🛢️ Minyak Melonjak Melewati $90 saat Ketegangan Hormuz Meningkat
Harga minyak melonjak tajam pada Senin setelah ketegangan militer AS-Iran kembali memanas di sekitar Selat Hormuz, memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global.
🇺🇸 Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak, dengan CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan untuk mencegah upaya penambangan potensial di jalur strategis tersebut.
📈 Minyak mentah Brent: sekitar $90–91/barel
📈 WTI: sekitar $85–86/barel
Brent sempat naik di atas $91, mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali meningkat.
⚠️ Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global, dengan sekitar seperlima aliran minyak dunia secara historis melewati titik penyempitan tersebut.
💰 Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Gedung Putih mengumumkan sanksi yang lebih luas yang menargetkan Iran dan entitas yang terlibat dalam jaringan keuangan, pelayaran, serta energi terkait.
🔥 Yang diawasi trader saat ini:
• Potensi gangguan terhadap lalu lintas tanker melalui Hormuz
• Sanksi AS lanjutan terhadap mitra dagang Iran
• Balas dendam Iran terhadap target AS atau kawasan
• Apakah risiko pasokan minyak berubah menjadi gangguan fisik, bukan sekadar premi geopolitik
Kesimpulan: Minyak bereaksi terhadap kemungkinan bahwa konflik Hormuz dapat mengencangkan pasokan global. Jika lalu lintas tanker terganggu secara signifikan, tekanan kenaikan pada harga minyak mentah bisa makin cepat.
#Oil #CrudeOil #Brent #WTI