Lapisan data pasar berikutnya sedang dibangun oleh institusi yang paling dekat dengan pasar itu sendiri.

Kalshi. Revolut. Fenics. Coinbase. Jane Street. SGX FX. Cboe. Tradeweb. Virtu. Dan lainnya.

Benang merahnya adalah Pyth.

Pasar keuangan semakin menjadi berbasis perangkat lunak (software-defined). Harga kini mengalir ke mesin pertukaran (exchange engines), sistem jaminan (collateral), model risiko (risk models), produk tokenisasi, alur kerja AI, pasar prediksi, dan venue yang beroperasi 24/7.

Infrastruktur data pasar harus bergerak seiring.

Lebih dari 138 institusi memublikasikan data ke Pyth. Laporan Pyth Pro edisi Juli 2026 menunjukkan 3.501 feed, termasuk 1.901 feed ekuitas.

Modelnya sederhana:

• Pasokan (Supply): institusi menyumbangkan data dari pasar, venue, dan sistem yang paling dekat dengan aktivitas yang mendasarinya
• Distribusi (Distribution): Pyth mendistribusikan data tersebut melalui infrastruktur yang dibangun untuk aplikasi real-time
• Aplikasi (Application): bursa, protokol, sistem risiko, pasar prediksi, dan produk keuangan memanfaatkannya di berbagai pasar

Kalshi menggunakan Pyth Pro untuk penyelesaian (resolution) komoditas.

Coinbase menggunakan Pyth di kripto, saham (equities), dan FX untuk penetapan harga real-time, penilaian jaminan (collateral valuation), serta infrastruktur likuidasi.

Fenics menghadirkan data fixed-income dari dealer ke dealer ke dalam jaringan.

SGX FX berkontribusi pada penetapan harga mata uang institusional di berbagai pusat likuiditas global.

Jane Street menghubungkan Pyth dengan data market-maker yang paling dekat dengan pembentukan harga secara langsung (live price formation).

Institusi yang berbeda. Pasar yang berbeda. Satu lapisan distribusi.

Pasar menjadi semakin otomatis, global, dan selalu aktif (always-on).

Lapisan data yang mendasarinya perlu mengikutinya.

Jelajahi jaringan penerbit (publisher) Pyth: https://www.pyth.network/publishers

#PYTH #trading