Pada pertemuan FOMC tanggal 17 September, Federal Reserve secara resmi mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps, yang menandai kenaikan pertamanya untuk tahun 2026, sekaligus dengan pembaruan Summary of Economic Projections dan Dot Plot. The Fed merevisi perkiraan inflasi PCE median ke atas menjadi 3,7% untuk 2026, 2,3% untuk 2027, dan 2,1% untuk 2028 (naik dari 3,6%, 2,3%, dan 2,0% pada Juni). Sementara itu, proyeksi inti PCE juga dinaikkan menjadi 3,4% untuk 2026 dan 2,2% untuk 2028.

Ini menandai pergeseran yang tegas ke arah hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Dot Plot yang diperbarui menunjukkan 16 dari 18 pejabat yang berpartisipasi kini memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga lebih lanjut pada 2026—dengan 12 memperkirakan tambahan 50 bps dan 4 memperkirakan 75 bps—yang sepenuhnya menghapus proyeksi sebelumnya mengenai penahanan atau penurunan suku bunga, karena inflasi ternyata lebih lengket daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pasar tradisional merespons segera terhadap arah kebijakan yang lebih ketat. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 40 poin hingga mencapai 99,81, memberikan tekanan ke bawah pada obligasi pemerintah dan likuiditas global saat pasar memperhitungkan penerapan kebijakan pengetatan yang berkepanjangan selama beberapa tahun ke depan.

Untuk kripto, rezim higher-for-longer dan dolar yang kembali menguat menghadirkan tantangan makro yang berbeda bagi aset berisiko. Dengan likuiditas yang menyusut dan imbal hasil tetap tinggi, $BTC dan altcoin yang lebih luas mungkin mengalami konsolidasi jangka pendek karena modal berputar ke instrumen kas yang bersifat defensif. 📊

#FOMC #Fed #InterestRates #MacroEconomy