.
TradeOS juga tidak menjanjikan profit atau mengambil alih keputusan trading.
AI membantu monitoring. Trader tetap memegang kendali.
Dan ada bagian lain yang menurut saya penting untuk Verona.
Subscription TradeOS dibayar menggunakan stablecoin melalui Verona Meta Accounts, sementara komisi creator juga diselesaikan melalui infrastruktur Verona.
Artinya, ketika orang benar-benar menggunakan produk, membayar subscription, dan creator memperoleh komisi, aktivitas ekonomi nyata ikut bergerak melalui network.
Ini membuat narasi “GDP, not TVL” Verona terasa lebih konkret.
Bukan sekadar berapa banyak modal yang dikunci.
Tapi berapa banyak aktivitas nyata yang tercipta karena orang benar-benar memakai produknya.
Bagi saya, masa depan AI dalam trading mungkin bukan tentang menemukan “AI yang selalu benar.”
Tapi tentang memberi trader alat yang membantu mereka lebih konsisten menjalankan strategi mereka sendiri.
AI dapat mengubah komunitas trading sebelum mengubah trading itu sendiri.
Sebagian besar komunitas kripto masih bekerja dengan cara yang sangat manusiawi.
Seseorang memantau chart. Menemukan setup yang menarik. Menulis analisis. Lalu mengirimkannya ke Telegram atau Discord.
Masalahnya?
Manusia tidak bisa memantau pasar 24/7.
Di sinilah menurut saya TradeOS menjadi menarik.
TradeOS memungkinkan pengguna menjelaskan strategi mereka sendiri dengan bahasa Inggris sederhana, aset, indikator, dan aturan risiko, lalu mengubahnya menjadi Agent Crew yang mampu memantau 13.000+ aset di kripto, saham, forex, dan komoditas.
Namun ada bagian lain yang layak mendapat perhatian lebih.
Jika Anda menjalankan sebuah komunitas, agen-agen ini juga bisa membantu menyampaikan peringatan watchlist dan analisis pasar langsung ke Discord atau Telegram, berdasarkan strategi dan gaya Anda.
Dengan kata lain, pengetahuan pasar seorang trader dapat mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan infrastruktur.
Alih-alih memantau setiap chart secara manual dan mengirim setiap pembaruan sendiri, agen AI dapat membantu meningkatkan skala pemantauan.
Dan ekosistem economy kreator berada di atasnya.
Menurut Verona, TradeOS juga punya program kreator, di mana rujukan dapat menghasilkan komisi.
Langganan dibayar dengan stablecoin melalui Verona Meta Accounts, sementara komisi kreator diselesaikan melalui jalur yang sama.
Jadi alurnya menjadi: Trader membuat strategi → Agen AI memantaunya → komunitas menerima informasi yang berguna → pengguna berlangganan → kreator mendapat penghasilan → pembayaran bergerak melalui Verona.
Bagian inilah yang paling menarik bagi saya.
Bukan AI menggantikan trader.
Bukan produk “sinyal terjamin” lainnya.
Tapi AI membantu trader dan kreator mengubah pengetahuan mereka sendiri menjadi sesuatu yang bisa beroperasi pada skala yang jauh lebih besar.
Dan jika produk seperti ini menarik pengguna yang benar-benar membayar, Verona diuntungkan dari sesuatu yang jauh lebih penting daripada hype sementara:
aktivitas ekonomi yang nyata.
Itulah mengapa tesis “GDP, bukan TVL” mulai terlihat dalam praktik.
AI mungkin bisa menulis kalimat yang terdengar benar. Tapi belum tentu memahami manusia.
Itulah masalah yang coba diselesaikan Smoothly, platform komunikasi yang berjalan di atas Verona.
Alih-alih hanya mengandalkan AI generik, Smoothly memulai dari manusia yang benar-benar mampu berkomunikasi. Calon Communicator mengikuti assessment berbasis skenario untuk menguji kemampuan membaca emosi, memahami situasi, dan memilih respons yang tepat.
Jika lolos, jawaban dan gaya komunikasi mereka digunakan untuk membangun AI Agent. Saat Agent tersebut dipilih pengguna lain, Communicator mendapatkan 35–40% dari pengeluaran pengguna, dibayarkan setiap bulan.
Dari sisi pengguna, caranya sederhana:
Paste pesan yang sulit dibalas, pilih gaya Communicator yang cocok, lalu dapatkan rekomendasi respons beserta alasan mengapa respons tersebut bekerja.
