📰 Citrini Research menerbitkan laporan setebal 79 halaman dengan kesimpulan yang cukup lugas: agen AI mungkin akan menggunakan blockchain sebagai infrastruktur finansial yang beroperasi sepanjang waktu, tetapi itu bukan berarti BTC dan ETH pasti menjadi penerima manfaat terbesar.

🔥 Laporan tersebut berpendapat bahwa agen dapat memindahkan dana antar aplikasi 24 jam sehari dan memilih institusi atau protokol dengan imbal hasil lebih tinggi, tanpa terpengaruh kebiasaan terhadap merek dan prosedur operasional seperti manusia. Penulis juga mengajukan pertanyaan yang cukup menggelisahkan: jika banyak agen terus-menerus memindahkan simpanan, apakah biaya pendanaan dan likuiditas bank tradisional akan tertekan?

💡 Karena itu, strategi investasi dalam laporan ini bukan sekadar terus berfokus pada koin-koin utama, tetapi melihat siapa yang bisa terus menghasilkan pendapatan biaya dari layanan perdagangan, pinjaman, pembayaran, dan imbal hasil. Laporan tersebut menyarankan untuk berfokus pada protokol DeFi dan perusahaan infrastruktur, serta mencantumkan protokol seperti Derive, Lighter, ether.fi, dan perusahaan seperti Securitize, Circle, dan Coinbase.

👀 Portofolio kripto yang diungkap dalam laporan tidak mencakup BTC maupun ETH. Aset terkait derivatif mencakup sekitar 39%, sementara aset terkait imbal hasil dan staking sekitar 27%. Penulis juga mengingatkan agar kita tidak berasumsi bahwa koin-koin utama akan mencetak rekor tertinggi baru berkat tren ini; pertanyaan sebenarnya adalah siapa yang pada akhirnya akan menerima nilai ketika keuangan on-chain berkembang.

🤔 Menurut saya, pandangan ini menarik untuk dibahas, tetapi portofolio dalam laporan itu sendiri juga bukan jawabannya. Mana yang lebih Anda yakini: protokol DeFi yang menghasilkan pendapatan biaya, atau BTC dan ETH yang tetap akan menyerap sebagian besar nilainya?

#加密市场 #DeFi #AI智能体 #BisnisBlockchain