IMF: Saham yang ditokenisasi membuka peluang baru, tetapi likuiditas masih menjadi tantangan
Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meluasnya penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan saham dan aset keuangan tradisional secara digital, dalam proses yang dikenal sebagai tokenisasi aset (Tokenization).
Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh transaksi saham yang ditokenisasi dalam analisis berlangsung di luar jam perdagangan tradisional, sementara sekitar 80% transaksi dilakukan dalam volume kurang dari satu saham utuh.
Namun, IMF juga mencatat bahwa pasar-pasar ini masih kurang likuid dan lebih bergejolak dibandingkan pasar saham tradisional yang direpresentasikannya.
Apa arti temuan ini?
Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi kepemilikan fraksional dan perdagangan berkelanjutan telah digunakan secara nyata. Namun, pada saat yang sama, temuan ini mengungkap tantangan regulasi dan teknis terkait penyelesaian transaksi, likuiditas, dan hak kepemilikan.
Laporan tersebut menilai bahwa keberhasilan sektor ini di masa depan membutuhkan kerangka hukum dan operasional yang lebih jelas, bukan hanya mengandalkan teknologi.
Sumber: Dana Moneter Internasional, Laporan Stabilitas Keuangan Global — Oktober 2026, dan liputan CoinDesk tertanggal 11 Oktober.
#blockchain #REZ #Tokenization #Web3
Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meluasnya penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan saham dan aset keuangan tradisional secara digital, dalam proses yang dikenal sebagai tokenisasi aset (Tokenization).
Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh transaksi saham yang ditokenisasi dalam analisis berlangsung di luar jam perdagangan tradisional, sementara sekitar 80% transaksi dilakukan dalam volume kurang dari satu saham utuh.
Namun, IMF juga mencatat bahwa pasar-pasar ini masih kurang likuid dan lebih bergejolak dibandingkan pasar saham tradisional yang direpresentasikannya.
Apa arti temuan ini?
Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi kepemilikan fraksional dan perdagangan berkelanjutan telah digunakan secara nyata. Namun, pada saat yang sama, temuan ini mengungkap tantangan regulasi dan teknis terkait penyelesaian transaksi, likuiditas, dan hak kepemilikan.
Laporan tersebut menilai bahwa keberhasilan sektor ini di masa depan membutuhkan kerangka hukum dan operasional yang lebih jelas, bukan hanya mengandalkan teknologi.
Sumber: Dana Moneter Internasional, Laporan Stabilitas Keuangan Global — Oktober 2026, dan liputan CoinDesk tertanggal 11 Oktober.
#blockchain #REZ #Tokenization #Web3