Namun, bagian terpentingnya bukan sekadar bantuan membalas chat.
Setiap Communicator yang lolos mendapat SVC badge on-chain sebagai bukti bahwa mereka telah melewati standar penilaian. Bukti tersebut dimiliki oleh pengguna dan tetap dapat diverifikasi tanpa bergantung sepenuhnya pada Smoothly.
Menurut saya, ini menunjukkan arah baru bagi ekonomi AI:
Skill manusia tidak harus hilang di balik mesin. Skill tersebut bisa dibuktikan, diubah menjadi Agent, digunakan banyak orang, dan menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya.
Inilah alasan Verona berbicara tentang GDP, bukan hanya TVL.
Bukan sekadar berapa banyak modal yang terkunci, tetapi berapa banyak pengguna nyata yang membayar produk nyata dan menciptakan aktivitas ekonomi nyata.
Masa depan AI mungkin bukan tentang mesin menggantikan manusia.
Mungkin justru tentang manusia akhirnya memiliki dan mendapat bagian dari nilai yang diciptakan oleh kecerdasannya.
Apakah kalian tertarik mengubah kemampuan pribadi menjadi AI Agent yang bisa menghasilkan?
Pemenang AI berikutnya mungkin bukanlah orang-orang yang membangun modelnya. Mereka mungkin adalah orang-orang yang penilaiannya membuat model-model itu menjadi berguna.
Itulah cerita yang sering diabaikan di balik Smoothly, sebuah produk yang berjalan di Verona.
Smoothly membantu pengguna merespons pesan-pesan sulit, tetapi tidak hanya mengandalkan AI generik yang dilatih dari percakapan internet rata-rata.
Prosesnya dimulai dari orang sungguhan yang membuktikan kemampuan komunikasinya melalui penilaian berbasis skenario.
Mereka yang lulus dapat memiliki Agen AI yang dibangun dari jawaban, suara, dan gaya komunikasinya sendiri. Saat pengguna memilih Agen tersebut, Komunikator menerima 35–40% dari pengeluaran, dibayar setiap bulan.
Namun bagian yang paling menarik bukanlah generator balasannya.
Yang paling menarik adalah penciptaan jenis ekonomi AI baru:
Penilaian manusia berubah menjadi layanan digital yang bisa diskalakan.
Komunikator yang terampil dapat membantu satu orang secara manual, atau Agen mereka dapat membantu ribuan orang sambil tetap mempertahankan gaya uniknya.
Setiap Komunikator yang berhasil juga menerima badge SVC berbasis on-chain, menciptakan bukti yang dimiliki pengguna bahwa mereka telah lulus penilaian. Berbeda dengan badge platform biasa, bukti itu dapat tetap diverifikasi di luar Smoothly.
Mengapa ini penting?
Kebanyakan platform AI mengekstrak pengetahuan manusia, mengubahnya menjadi produk, dan menyimpan hampir seluruh nilai.
Smoothly sedang menguji model yang berbeda: manusia memberikan kecerdasan, AI yang men-skalakannya, dan orang-orang di balik kecerdasan itu ikut berbagi dalam pendapatan.
Bagi saya, ini terlihat seperti cetak biru awal untuk pasar kecerdasan manusia yang terverifikasi—di mana keterampilan nyata, reputasi, dan selera dapat menggerakkan Agen AI tanpa membuat orang-orang di baliknya menjadi data platform yang tak terlihat.
Inilah juga mengapa Verona membicarakan GDP, bukan hanya TVL.
Bukan sekadar modal yang mengendap di dalam sebuah jaringan, melainkan pengguna nyata yang membayar untuk layanan nyata dan menciptakan aktivitas ekonomi yang nyata.
Masa depan AI mungkin bukan “manusia versus mesin”.
Mungkin manusia yang memiliki nilai yang diciptakan oleh kecerdasannya.
Akankah Anda membiarkan Agen AI mewakili kemampuan Anda jika setiap penggunaannya menghasilkan pendapatan untuk Anda?
Ekonomi resale senilai $475 miliar masih dijalankan lewat spreadsheet. WRTH ingin mengubah itu hanya dengan satu foto.
Dengan WRTH, pengguna cukup memotret barang koleksi. AI kemudian membaca model, warna, dan edisinya dalam kurang dari 3 detik dengan tingkat keyakinan 85%+, lalu memperkirakan harga berdasarkan data pembanding dari lebih dari 50 sumber.
