JPMORGAN BARU SAJA KEHABISAN MODEL KASUS DASAR.

JPMorgan kini bicara terus terang: mereka tidak lagi dapat memodelkan sebuah “endgame” yang jelas untuk perang Iran. Asumsi-asumsi yang sebelumnya dipakai untuk menilai dampak ekonomi kini satu per satu runtuh.

Brent sempat naik hingga ~$105, sementara nilai wajar yang diperkirakan JPMorgan berada di kisaran ~$90.

Diesel AS: $6.31/gallon, level rekor.

Treasury 10Y: menembus 5% pada pekan ini.

Sekitar 10M bpd pasokan terputus.

Setiap tambahan 1M bpd yang hilang dapat mendorong futures naik sekitar $4/barel.

Stok turun 555M barel dibanding perkiraan JPMorgan.

Biaya bahan bakar tambahan di AS diperkirakan Brown University sekitar $109.1B, setara $832 per rumah tangga
.
Pandangan saya: Ini tidak lagi sekadar cerita tentang harga minyak.

Jika guncangan energi berlangsung lama, ia bisa menular dari oil → inflasi → yields → belanja konsumen → margin korporat.

Yang paling mencolok adalah JPMorgan tidak lagi mampu memberikan baseline yang jelas. Ketika asumsi masukan terus-menerus gagal, penetapan harga risk premium menjadi semakin sulit.

Sementara itu, harga minyak hari ini sudah terkoreksi tajam ke area $95–100, menandakan pasar masih memperkirakan kemungkinan pasokan kembali stabil.

MODEL MINYAK BARU SAJA MENGATAKAN: “KAMI BUTUH LEBIH BANYAK DATA.”

Menurut kalian, pasar sedang underprice risiko minyak, atau sedang overprice kemungkinan perang berkepanjangan?

#Oil #iran #JPMorgan #Macro