Binance Square
Tcucur_Cryp
271 Posting

Tcucur_Cryp

Binance Square Content Creator _ News _ Articles _ PricePredictions _ Crypto Futures Signals 🐱🤑
43 Mengikuti
55 Pengikut
196 Disukai
Posting
·
--
🚨 CITI NAIKKAN TARGET BITCOIN KE $113.000 — ADA SINYAL BARU DARI INSTITUSI?Citigroup kembali menaikkan proyeksi 12 bulan untuk Bitcoin menjadi US$113.000, dari sebelumnya US$82.000. Target Ethereum juga dinaikkan menjadi US$3.028, dari US$2.240. Menurut Citi, perubahan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas di pasar crypto, kondisi makro yang dinilai mendukung, serta kembali masuknya dana ke ETF crypto. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi Citi, bukan jaminan harga Bitcoin atau Ethereum akan mencapai level tersebut. 📊 Yang menarik, perubahan proyeksi ini muncul ketika arus dana institusional ke ETF Bitcoin kembali menguat. Pasar sekarang akan melihat apakah arus dana tersebut mampu bertahan atau kembali mengalami pembalikan. Sumber: Reuters #Bitcoin #Ethereum #Crypto #BTC #ETF

🚨 CITI NAIKKAN TARGET BITCOIN KE $113.000 — ADA SINYAL BARU DARI INSTITUSI?

Citigroup kembali menaikkan proyeksi 12 bulan untuk Bitcoin menjadi US$113.000, dari sebelumnya US$82.000. Target Ethereum juga dinaikkan menjadi US$3.028, dari US$2.240.
Menurut Citi, perubahan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas di pasar crypto, kondisi makro yang dinilai mendukung, serta kembali masuknya dana ke ETF crypto.
Namun, angka tersebut merupakan proyeksi Citi, bukan jaminan harga Bitcoin atau Ethereum akan mencapai level tersebut.
📊 Yang menarik, perubahan proyeksi ini muncul ketika arus dana institusional ke ETF Bitcoin kembali menguat.
Pasar sekarang akan melihat apakah arus dana tersebut mampu bertahan atau kembali mengalami pembalikan.
Sumber: Reuters
#Bitcoin #Ethereum #Crypto #BTC #ETF
⚡ SEC AS AJUKAN ATURAN BARU UNTUK PENYIMPANAN ASET CRYPTO⚡ SEC AS AJUKAN ATURAN BARU UNTUK PENYIMPANAN ASET CRYPTO Regulator pasar Amerika Serikat kembali membuat langkah penting terkait industri aset digital. Pada 1 Oktober 2026, SEC mengusulkan aturan baru mengenai custody aset crypto yang dimiliki atau dikelola oleh penasihat investasi dan dana. Tujuannya adalah memberikan kerangka yang lebih jelas mengenai bagaimana aset crypto dapat disimpan dan dikelola sesuai aturan federal yang berlaku. Ketua SEC Paul Atkins mengatakan proposal tersebut akan memberikan jalur kepatuhan yang lebih jelas bagi penasihat investasi dan dana dalam mengelola aset digital. 📌 Jika aturan ini berkembang menjadi regulasi final, dampaknya dapat terasa pada perusahaan investasi dan institusi yang mengelola aset crypto. Ini menjadi perkembangan penting karena kepastian regulasi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan institusi ketika masuk ke pasar aset digital. Sumber: Reuters #Crypto #Bitcoin #SEC #Blockchain #Ethereum

⚡ SEC AS AJUKAN ATURAN BARU UNTUK PENYIMPANAN ASET CRYPTO

⚡ SEC AS AJUKAN ATURAN BARU UNTUK PENYIMPANAN ASET CRYPTO
Regulator pasar Amerika Serikat kembali membuat langkah penting terkait industri aset digital.
Pada 1 Oktober 2026, SEC mengusulkan aturan baru mengenai custody aset crypto yang dimiliki atau dikelola oleh penasihat investasi dan dana.
Tujuannya adalah memberikan kerangka yang lebih jelas mengenai bagaimana aset crypto dapat disimpan dan dikelola sesuai aturan federal yang berlaku.
Ketua SEC Paul Atkins mengatakan proposal tersebut akan memberikan jalur kepatuhan yang lebih jelas bagi penasihat investasi dan dana dalam mengelola aset digital.
📌 Jika aturan ini berkembang menjadi regulasi final, dampaknya dapat terasa pada perusahaan investasi dan institusi yang mengelola aset crypto.
Ini menjadi perkembangan penting karena kepastian regulasi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan institusi ketika masuk ke pasar aset digital.
Sumber: Reuters
#Crypto #Bitcoin #SEC #Blockchain #Ethereum
🚨 $2,65 MILIAR MASUK KE ETF BITCOIN — APA YANG SEDANG TERJADI?Pasar crypto kembali mendapatkan sinyal menarik dari institusi. Sepanjang September 2026, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,65 miliar. Angka ini bukan kecil. Menurut data SoSoValue yang dikutip The Block, September menjadi bulan dengan arus dana masuk terbesar kedua sejak Oktober 2025. 🔥 Dan Bitcoin bukan satu-satunya yang mendapat perhatian. ETF Ethereum spot juga mencatat sekitar US$832,43 juta dana masuk sepanjang September. Artinya, meskipun arus dana Ethereum lebih rendah dibandingkan Agustus yang mencapai US$1,85 miliar, minat institusional terhadap aset crypto masih terlihat. Yang menarik, sehari sebelumnya sempat terjadi perubahan arah: ETF Bitcoin spot AS mengalami outflow sekitar US$148,7 juta, mengakhiri rentetan 9 hari inflow berturut-turut dengan total sekitar US$3,1 miliar. 📊 Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Di satu sisi, masih ada investor yang menarik dana dari ETF. Namun di sisi lain, akumulasi dana sepanjang September tetap sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa arus modal institusional masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pasar Bitcoin. 👀 Sekarang pertanyaannya: Apakah arus dana ETF yang besar ini akan terus berlanjut memasuki Oktober, atau justru mulai melambat setelah reli pasar sebelumnya? Pergerakan ETF mungkin menjadi salah satu data yang menarik untuk dipantau trader dan investor crypto dalam beberapa minggu ke depan. Sumber: The Block & data SoSoValue. #bitcoin #Crypto #BTC #ETF #Ethereum

🚨 $2,65 MILIAR MASUK KE ETF BITCOIN — APA YANG SEDANG TERJADI?

