🔥 Pemblokiran Selat Hormuz terus berlanjut, urusan ini sudah menyeret enam bulan tapi belum berakhir
Pemerintahan Trump dengan tegas menyatakan menolak untuk kembali pada perjanjian yang ditandatangani pada bulan Juni dengan Iran, sementara sanksi ekonomi tetap dilanjutkan. Pihak Iran juga bersikap keras: jika syarat tidak dipenuhi, mereka tidak akan membuka Selat Hormuz.
Kondisinya sekarang begini: Angkatan Laut AS setiap hari mengawal 24 kapal tanker melewati Selat Hormuz, sementara ekspor minyak Iran menjadi nol. Pejabat Iran mengatakan karena pemblokiran, mereka bahkan tidak bisa mengimpor bahan bakar, sementara produksi sendiri juga tidak mencukupi.
Yang paling konyol adalah, Trump mengatakan akan memberi sanksi kepada bank-bank Tiongkok yang masih berbisnis dengan Iran. Kementerian Luar Negeri sudah merespons, menentang sanksi sepihak yang ilegal.
Dari sisi pasar, harga minyak terus berayun di level tinggi karena situasi Timur Tengah. Kenaikan biaya energi sudah mulai memengaruhi ekonomi riil—misalnya, Air New Zealand mengatakan biaya bahan bakar naik 328 juta dolar AS akibat konflik ini.
Sekarang semua orang tampaknya sudah terbiasa dengan kebuntuan ini, tapi kalau dibiarkan berlarut-larut, pasti masih ada bom.
Pandangan pribadi: Gelombang sanksi ini, yang paling dirugikan tetaplah rakyat. Harga minyak naik—siapa yang menanggung? Ya kita juga. Urusan geopolitik ini, dari dulu tidak pernah membawa kabar baik.
#BTC #ETH #DeFi #Macro #Crypto
NFA DYOR
Pemerintahan Trump dengan tegas menyatakan menolak untuk kembali pada perjanjian yang ditandatangani pada bulan Juni dengan Iran, sementara sanksi ekonomi tetap dilanjutkan. Pihak Iran juga bersikap keras: jika syarat tidak dipenuhi, mereka tidak akan membuka Selat Hormuz.
Kondisinya sekarang begini: Angkatan Laut AS setiap hari mengawal 24 kapal tanker melewati Selat Hormuz, sementara ekspor minyak Iran menjadi nol. Pejabat Iran mengatakan karena pemblokiran, mereka bahkan tidak bisa mengimpor bahan bakar, sementara produksi sendiri juga tidak mencukupi.
Yang paling konyol adalah, Trump mengatakan akan memberi sanksi kepada bank-bank Tiongkok yang masih berbisnis dengan Iran. Kementerian Luar Negeri sudah merespons, menentang sanksi sepihak yang ilegal.
Dari sisi pasar, harga minyak terus berayun di level tinggi karena situasi Timur Tengah. Kenaikan biaya energi sudah mulai memengaruhi ekonomi riil—misalnya, Air New Zealand mengatakan biaya bahan bakar naik 328 juta dolar AS akibat konflik ini.
Sekarang semua orang tampaknya sudah terbiasa dengan kebuntuan ini, tapi kalau dibiarkan berlarut-larut, pasti masih ada bom.
Pandangan pribadi: Gelombang sanksi ini, yang paling dirugikan tetaplah rakyat. Harga minyak naik—siapa yang menanggung? Ya kita juga. Urusan geopolitik ini, dari dulu tidak pernah membawa kabar baik.
#BTC #ETH #DeFi #Macro #Crypto
NFA DYOR