Setelah itu, barang bisa dimasukkan ke inventaris dan dipasang ke 7 marketplace. Saat terjual di satu tempat, listing lain akan ditarik dalam waktu sekitar 60 detik untuk mencegah overselling.
Bagian paling menarik menurut saya bukan sekadar otomatisasinya.
Setiap barang mendapat smart tag yang membawa riwayat kepemilikan dan kondisi permanen di Verona. Jadi, nilai sebuah collectible tidak lagi hanya bergantung pada ucapan penjual atau tumpukan kuitansi, tetapi pada provenance yang dapat diperiksa dan tidak mudah diubah.
WRTH sudah mengelola inventaris senilai lebih dari $100 juta. Ini juga menjelaskan kenapa Verona berbicara tentang GDP, bukan hanya TVL: aplikasi menghasilkan pendapatan dari pelanggan nyata, lalu membagikan sebagian nilai tersebut kepada network.
Inilah bentuk consumer crypto yang paling masuk akal teknologi blockchain bekerja di belakang layar, sementara pengguna hanya perlu mengambil foto.
Bayangin lo apply sewa rumah, lalu sebuah skor algoritma menolak lo tanpa penjelasan yang jelas.
Atau lo harus mengirim pay stub, rekening, dan data pribadi hanya untuk membuktikan bahwa lo mampu membayar sewa.
Masalahnya, sistem tenant screening lama masih sering bergantung pada black box dan dokumen yang sekarang makin mudah dimanipulasi.
Menurut gw, itu yang bikin Burnt Tenant Screening menarik.
Burnt tidak memberi skor, ranking, atau rekomendasi approve dan decline. Applicant memverifikasi income, employment, dan identity langsung dari sumbernya. Setelah itu, pihak properti menerima hasil terverifikasi dan tetap mengambil keputusan berdasarkan kriterianya sendiri.
Artinya:
Data mentah tidak perlu beredar ke mana-mana.
Ketergantungan pada pay stub yang mudah dipalsukan berkurang.
Proses screening bisa diterapkan dengan lebih konsisten dan tetap berada di bawah kontrol manusia.
Kenapa ini penting?
Karena akses ke tempat tinggal terlalu penting untuk diserahkan kepada algoritma yang tidak transparan atau dokumen yang gampang dimanipulasi.
Ini contoh nyata Verona sebagai intelligence layer: membawa verified data, privacy, dan human control ke industri yang benar-benar membutuhkan trust.
Bukan sekadar narasi crypto. Ini utility yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
AI membuat dokumen palsu hampir tidak mungkin dideteksi. Solusi Burnt itu sederhana: hapus dokumennya sepenuhnya.
Proses seleksi sewa masih bergantung pada file slip gaji dan mutasi rekening yang diunggah, yang kini bisa diedit atau dibuat oleh AI dalam hitungan menit.
Tenant Screening dari Burnt mengambil pendekatan yang berbeda.
Alih-alih memeriksa PDF, pelamar terhubung langsung ke penyedia penggajian mereka atau portal pemberi kerja. Tuan tanah menerima fakta yang telah diverifikasi seperti pendapatan, status pekerjaan, dan tanggal mulai langsung dari sumbernya.
Tidak ada dokumen untuk di-Photoshop.
Tidak ada file yang perlu dimanipulasi.
Tidak ada berkas sensitif yang dibiarkan menumpuk di kotak masuk seseorang.
Yang saya anggap paling penting adalah ini menguntungkan kedua belah pihak.
Tuan tanah dapat membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih andal, sementara penyewa tidak perlu mengekspos slip gaji lengkap, formulir W-2, atau nomor Jaminan Sosial hanya untuk membuktikan satu fakta.
Di sinilah visi besar Verona menjadi nyata: verifikasi data di sumbernya, biarkan pengguna mengontrolnya, dan bagikan hanya bukti yang dibutuhkan aplikasi.
Penyaringan penyewa mungkin menjadi kasus penggunaan pertama, tetapi mesin verifikasi yang sama pada akhirnya dapat mendukung layanan seperti pinjaman, asuransi, KPR, dan industri lain yang masih bergantung pada dokumen yang bisa dipalsukan oleh AI.
AI membuat kepercayaan menjadi mahal. Burnt dan Verona berupaya membuatnya murah lagi.
Menurut Anda, data yang diverifikasi dari sumber akan pada akhirnya menggantikan unggahan dokumen?