Hari ini akhir pekan, adik perempuan ini sering menghubungi saya. Kira-kira sudah 4–5 tahun kami saling kenal di internet. Saya belum pernah bertemu sama sekali. Terakhir, saya cuma bercanda bilang, “Kalau kamu mau, datanglah ke sini—nanti aku beliin tas buat kamu dan kita jalan-jalan.”
Lalu hari ini tiba-tiba dia mengirimi saya beberapa foto. Katanya dia sudah naik kereta cepat untuk datang ke sini.
Awalnya saya tidak percaya. Maklum, jaraknya lebih dari 500 kilometer. Dia kenapa sih—mau cari saya? Dan saya juga belum siap untuk bertemu langsung (face to face) dengannya.
Terus saya bilang, “Kamu nipu aku kan? Kamu pergi ke mana buat liburan?” Hasilnya dia kirimkan semua tiketnya sebagai bukti. Tapi saya tetap tidak mau percaya. Saya pun menelepon video call.
Setelah video call itu, saya benar-benar percaya…
Dulu, saat baru menambah saya jadi teman, dia masih berusia 15 tahun. Masih di bawah umur, seorang gadis. Sekarang sudah lima tahun lewat, dan sebentar lagi juga akan lulus kuliah. Waktu benar-benar cepat sekali.
Dulu dia masih sekolah. Setiap hari dia cari saya untuk ngobrol. Kalau ada masalah apa pun, dia langsung cerita ke saya. Saya juga pernah membelikannya barang, mengirimkan uang lewat amplop berisi (angpao), dan saat hari libur atau momen spesial dia juga pernah mengirim hadiah untuk saya. Pokoknya obrolan kami cukup nyambung. Tapi saya tidak pernah benar-benar bertemu. Saya merasa menjalani hubungan sebagai netizen saja sudah cukup baik, tidak ikut campur urusan hidup orang lain.
Saya selalu menganggapnya sebagai adik perempuan. Saat pertama kenal, saya juga pernah memintanya mengirim foto. Waktu itu wajahnya terlihat masih belum begitu berkembang. Saya tidak menyangka, beberapa tahun kemudian dia sudah jadi gadis yang cantik.
Anak perempuan yang dulu selalu menangis dan datang mencari saya untuk mencurahkan isi hatinya, sekarang sudah bisa menahan dan mengatur emosinya sendiri. Dia tidak lagi perlu mencari saya untuk terlalu banyak mengeluh dan bicara terlalu banyak.
Kali ini dia datang menemui saya juga benar-benar di luar dugaan saya. Karena dia benar-benar datang, saya harus merapikan diri dengan baik. Lalu nanti begitu dia sampai, saya akan menjemputnya. Dalam beberapa hari ini, saya akan mengajak dia bermain dengan baik.
Sekarang suasana hati saya sangat rumit. Bagaimanapun, sudah lama sekali saya tidak merasakan perasaan seperti ini.