Era monolitik infrastruktur blockchain secara resmi telah berakhir.
Selama bertahun-tahun, industri mengandalkan arsitektur yang pada dasarnya cacat. Blockchain tradisional dipaksa untuk menangani setiap tugas secara bersamaan—eksekusi, penyelesaian, konsensus, dan ketersediaan data—semuanya dalam satu jaringan yang terisolasi. Hasilnya bisa diprediksi: begitu aktivitas pengguna melonjak, jaringan akan tersendat, biaya gas melonjak tajam, dan jaringan akhirnya macet total.
Arsitektur Blockchain Modular telah benar-benar mematahkan hambatan tersebut.
Alih-alih memaksa satu jaringan untuk mengerjakan semua pekerjaan berat, para pengembang secara mendasar sedang memisahkan tumpukan (stack) blockchain. Kita melihat munculnya lapisan khusus Ketersediaan Data (Data Availability/DA) dan lingkungan eksekusi yang sangat disesuaikan. Ini memungkinkan para pengembang pada dasarnya untuk "pasang dan gunakan" berbagai lapisan infrastruktur yang berbeda, meluncurkan ribuan blockchain yang terspesialisasi dan sangat dapat diskalakan (hyper-scalable) secara instan sambil mewarisi keamanan bersama yang besar dari lapisan dasar.
Dengan memisahkan eksekusi transaksi dari penyimpanan data yang mendasarinya, jaringan modular sedang membuka throughput tanpa batas yang dibutuhkan untuk aplikasi berskala global tingkat konsumen tanpa mengorbankan desentralisasi. Kita tidak lagi membangun pulau-pulau terpencil; kita sedang membangun metropolis digital multi-lapis yang saling terhubung.
$TIA $ALT $DYM #Write2Earn #ModularBlockchains #Web3 #CryptoTrends