Pasar crypto kembali mendapatkan sinyal menarik dari institusi.
Sepanjang September 2026, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,65 miliar.
Angka ini bukan kecil.
Menurut data SoSoValue yang dikutip The Block, September menjadi bulan dengan arus dana masuk terbesar kedua sejak Oktober 2025.
🔥 Dan Bitcoin bukan satu-satunya yang mendapat perhatian.
ETF Ethereum spot juga mencatat sekitar US$832,43 juta dana masuk sepanjang September.
Artinya, meskipun arus dana Ethereum lebih rendah dibandingkan Agustus yang mencapai US$1,85 miliar, minat institusional terhadap aset crypto masih terlihat.
Yang menarik, sehari sebelumnya sempat terjadi perubahan arah: ETF Bitcoin spot AS mengalami outflow sekitar US$148,7 juta, mengakhiri rentetan 9 hari inflow berturut-turut dengan total sekitar US$3,1 miliar.
📊 Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Di satu sisi, masih ada investor yang menarik dana dari ETF.
Namun di sisi lain, akumulasi dana sepanjang September tetap sangat besar.
Hal ini menunjukkan bahwa arus modal institusional masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pasar Bitcoin.
👀 Sekarang pertanyaannya:
Apakah arus dana ETF yang besar ini akan terus berlanjut memasuki Oktober, atau justru mulai melambat setelah reli pasar sebelumnya?
Pergerakan ETF mungkin menjadi salah satu data yang menarik untuk dipantau trader dan investor crypto dalam beberapa minggu ke depan.
Sumber: The Block & data SoSoValue.
#bitcoin #Crypto #BTC #ETF #Ethereum
AS SIAP GELONTORKAN $74 MILIAR UNTUK DRONE — INDUSTRI DRONE MULAI JADI SOROTANAmerika Serikat mengambil langkah besar untuk mempercepat pengembangan drone, robotika, dan teknologi AI untuk kebutuhan militer. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan pembentukan Autonomous Warfare Command (AutoWarCom), sebuah komando baru yang akan berfokus pada pengembangan dan penggunaan sistem otonom serta robotika dalam militer AS. AutoWarCom ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pentagon untuk mempercepat pengadaan dan penggunaan teknologi drone dalam skala besar. 💰 Yang paling menarik adalah anggarannya. Pentagon mengusulkan sekitar $74 MILIAR untuk teknologi autonomous warfare, termasuk drone dan sistem anti-drone. Nilai tersebut menunjukkan seberapa besar perhatian pemerintah AS terhadap teknologi perang berbasis AI dan sistem tanpa awak. Selain meningkatkan produksi drone, AS juga ingin memperkuat rantai pasok domestik. Komponen seperti mesin, baling-baling, sensor, dan perangkat lainnya diharapkan dapat diproduksi dari dalam negeri atau sumber yang dianggap aman. 📈 Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertahanan. Perusahaan yang bergerak di bidang drone, robotika, AI, sensor, dan teknologi anti-drone berpotensi mendapat perhatian lebih besar dari pasar seiring meningkatnya belanja pertahanan. Beberapa saham perusahaan drone bahkan langsung menjadi perhatian investor setelah pengumuman tersebut, termasuk Ondas (ONDS), AeroVironment (AVAV), Kratos Defense (KTOS), Red Cat Holdings (RCAT), dan Unusual Machines (UMAC). Namun, pergerakan harga masing-masing saham tetap bergantung pada kondisi pasar dan perkembangan bisnis perusahaan. 🌐 Era perang berbasis drone dan AI tampaknya semakin nyata. Dengan pembentukan AutoWarCom dan rencana investasi puluhan miliar dolar, Amerika Serikat menunjukkan bahwa teknologi otonom kini menjadi bagian penting dari strategi pertahanan masa depan. Pertanyaannya: apakah belanja besar-besaran ini akan memicu gelombang baru investasi di industri drone dan AI? Sumber: Reuters, Wall Street Journal #Aİ #Drone #Defense #Technology #Stocks

