Stablecoin—bukan sekadar alat transaksi, tapi sedang berubah menjadi infrastruktur keuangan.
Dulu, saat orang membahas stablecoin, biasanya yang dibicarakan adalah:
USDT, USDC—mana yang lebih aman?
Sekarang yang lebih saya perhatikan adalah:
stablecoin sedang menjadi bagian dari infrastruktur keuangan global.
Baru-baru ini, Circle memperoleh izin bank kepercayaan federal AS, sehingga dapat secara langsung mengelola aset cadangan USDC. Ini berarti stablecoin semakin terhubung dengan sistem regulasi keuangan tradisional, bukan lagi hanya sebagai alat pembayaran di dalam ekosistem Crypto.
Ini juga membuat saya memikirkan kembali logika investasi DeFi.
Saat ini, saya sedang meneliti sebuah proyek. Biasanya saya akan melihat tiga pertanyaan terlebih dahulu:
✅ Apakah proyek tersebut dapat terus menarik dana di rantai (on-chain)?
✅ Apakah proyek tersebut dapat terus menciptakan pendapatan yang benar-benar nyata?
✅ Apakah token benar-benar dapat menangkap nilai yang diciptakan oleh protokol?
Harga mencerminkan sentimen, sementara infrastruktur menentukan nilai jangka panjang.
Ke depan, pihak yang benar-benar diuntungkan belum tentu adalah proyek yang paling populer secara konsep, melainkan protokol yang dibangun di atas stablecoin, likuiditas, dan arus kas nyata.
Semakin terasa bahwa meneliti arus dana lebih penting daripada meneliti K-line.
#crypto #defi #stablecoin #research #AAVE Infrastruktur menentukan nilai jangka panjang, sedangkan harga hanya merupakan hasil akhir.