ETF XRP Menguasai Arus Masuk $1,7 Miliar Teratas saat 21Shares Menyuarakan Utilitas vs Kesenjangan Nilai Pemegang
#CryptoNewss $XRP $GOOGLB $NVDAB #Market_Update Manajer aset 21Shares telah mempublikasikan business case investasi XRP secara resmi, yang menguraikan empat pilar yang dinilainya menjadi alasan untuk terus memegang token tersebut.
#market_tips Laporan ini hadir ketika ETF spot XRP di AS telah menarik lebih dari $1,7 miliar arus masuk bersih kumulatif, namun harga token tersebut tetap diperdagangkan jauh di bawah puncaknya pada 2025.
#MarketAnalysis Empat Pilar, Satu Pertanyaan Terbuka
21Shares memecah business case investasi XRP menjadi empat bagian: kejelasan regulasi, akses institusional, utilitas yang terukur, dan pasokan tetap.
Pilar pertama sudah selesai. Perjuangan SEC Ripple selama empat tahun berakhir pada Agustus 2025, menghapus hambatan kepatuhan yang sebelumnya membuat dana terregulasi dan bank-bank menjauh dari token tersebut.
Perkara SEC terhadap Ripple berakhir pada Agustus 2025, sehingga membuka salah satu rintangan regulasi terbesar di pasar. Pertanyaannya sekarang, menurut cara 21Shares membingkainya, adalah apakah tiga pilar lainnya tetap bertahan.
Akses institusional menyusul dengan cepat. Tujuh ETF spot XRP di AS diluncurkan mulai November 2025, menarik dana hingga $1,3 miliar hanya pada bulan pertama.
Goldman Sachs muncul sebagai pemegang terbesar ETF XRP dengan $153,8 juta dalam pengajuan Q4 2025-nya, meskipun belakangan keluar dari posisi penuh tersebut.
Sementara itu, Citadel membangun posisi ETF XRP yang bullish dalam skala besar, menunjukkan bahwa minat institusional lebih dalam daripada sekadar satu nama.
Pilar utilitas adalah bagian di mana 21Shares menarik garis paling tajam. XRP Ledger menyelesaikan nilai berbasis on-chain mendekati setengah triliun dolar selama 12 bulan terakhir.
Stablecoin RLUSD milik Ripple tumbuh dari $72 juta menjadi sekitar $1,6 miliar sejak diluncurkan.
Aset dunia nyata yang di-tokenisasi di XRPL kini berada di dekat angka $4 miliar, dengan JPMorgan dan Ondo menyelesaikan settlement treasury tokenisasi lintas negara di ledger.
Standar Token Serbaguna (Multi-Purpose Token) yang diluncurkan di mainnet memungkinkan institusi menyematkan aturan kepatuhan langsung di level protokol.