AS SIAP GELONTORKAN $74 MILIAR UNTUK DRONE — INDUSTRI DRONE MULAI JADI SOROTAN

Amerika Serikat mengambil langkah besar untuk mempercepat pengembangan drone, robotika, dan teknologi AI untuk kebutuhan militer.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan pembentukan Autonomous Warfare Command (AutoWarCom), sebuah komando baru yang akan berfokus pada pengembangan dan penggunaan sistem otonom serta robotika dalam militer AS.
AutoWarCom ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pentagon untuk mempercepat pengadaan dan penggunaan teknologi drone dalam skala besar.
💰 Yang paling menarik adalah anggarannya.
Pentagon mengusulkan sekitar $74 MILIAR untuk teknologi autonomous warfare, termasuk drone dan sistem anti-drone. Nilai tersebut menunjukkan seberapa besar perhatian pemerintah AS terhadap teknologi perang berbasis AI dan sistem tanpa awak.
Selain meningkatkan produksi drone, AS juga ingin memperkuat rantai pasok domestik. Komponen seperti mesin, baling-baling, sensor, dan perangkat lainnya diharapkan dapat diproduksi dari dalam negeri atau sumber yang dianggap aman.
📈 Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertahanan.
Perusahaan yang bergerak di bidang drone, robotika, AI, sensor, dan teknologi anti-drone berpotensi mendapat perhatian lebih besar dari pasar seiring meningkatnya belanja pertahanan.
Beberapa saham perusahaan drone bahkan langsung menjadi perhatian investor setelah pengumuman tersebut, termasuk Ondas (ONDS), AeroVironment (AVAV), Kratos Defense (KTOS), Red Cat Holdings (RCAT), dan Unusual Machines (UMAC). Namun, pergerakan harga masing-masing saham tetap bergantung pada kondisi pasar dan perkembangan bisnis perusahaan.
🌐 Era perang berbasis drone dan AI tampaknya semakin nyata.
Dengan pembentukan AutoWarCom dan rencana investasi puluhan miliar dolar, Amerika Serikat menunjukkan bahwa teknologi otonom kini menjadi bagian penting dari strategi pertahanan masa depan.
Pertanyaannya: apakah belanja besar-besaran ini akan memicu gelombang baru investasi di industri drone dan AI?
Sumber: Reuters, Wall Street Journal
#Aİ #Drone #Defense #Technology #Stocks
Artikel
🚨 BOOM DATA CENTER AS MULAI TERHAMBAT — ADA MASALAH BESAR DI BALIK LEDAKAN AILedakan investasi AI dan data center di Amerika Serikat memang belum berhenti. Namun, semakin besar industrinya berkembang, semakin banyak pula hambatan yang mulai muncul ⚡ Masalah utamanya: listrik. Data center membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar. Bahkan, konsumsi listrik sektor ini diperkirakan dapat mencapai 17% dari total konsumsi listrik AS pada 2030 dan berpotensi mendekati 20% pada 2035. Namun, kapasitas jaringan listrik tidak selalu mampu mengejar pertumbuhan tersebut. Akibatnya, sejumlah proyek data center menghadapi: • keterbatasan kapasitas listrik • antrean pembangunan jaringan • kekurangan transformator dan peralatan listrik • kekurangan tenaga kerja terampil • proses perizinan yang lebih rumit • penolakan dari masyarakat sekitar 💥 Yang menarik, masalahnya bukan hanya soal listrik. Transformator yang dibutuhkan untuk proyek besar dilaporkan dapat memiliki waktu tunggu sekitar 2–3 tahun. Sementara itu, peralatan pembangkit seperti turbin gas juga menghadapi antrean pesanan Goldman Sachs memperkirakan hanya sekitar 50–60% kapasitas data center yang direncanakan dapat beroperasi sesuai jadwal dalam dua tahun ke depan, akibat penundaan dan pembatalan proyek. Karena itu, beberapa pengembang mulai mencari solusi alternatif, termasuk membangun pembangkit listrik sendiri di dekat data center. 📌 Kenapa ini penting untuk diperhatikan? Pertumbuhan AI membutuhkan tiga hal besar: AI → Data Center → Listrik Jika salah satu bagian mengalami keterbatasan, ekspansi industri AI juga bisa ikut melambat. Dan ketika kebutuhan komputasi AI terus meningkat, persoalan energi berpotensi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan seberapa cepat infrastruktur AI dapat berkembang. 🔎 Menurut kamu, apakah keterbatasan listrik akan menjadi “bottleneck” terbesar bagi pertumbuhan AI dalam beberapa tahun ke depan. #AI #Bitcoin #DataCenter #Tech #Energy

🚨 BOOM DATA CENTER AS MULAI TERHAMBAT — ADA MASALAH BESAR DI BALIK LEDAKAN AI

Ledakan investasi AI dan data center di Amerika Serikat memang belum berhenti. Namun, semakin besar industrinya berkembang, semakin banyak pula hambatan yang mulai muncul
⚡ Masalah utamanya: listrik.
Data center membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar. Bahkan, konsumsi listrik sektor ini diperkirakan dapat mencapai 17% dari total konsumsi listrik AS pada 2030 dan berpotensi mendekati 20% pada 2035.
Namun, kapasitas jaringan listrik tidak selalu mampu mengejar pertumbuhan tersebut.
Akibatnya, sejumlah proyek data center menghadapi:
• keterbatasan kapasitas listrik
• antrean pembangunan jaringan
• kekurangan transformator dan peralatan listrik
• kekurangan tenaga kerja terampil
• proses perizinan yang lebih rumit
• penolakan dari masyarakat sekitar
💥 Yang menarik, masalahnya bukan hanya soal listrik.
Transformator yang dibutuhkan untuk proyek besar dilaporkan dapat memiliki waktu tunggu sekitar 2–3 tahun. Sementara itu, peralatan pembangkit seperti turbin gas juga menghadapi antrean pesanan
Goldman Sachs memperkirakan hanya sekitar 50–60% kapasitas data center yang direncanakan dapat beroperasi sesuai jadwal dalam dua tahun ke depan, akibat penundaan dan pembatalan proyek.
Karena itu, beberapa pengembang mulai mencari solusi alternatif, termasuk membangun pembangkit listrik sendiri di dekat data center.
📌 Kenapa ini penting untuk diperhatikan?
Pertumbuhan AI membutuhkan tiga hal besar:
AI → Data Center → Listrik
Jika salah satu bagian mengalami keterbatasan, ekspansi industri AI juga bisa ikut melambat.
Dan ketika kebutuhan komputasi AI terus meningkat, persoalan energi berpotensi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan seberapa cepat infrastruktur AI dapat berkembang.
🔎 Menurut kamu, apakah keterbatasan listrik akan menjadi “bottleneck” terbesar bagi pertumbuhan AI dalam beberapa tahun ke depan.
#AI #Bitcoin #DataCenter #Tech #Energy
Bitcoin Depot Setuju Bayar $1.9 Juta untuk Kompensasi Korban Scam ATM di Maine Bitcoin Depot, salah satu operator kios crypto terbesar di AS mencapai kesepakatan dengan negara bagian Maine untuk membayar $1, 9 juta sebagai kompensasi bagi korban scam ATM Bitcoin yang melibatkan penipu pihak ketiga antara 2022 dan 2025. Perusahaan tidak mengakui kesalahan apa pun, tetapi dana tersebut akan digunakan untuk mengganti kerugian konsumen yang tertipu melalui mesin kios mereka, dengan korban yang memenuhi syarat dapat mengajukan klaim hingga 1 April 2026. Kesepakatan ini diumumkan setelah investigasi dua tahun oleh Maine Bureau of Consumer Credit Protection, menandai resolusi atas kasus di mana scammers memanfaatkan ATM untuk menipu pengguna. Otoritas AS menyatakan bahwa ATM Bitcoin tetap menjadi vektor utama untuk scam, dengan kerugian total melebihi $333 juta pada 2025, yang mendorong regulasi lebih ketat di tingkat negara bagian.Kesepakatan ini mencakup pemberian lisensi money transmitter kepada Bitcoin Depot di Maine, meskipun perusahaan harus mematuhi persyaratan baru untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. Insiden ini menyoroti kerentanan berkelanjutan di industri kios crypto, di mana fraudster sering menggunakan teknik seperti impersonasi atau skema investasi palsu untuk menargetkan pengguna.
Bitcoin Depot Setuju Bayar $1.9 Juta untuk Kompensasi Korban Scam ATM di Maine Bitcoin Depot, salah satu operator kios crypto terbesar di AS mencapai kesepakatan dengan negara bagian Maine untuk membayar $1, 9 juta sebagai kompensasi bagi korban scam ATM Bitcoin
yang melibatkan penipu pihak ketiga antara 2022 dan 2025. Perusahaan tidak mengakui kesalahan apa pun, tetapi dana tersebut akan digunakan untuk mengganti kerugian konsumen yang tertipu melalui mesin kios mereka, dengan korban yang memenuhi syarat dapat
mengajukan klaim hingga 1 April 2026.
Kesepakatan ini diumumkan setelah investigasi
dua tahun oleh Maine Bureau of Consumer
Credit Protection, menandai resolusi atas kasus di mana scammers memanfaatkan ATM untuk menipu pengguna. Otoritas AS menyatakan
bahwa ATM Bitcoin tetap menjadi vektor utama
untuk scam, dengan kerugian total melebihi
$333 juta pada 2025, yang mendorong regulasi
lebih ketat di tingkat negara bagian.Kesepakatan ini mencakup pemberian lisensi
money transmitter kepada Bitcoin Depot di
Maine, meskipun perusahaan harus mematuhi
persyaratan baru untuk mencegah
penyalahgunaan lebih lanjut. Insiden ini
menyoroti kerentanan berkelanjutan di
industri kios crypto, di mana fraudster sering
menggunakan teknik seperti impersonasi atau
skema investasi palsu untuk menargetkan
pengguna.
Ratusan ribu trader terlikuidasi dengan total kehilangan US$10,9 miliar atau Rp181,83 triliun dalam 24 jam terakhir. Sebanyak US$8,45 miliar berasal dari posisi long, dan US$1,63 miliar berasal dari posisi short. Bitcoin mengalami kerugian terbesar dengan likuidasi sebesar US$2,49 miliar usai token tersebut sempat jatuh hingga US$101.000. Kemudian diikuti oleh Ethereum sebesar US$2,25 miliar karena jatuh ke US$3.900. Hal ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melayangkan tarif luar biasa kepada China, Jumat (10/10). Ambruknya Bitcoin juga berimbas pada kerugian Solana, XRP, dan Dogecoin senilai lebih dari US$1,4 miliar. Hal tersebut juga membuat ketiganya merosot puluhan persen dengan XRP yang kini dibanderol US$2,3, Solana US$194, dan Dogecoin US$0,1794. Meski begitu, pasar crypto perlahan pulih dari kerugian dengan Bitcoin bertahan di level US$113.000 usai sempat jatuh di bawah US$105 ribu.
Ratusan ribu trader terlikuidasi dengan total kehilangan US$10,9 miliar atau Rp181,83 triliun dalam 24 jam terakhir. Sebanyak US$8,45 miliar berasal dari posisi long, dan US$1,63 miliar berasal dari posisi short.

