Agen AI Semakin Cerdas. Tapi Bisakah Kita Benar-Benar Memercayakan Uang Kita kepada Mereka?
AI kini tak hanya menjawab pertanyaan. Kita sedang menuju masa depan ketika agen AI bisa berbelanja, melakukan pembayaran, dan menangani transaksi atas nama kita.
Terdengar praktis, bukan?
Namun, ada sesuatu yang menurut saya perlu lebih kita perhatikan.
Apa yang terjadi jika AI melakukan pembayaran berdasarkan informasi yang keliru? Atau, bagaimana kita bisa membuktikan bahwa agen AI benar-benar milik seseorang?
Itulah sebabnya kolaborasi terbaru antara VERONA dan BILLIONS menarik perhatian saya.
Mereka menggarap dua bagian penting dari masalah yang sama.
š¹ Verona berfokus pada informasi terverifikasi.
Verona memungkinkan fakta diverifikasi langsung dari sumbernya, sementara pengguna tetap memegang kendali atas bukti tersebut. Agen AI yang berwenang kemudian dapat menggunakan bukti itu tanpa perlu mengakses data pribadi yang mendasarinya.
š¹ Billions berfokus pada identitas terverifikasi.
Billions menghubungkan agen AI dengan manusia yang identitasnya telah diverifikasi, sehingga kita dapat memeriksa apakah suatu agen sah tanpa mengungkap informasi pribadi tentang orang di baliknya.
Dan proyek-proyek ini sudah mencatat beberapa angka menarik:
ā Verona: Lebih dari 70 juta interaksi terverifikasi.
ā Billions: Lebih dari 2,5 juta orang terverifikasi.
ā Billions: Lebih dari 25.000 agen AI sudah memiliki ID-nya.
Inilah hal yang menurut saya menarik.
Semua orang berlomba-lomba membangun AI yang lebih cerdas. Namun, jika pada akhirnya agen-agen ini akan menangani uang sungguhan, kecerdasan saja tidak cukup.
Kita juga perlu cara untuk memverifikasi informasi yang mereka gunakan dan siapa yang mereka wakili.
Itulah gambaran besarnya yang saya lihat dari Verona dan Billions.
Babak AI berikutnya bukan sekadar tentang membuat agen yang lebih mumpuni. Ini tentang membuat mereka lebih tepercaya.
Apakah Anda akan memercayakan pembayaran Anda kepada agen AI?
#AIAgent #Web3 #Verona #Billions #AI
AI kini tak hanya menjawab pertanyaan. Kita sedang menuju masa depan ketika agen AI bisa berbelanja, melakukan pembayaran, dan menangani transaksi atas nama kita.
Terdengar praktis, bukan?
Namun, ada sesuatu yang menurut saya perlu lebih kita perhatikan.
Apa yang terjadi jika AI melakukan pembayaran berdasarkan informasi yang keliru? Atau, bagaimana kita bisa membuktikan bahwa agen AI benar-benar milik seseorang?
Itulah sebabnya kolaborasi terbaru antara VERONA dan BILLIONS menarik perhatian saya.
Mereka menggarap dua bagian penting dari masalah yang sama.
š¹ Verona berfokus pada informasi terverifikasi.
Verona memungkinkan fakta diverifikasi langsung dari sumbernya, sementara pengguna tetap memegang kendali atas bukti tersebut. Agen AI yang berwenang kemudian dapat menggunakan bukti itu tanpa perlu mengakses data pribadi yang mendasarinya.
š¹ Billions berfokus pada identitas terverifikasi.
Billions menghubungkan agen AI dengan manusia yang identitasnya telah diverifikasi, sehingga kita dapat memeriksa apakah suatu agen sah tanpa mengungkap informasi pribadi tentang orang di baliknya.
Dan proyek-proyek ini sudah mencatat beberapa angka menarik:
ā Verona: Lebih dari 70 juta interaksi terverifikasi.
ā Billions: Lebih dari 2,5 juta orang terverifikasi.
ā Billions: Lebih dari 25.000 agen AI sudah memiliki ID-nya.
Inilah hal yang menurut saya menarik.
Semua orang berlomba-lomba membangun AI yang lebih cerdas. Namun, jika pada akhirnya agen-agen ini akan menangani uang sungguhan, kecerdasan saja tidak cukup.
Kita juga perlu cara untuk memverifikasi informasi yang mereka gunakan dan siapa yang mereka wakili.
Itulah gambaran besarnya yang saya lihat dari Verona dan Billions.
Babak AI berikutnya bukan sekadar tentang membuat agen yang lebih mumpuni. Ini tentang membuat mereka lebih tepercaya.
Apakah Anda akan memercayakan pembayaran Anda kepada agen AI?
#AIAgent #Web3 #Verona #Billions #AI