Chevron akan membiayai investasinya di Venezuela menggunakan uang yang dihasilkan oleh 3 perusahaan patungan miliknya
Chevron adalah perusahaan minyak terbesar kedua di Amerika Serikat dan satu-satunya yang memiliki kehadiran besar di Venezuela.
Direktur eksekutif perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Mike Wirth, mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan membiayai ekspansinya di Venezuela dengan uang yang dihasilkan oleh 3 perusahaan patungan yang dimilikinya bersama Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA).
«Kami akan sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kemampuan penjaminan kas dari perusahaan-perusahaan tersebut, tanpa mempedulikan modal dari luar,» tegasnya.
Chevron berencana menginvestasikan US$ 7.000 juta dalam 5 tahun ke depan di Venezuela, dengan tujuan menggandakan produksi minyaknya, demikian yang diberitakan Reuters.
Ini akan menjadi komitmen keuangan terbesar yang akan diambil perusahaan minyak tersebut hingga saat ini dan merupakan sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Pemerintah AS untuk menghidupkan kembali sektor hidrokarbon di negara kepulauan tersebut.
Chevron menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan dua ladang minyak raksasa yang berada di bawah Faja Petrolífera del Orinoco, yakni Carabobo 1 dan Carabobo-2-Sur-A, yang terletak berdampingan dengan Petroindependencia, perusahaan patungan dengan Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA).
Kenaikan harga minyak
Dalam topik lain, Mike Wirth mengatakan cadangan minyak yang membatasi kenaikan harga minyak pada awal perang antara AS dan Iran «telah habis», sehingga konflik tersebut dapat meningkatkan lagi nilai hidrokarbon dalam beberapa bulan mendatang.
«Lebih sulit membayangkan skenario di mana harga segera mereda. Menurut saya risiko masih mengarah ke kenaikan selama beberapa bulan ke depan,» ujarnya.
#venezuela #EEUU #Chevron #iran #ChevronPDVSA $CVXon $BZ $CL