Bitcoin mengalami kerugian terbesar dengan likuidasi sebesar US$2,49 miliar usai token tersebut sempat jatuh hingga US$101.000. Kemudian diikuti oleh Ethereum sebesar US$2,25 miliar karena jatuh ke US$3.900.

Hal ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melayangkan tarif luar biasa kepada China, Jumat (10/10).

Ambruknya Bitcoin juga berimbas pada kerugian Solana, XRP, dan Dogecoin senilai lebih dari US$1,4 miliar. Hal tersebut juga membuat ketiganya merosot puluhan persen dengan XRP yang kini dibanderol US$2,3, Solana US$194, dan Dogecoin US$0,1794.

Meski begitu, pasar crypto perlahan pulih dari kerugian dengan Bitcoin bertahan di level US$113.000 usai sempat jatuh di bawah US$105 ribu.
Aksi ambil untung alias profit-taking di pasar Bitcoin masih tergolong rendah, meski harga crypto tersebut sempat menembus rekor baru di atas US$126.000 pada awal pekan ini. Menurut laporan lembaga analitik on-chain CryptoQuant, kondisi ini menunjukkan reli Bitcoin kemungkinan masih akan berlanjut dan tanda puncak harga belum terlihat dalam waktu dekat. Dalam 30 hari terakhir, total keuntungan bersih yang direalisasikan pemegang Bitcoin hanya 0,26 juta BTC atau senilai US$30 miliar. Angka tersebut 50% lebih rendah dibandingkan bulan Juli yang mencapai 0,53 juta BTC, dan jauh di bawah puncak sebelumnya pada Maret serta Desember 2024 yang masing-masing US$78 miliar dan US$99 miliar. Rendahnya realisasi keuntungan ini menandakan sebagian besar investor lebih memilih menahan aset ketimbang menjualnya. Kepala Riset CryptoQuant Julio Moreno menjelaskan selama momentum keuntungan yang direalisasikan masih positif, maka tren kenaikan harga Bitcoin masih berpotensi berlanjut. “Biasanya pasar bullish berakhir ketika para pemegang mulai menjual di tengah penurunan margin keuntungan,” ujarnya. CryptoQuant juga mencatat bahwa pemegang jangka panjang (long-term holders) masih mencatat margin keuntungan sekitar 129%, jauh di bawah puncak ekstrem sekitar 300% pada siklus sebelumnya. Bahkan, pergerakan Bitcoin dari wallet OG, yang sudah menyimpan aset ini selama lebih dari satu dekade, masih tergolong minim, hanya sekitar 5.000 BTC dalam sebulan terakhir.
Aksi ambil untung alias profit-taking di pasar Bitcoin masih tergolong rendah, meski harga crypto tersebut sempat menembus rekor baru di atas US$126.000 pada awal pekan ini.

Menurut laporan lembaga analitik on-chain CryptoQuant, kondisi ini menunjukkan reli Bitcoin kemungkinan masih akan berlanjut dan tanda puncak harga belum terlihat dalam waktu dekat.

Dalam 30 hari terakhir, total keuntungan bersih yang direalisasikan pemegang Bitcoin hanya 0,26 juta BTC atau senilai US$30 miliar.

Angka tersebut 50% lebih rendah dibandingkan bulan Juli yang mencapai 0,53 juta BTC, dan jauh di bawah puncak sebelumnya pada Maret serta Desember 2024 yang masing-masing US$78 miliar dan US$99 miliar.

Rendahnya realisasi keuntungan ini menandakan sebagian besar investor lebih memilih menahan aset ketimbang menjualnya.

Kepala Riset CryptoQuant Julio Moreno menjelaskan selama momentum keuntungan yang direalisasikan masih positif, maka tren kenaikan harga Bitcoin masih berpotensi berlanjut.

“Biasanya pasar bullish berakhir ketika para pemegang mulai menjual di tengah penurunan margin keuntungan,” ujarnya.

CryptoQuant juga mencatat bahwa pemegang jangka panjang (long-term holders) masih mencatat margin keuntungan sekitar 129%, jauh di bawah puncak ekstrem sekitar 300% pada siklus sebelumnya.

Bahkan, pergerakan Bitcoin dari wallet OG, yang sudah menyimpan aset ini selama lebih dari satu dekade, masih tergolong minim, hanya sekitar 5.000 BTC dalam sebulan terakhir.
Pendiri BitMEX Arthur Hayes menyatakan pola siklus empat tahunan Bitcoin (BTC) kini sudah tidak relevan lagi. Ia menegaskan pergerakan Bitcoin bukan lagi ditentukan pola halving, melainkan likuiditas global. “Banyak yang mencoba memprediksi akhir reli ini dengan pola lama, tapi pola tersebut tidak akan berlaku,” ujarnya dalam blog pribadi, Kamis (09/10). Hayes menjelaskan siklus sebelumnya berakhir ketika kondisi moneter diperketat, bukan karena waktu empat tahunan. Menurutnya, pasar kini dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan China yang sama-sama berorientasi pada pelonggaran uang. Terlebih lagi, The Fed juga telah memulai pemangkasan suku bunga meskipun inflasi masih di atas target, dengan kemungkinan dua kali pemotongan lagi hingga akhir tahun. “Uang akan dibuat lebih murah dan lebih banyak, dan Bitcoin akan terus naik mengikuti arah itu,” ungkap Hayes. Ia juga menambahkan bahwa China kali ini tidak akan menjadi penghambat seperti sebelumnya. Pemerintah di Beijing kini justru berusaha mengakhiri tekanan deflasi, bukan lagi menguras likuiditas dari pasar. Langkah ini, kata Hayes, memberi ruang bagi ekspansi moneter Amerika untuk mendorong harga Bitcoin tanpa ada tekanan dari sisi China.
Pendiri BitMEX Arthur Hayes menyatakan pola siklus empat tahunan Bitcoin (BTC) kini sudah tidak relevan lagi. Ia menegaskan pergerakan Bitcoin bukan lagi ditentukan pola halving, melainkan likuiditas global.

“Banyak yang mencoba memprediksi akhir reli ini dengan pola lama, tapi pola tersebut tidak akan berlaku,” ujarnya dalam blog pribadi, Kamis (09/10).

Hayes menjelaskan siklus sebelumnya berakhir ketika kondisi moneter diperketat, bukan karena waktu empat tahunan. Menurutnya, pasar kini dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan China yang sama-sama berorientasi pada pelonggaran uang.

Terlebih lagi, The Fed juga telah memulai pemangkasan suku bunga meskipun inflasi masih di atas target, dengan kemungkinan dua kali pemotongan lagi hingga akhir tahun.

“Uang akan dibuat lebih murah dan lebih banyak, dan Bitcoin akan terus naik mengikuti arah itu,” ungkap Hayes.

Ia juga menambahkan bahwa China kali ini tidak akan menjadi penghambat seperti sebelumnya. Pemerintah di Beijing kini justru berusaha mengakhiri tekanan deflasi, bukan lagi menguras likuiditas dari pasar.

Langkah ini, kata Hayes, memberi ruang bagi ekspansi moneter Amerika untuk mendorong harga Bitcoin tanpa ada tekanan dari sisi China.
Zcash (ZEC) meroket 35% dalam 24 jam terakhir yang membuatnya kini dibanderol lebih dari US$180. Tak hanya itu, kapitalisasi pasarnya juga melonjak 35% menjadi US$2,94 miliar, yang membuatnya kini menempati posisi ke-40 sebagai crypto terbesar di dunia hanya dalam hitungan hari. Lonjakan harga Zcash didorong oleh masuknya institusi besar dan meningkatnya dukungan dari tokoh berpengaruh. Grayscale, manajer aset digital ternama, baru saja meluncurkan trust fund (dana amanah) untuk ZEC, memberi akses bagi investor institusional dan memunculkan spekulasi bahwa ETF ZEC bisa segera diajukan. Langkah tersebut menarik minat investor besar yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka di luar Bitcoin dan Ethereum. Selain itu, tokoh-tokoh terkenal seperti Mert Mumtaz dan Naval Ravikant turut mempromosikan fitur privasi Zcash, memicu antusiasme pasar. Dalam konteks global yang semakin ketat terhadap transparansi keuangan, permintaan terhadap koin privasi seperti ZEC kembali meningkat, terutama karena teknologi “shielded transactions”-nya yang memungkinkan pengguna menjaga kerahasiaan saldo dan transaksi.
Zcash (ZEC) meroket 35% dalam 24 jam terakhir yang membuatnya kini dibanderol lebih dari US$180. Tak hanya itu, kapitalisasi pasarnya juga melonjak 35% menjadi US$2,94 miliar, yang membuatnya kini menempati posisi ke-40 sebagai crypto terbesar di dunia hanya dalam hitungan hari.

Lonjakan harga Zcash didorong oleh masuknya institusi besar dan meningkatnya dukungan dari tokoh berpengaruh.

Grayscale, manajer aset digital ternama, baru saja meluncurkan trust fund (dana amanah) untuk ZEC, memberi akses bagi investor institusional dan memunculkan spekulasi bahwa ETF ZEC bisa segera diajukan.

Langkah tersebut menarik minat investor besar yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka di luar Bitcoin dan Ethereum.

Selain itu, tokoh-tokoh terkenal seperti Mert Mumtaz dan Naval Ravikant turut mempromosikan fitur privasi Zcash, memicu antusiasme pasar.

Dalam konteks global yang semakin ketat terhadap transparansi keuangan, permintaan terhadap koin privasi seperti ZEC kembali meningkat, terutama karena teknologi “shielded transactions”-nya yang memungkinkan pengguna menjaga kerahasiaan saldo dan transaksi.
Setelah sebelumnya berhasil memprediksi dengan tepat lonjakan Bitcoin (BTC) hingga menembus rekor baru di kisaran US$126.000. Selain Bitcoin, pelaku pasar juga sebelumnya meramalkan terjadinya penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) pada 1 Oktober lalu, dan terbukti benar. Menariknya, kini pelaku pasar di Polymarket mulai beralih ke target berikutnya, yakni Aster (ASTER). Mereka menilai, Aster berpeluang mencetak all-time high (ATH) baru sebelum akhir tahun, bahkan probabilitasnya sudah mencapai 73%. Adapun, menurut data CoinMarketCap, harga Aster saat ini berada di level US$1,95 setelah anjlok 19,34% dari rekor tertingginya di US$2,42. Meski begitu, keyakinan pasar tetap tinggi bahwa tren bullish akan segera kembali. Optimisme tersebut kian diperkuat oleh langkah Binance yang resmi meluncurkan produk keuangan baru untuk Aster. Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat membeli ASTER menggunakan kartu kredit, memperdagangkannya lewat pasangan baru, hingga berpartisipasi dalam program Simple Earn di platform Binance
Setelah sebelumnya berhasil memprediksi dengan tepat lonjakan Bitcoin (BTC) hingga menembus rekor baru di kisaran US$126.000. Selain Bitcoin, pelaku pasar juga sebelumnya meramalkan terjadinya penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) pada 1 Oktober lalu, dan terbukti benar.

Menariknya, kini pelaku pasar di Polymarket mulai beralih ke target berikutnya, yakni Aster (ASTER). Mereka menilai, Aster berpeluang mencetak all-time high (ATH) baru sebelum akhir tahun, bahkan probabilitasnya sudah mencapai 73%.

Adapun, menurut data CoinMarketCap, harga Aster saat ini berada di level US$1,95 setelah anjlok 19,34% dari rekor tertingginya di US$2,42. Meski begitu, keyakinan pasar tetap tinggi bahwa tren bullish akan segera kembali.

Optimisme tersebut kian diperkuat oleh langkah Binance yang resmi meluncurkan produk keuangan baru untuk Aster. Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat membeli ASTER menggunakan kartu kredit, memperdagangkannya lewat pasangan baru, hingga berpartisipasi dalam program Simple Earn di platform Binance
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dilaporkan masih memegang sekitar 8.285 keping Bitcoin (BTC) dengan total nilai yang kini telah mencapai US$1,01 miliar, melansir Arkham Intelligence pada Rabu (08/10). Namun, fakta menarik muncul dari catatan kepemilikan lama SpaceX. Di mana pada Februari awal 2021, perusahaan ini sebenarnya sempat menggenggam 25.724 Bitcoin, sebelum akhirnya menjual 17.439 keping atau sekitar 68% dari total asetnya pada September 2024 lalu. Jika SpaceX memilih untuk mempertahankan seluruh kepemilikan Bitcoinnya hingga saat ini, keuntungan yang bisa mereka raih bakal jauh lebih besar lagi. Pasalnya, dengan harga Bitcoin yang kini berada di kisaran US$122.000 per koin alias meroket 200% sejak awal pembelian, perusahaan itu berpotensi meraup cuan hingga US$3,1 miliar atau setara Rp52 triliun. Meski begitu, keputusan menjual sebagian besar Bitcoin di masa lalu tampaknya sudah menjadi strategi bisnis yang telah diperhitungkan. Kini, dengan sisa kepemilikan yang tetap bernilai fantastis, SpaceX masih masuk jajaran korporasi tertutup terbesar ke-4 yang sukses memanfaatkan peluang di pasar aset digital khususnya Bitcoin, melansir BitcoinTreasuries.
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dilaporkan masih memegang sekitar 8.285 keping Bitcoin (BTC) dengan total nilai yang kini telah mencapai US$1,01 miliar, melansir Arkham Intelligence pada Rabu (08/10).

Namun, fakta menarik muncul dari catatan kepemilikan lama SpaceX. Di mana pada Februari awal 2021, perusahaan ini sebenarnya sempat menggenggam 25.724 Bitcoin, sebelum akhirnya menjual 17.439 keping atau sekitar 68% dari total asetnya pada September 2024 lalu.

Jika SpaceX memilih untuk mempertahankan seluruh kepemilikan Bitcoinnya hingga saat ini, keuntungan yang bisa mereka raih bakal jauh lebih besar lagi.

Pasalnya, dengan harga Bitcoin yang kini berada di kisaran US$122.000 per koin alias meroket 200% sejak awal pembelian, perusahaan itu berpotensi meraup cuan hingga US$3,1 miliar atau setara Rp52 triliun.

Meski begitu, keputusan menjual sebagian besar Bitcoin di masa lalu tampaknya sudah menjadi strategi bisnis yang telah diperhitungkan.

Kini, dengan sisa kepemilikan yang tetap bernilai fantastis, SpaceX masih masuk jajaran korporasi tertutup terbesar ke-4 yang sukses memanfaatkan peluang di pasar aset digital khususnya Bitcoin, melansir BitcoinTreasuries.
Sektor memecoin ambruk yang dipimpin Dogecoin (DOGE) dengan minus 8,21% ke US$0,2450 pada perdagangan hari ini, Rabu (08/10). Padahal, token tersebut sempat melonjak ke level US$0,2698 kemarin. Penurunan ini terjadi usai pasar crypto kompak koreksi, dengan Bitcoin turun 3% dari rekor tertingginya dan dibanderol US$121.000. Koreksi pada pasar memecoin juga terjadi pada Fartcoin (FARTCOIN) 13% menjadi US$0,6281, Pepe (PEPE) turun 7,82% menjadi US$0,00001219 dan Shiba Inu (SHIB) turun 5,39% menjadi US$0,00001209. Sedangkan Floki (FLOKI) mengalami penurunan yang lebih kecil, yakni 5,87% menjadi US$0,0009657. Token terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tak luput dari penurunan, sebesar 4,82% yang membuatnya kini dibanderol US$7,53. Artinya, token tersebut telah turun sekitar 83% dari rekor tertingginya yang dicapai setelah Trump dilantik pada Januari lalu.
Sektor memecoin ambruk yang dipimpin Dogecoin (DOGE) dengan minus 8,21% ke US$0,2450 pada perdagangan hari ini, Rabu (08/10). Padahal, token tersebut sempat melonjak ke level US$0,2698 kemarin.

Penurunan ini terjadi usai pasar crypto kompak koreksi, dengan Bitcoin turun 3% dari rekor tertingginya dan dibanderol US$121.000.

Koreksi pada pasar memecoin juga terjadi pada Fartcoin (FARTCOIN) 13% menjadi US$0,6281, Pepe (PEPE) turun 7,82% menjadi US$0,00001219 dan Shiba Inu (SHIB) turun 5,39% menjadi US$0,00001209.

Sedangkan Floki (FLOKI) mengalami penurunan yang lebih kecil, yakni 5,87% menjadi US$0,0009657.

Token terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tak luput dari penurunan, sebesar 4,82% yang membuatnya kini dibanderol US$7,53. Artinya, token tersebut telah turun sekitar 83% dari rekor tertingginya yang dicapai setelah Trump dilantik pada Januari lalu.
jika $ETH resistance ini tembus ada kemungkinan $ETH balik ke $4200
jika $ETH resistance ini tembus ada kemungkinan $ETH balik ke $4200
$PUMP Sangat Kuat Saat Market Koreksi Guys 🤑🤑
$PUMP Sangat Kuat Saat Market Koreksi Guys 🤑🤑
Ferrari kini resmi membuka pintu bagi para miliuner crypto untuk membeli mobil sport mewah mereka dengan aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga stablecoin USDC. Kebijakan baru ini berlaku di Amerika Serikat melalui kerja sama dengan perusahaan pemroses pembayaran BitPay yang akan mengonversi crypto menjadi uang fiat bagi dealer Ferrari. Chief Marketing and Commercial Officer Ferrari Enrico Galliera mengatakan langkah ini ditujukan untuk menjangkau generasi baru pelanggan yang kekayaannya berasal dari aset digital. “Sebagian dari mereka adalah investor muda yang membangun kekayaan lewat crypto. Langkah ini akan membantu kami terhubung dengan pembeli yang sebelumnya bukan pelanggan tradisional Ferrari,” ujar Galliera, melansir Reuters. Ferrari bergabung dengan deretan produsen mobil lain yang menerima pembayaran crypto, seperti Lamborghini, Nissan, dan BMW di beberapa dealer AS. Sebelumnya, Tesla juga sempat mengizinkan pembelian mobil dengan Bitcoin sebelum menghentikannya pada 2021 akibat kekhawatiran Elon Musk terhadap emisi energi dari penambangan Bitcoin, meski kini Tesla mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan kebijakan itu di masa depan.
Ferrari kini resmi membuka pintu bagi para miliuner crypto untuk membeli mobil sport mewah mereka dengan aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga stablecoin USDC.

Kebijakan baru ini berlaku di Amerika Serikat melalui kerja sama dengan perusahaan pemroses pembayaran BitPay yang akan mengonversi crypto menjadi uang fiat bagi dealer Ferrari.

Chief Marketing and Commercial Officer Ferrari Enrico Galliera mengatakan langkah ini ditujukan untuk menjangkau generasi baru pelanggan yang kekayaannya berasal dari aset digital.

“Sebagian dari mereka adalah investor muda yang membangun kekayaan lewat crypto. Langkah ini akan membantu kami terhubung dengan pembeli yang sebelumnya bukan pelanggan tradisional Ferrari,” ujar Galliera, melansir Reuters.

Ferrari bergabung dengan deretan produsen mobil lain yang menerima pembayaran crypto, seperti Lamborghini, Nissan, dan BMW di beberapa dealer AS.

Sebelumnya, Tesla juga sempat mengizinkan pembelian mobil dengan Bitcoin sebelum menghentikannya pada 2021 akibat kekhawatiran Elon Musk terhadap emisi energi dari penambangan Bitcoin, meski kini Tesla mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan kebijakan itu di masa depan.
Binance Coin (BNB) berhasil menyalip XRP dan menjadi crypto terbesar ketiga di dunia, Selasa (07/10) usai meroket 27,19% dalam sepekan. Diketahui, kapitalisasi pasar token asli bursa crypto Binance tersebut meningkat lebih dari 5% menjadi US$178,42 miliar. Nilai tersebut resmi mengalahkan kapitalisasi pasar XRP yang turun 0,53% menjadi US$178,19 miliar dalam 24 jam terakhir. BNB telah mengalami reli yang fantastis pada awal Oktober ini, dan telah naik 47,16% dalam sebulan terakhir yang membuatnya mencapai rekor tertinggi pada level US$1.283. Di sisi lain, XRP masih stagnan pada angka US$3 meski pasar crypto secara keseluruhan menghijau, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
Binance Coin (BNB) berhasil menyalip XRP dan menjadi crypto terbesar ketiga di dunia, Selasa (07/10) usai meroket 27,19% dalam sepekan.

Diketahui, kapitalisasi pasar token asli bursa crypto Binance tersebut meningkat lebih dari 5% menjadi US$178,42 miliar. Nilai tersebut resmi mengalahkan kapitalisasi pasar XRP yang turun 0,53% menjadi US$178,19 miliar dalam 24 jam terakhir.

BNB telah mengalami reli yang fantastis pada awal Oktober ini, dan telah naik 47,16% dalam sebulan terakhir yang membuatnya mencapai rekor tertinggi pada level US$1.283. Di sisi lain, XRP masih stagnan pada angka US$3 meski pasar crypto secara keseluruhan menghijau, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
Pendiri Litecoin (LTC) Charlie Lee secara mengejutkan mengaku menyesal telah menciptakan mata uang crypto tersebut. Dalam sebuah wawancara, ia menyarankan agar orang sepertinya seharusnya hanya membeli Bitcoin (BTC), menyimpannya, dan tidak menjualnya sama sekali. “Saran saya untuk diri sendiri sebenarnya sederhana, beli Bitcoin, simpan baik-baik, jangan dijual, dan jangan ikut campur hal lain di dunia crypto,” ujar Lee. Ia menambahkan menjadi anonim dan tidak terlalu terlibat mungkin akan membuat hidupnya lebih tenang dan hasilnya justru lebih baik. Lee juga secara jujur mengakui menciptakan Litecoin tidak membuatnya lebih kaya. “Membuat Litecoin justru membawa banyak pusing. Andai dulu saya hanya membeli Bitcoin dan menyimpannya, hasilnya mungkin lebih memuaskan,” tambahnya. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian komunitas crypto. Pasalnya, banyak yang menilai komentar Lee sebagai refleksi jujur, sekaligus pengingat terkadang strategi paling sederhana bisa menjadi yang paling bijak.
Pendiri Litecoin (LTC) Charlie Lee secara mengejutkan mengaku menyesal telah menciptakan mata uang crypto tersebut. Dalam sebuah wawancara, ia menyarankan agar orang sepertinya seharusnya hanya membeli Bitcoin (BTC), menyimpannya, dan tidak menjualnya sama sekali.

“Saran saya untuk diri sendiri sebenarnya sederhana, beli Bitcoin, simpan baik-baik, jangan dijual, dan jangan ikut campur hal lain di dunia crypto,” ujar Lee.

Ia menambahkan menjadi anonim dan tidak terlalu terlibat mungkin akan membuat hidupnya lebih tenang dan hasilnya justru lebih baik. Lee juga secara jujur mengakui menciptakan Litecoin tidak membuatnya lebih kaya.

“Membuat Litecoin justru membawa banyak pusing. Andai dulu saya hanya membeli Bitcoin dan menyimpannya, hasilnya mungkin lebih memuaskan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian komunitas crypto. Pasalnya, banyak yang menilai komentar Lee sebagai refleksi jujur, sekaligus pengingat terkadang strategi paling sederhana bisa menjadi yang paling bijak.
Jauh sebelum Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin (BTC), tokoh visioner asal Amerika Serikat, Richard Buckminster Fuller, telah membayangkan sistem ekonomi baru berbasis energi sejak tahun 60-an. Meskipun tidak menyebut Bitcoin secara harfiah, ia memprediksi munculnya bentuk uang digital jauh sebelum istilah crypto dikenal dunia, “Saya akan berbicara tentang sesuatu yang akan menjadi salah satu kesadaran besar pada tahun 2000,” ujarnya dalam wawancara pada 1967. Fuller menjelaskan tentang mata uang baru yang akan memicu revolusi kekayaan pada 2018. Adapun, pandangannya tentang sistem keuangan masa depan sejalan dengan gagasan ekonom seperti Friedrich Hayek dan Milton Friedman, yang juga memprediksi hadirnya uang digital. “Sebuah sistem akuntansi ilmiah yang realistis, di mana kekayaan bukan lagi emas seperti zaman bajak laut, melainkan energi,” lanjutnya. Fuller juga dikenal sebagai ‘kakek dari masa depan’ karena selalu menolak sistem lama yang dianggap usang dan tidak efisien. Untuk itu, dirinya menegaskan perlunya sistem baru yang adil serta berbasis keilmuan. Di sisi lain, Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, juga menilai Fuller meramalkan blockchain. Dalam pengalamannya bertemu langsung dengan sang penemu pada 1980-an, Kiyosaki meyakini apa yang diprediksi Fuller sebenarnya adalah blockchain, pondasi dari cryptocurrency saat ini. Gagasannya tentang ekonomi digital juga tertuang dalam buku terkenalnya berjudul Critical Path (1981). Dalam buku itu, ia menulis komputer akan memungkinkan sistem distribusi kekayaan secara elektronik melalui permainan digital yang transparan dan tanpa otoritas pusat. Menurutnya, sistem seperti ini akan menggerakkan barang dan jasa secara efisien, dengan insentif bagi mereka yang mau berpartisipasi, mirip Bitcoin.
Jauh sebelum Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin (BTC), tokoh visioner asal Amerika Serikat, Richard Buckminster Fuller, telah membayangkan sistem ekonomi baru berbasis energi sejak tahun 60-an. Meskipun tidak menyebut Bitcoin secara harfiah, ia memprediksi munculnya bentuk uang digital jauh sebelum istilah crypto dikenal dunia,

“Saya akan berbicara tentang sesuatu yang akan menjadi salah satu kesadaran besar pada tahun 2000,” ujarnya dalam wawancara pada 1967.

Fuller menjelaskan tentang mata uang baru yang akan memicu revolusi kekayaan pada 2018. Adapun, pandangannya tentang sistem keuangan masa depan sejalan dengan gagasan ekonom seperti Friedrich Hayek dan Milton Friedman, yang juga memprediksi hadirnya uang digital.

“Sebuah sistem akuntansi ilmiah yang realistis, di mana kekayaan bukan lagi emas seperti zaman bajak laut, melainkan energi,” lanjutnya.

Fuller juga dikenal sebagai ‘kakek dari masa depan’ karena selalu menolak sistem lama yang dianggap usang dan tidak efisien. Untuk itu, dirinya menegaskan perlunya sistem baru yang adil serta berbasis keilmuan.

Di sisi lain, Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, juga menilai Fuller meramalkan blockchain. Dalam pengalamannya bertemu langsung dengan sang penemu pada 1980-an, Kiyosaki meyakini apa yang diprediksi Fuller sebenarnya adalah blockchain, pondasi dari cryptocurrency saat ini.

Gagasannya tentang ekonomi digital juga tertuang dalam buku terkenalnya berjudul Critical Path (1981). Dalam buku itu, ia menulis komputer akan memungkinkan sistem distribusi kekayaan secara elektronik melalui permainan digital yang transparan dan tanpa otoritas pusat.

Menurutnya, sistem seperti ini akan menggerakkan barang dan jasa secara efisien, dengan insentif bagi mereka yang mau berpartisipasi, mirip Bitcoin.
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Bergabunglah dengan pengguna kripto global di Binance Square
⚡️ Dapatkan informasi terbaru dan berguna tentang kripto.
💬 Dipercayai oleh bursa kripto terbesar di dunia.
👍 Temukan wawasan nyata dari kreator terverifikasi.
Email/Nomor Ponsel
Sitemap
Preferensi Cookie
S&K Platform