Melihat pergerakan pasar tadi malam bikin tekanan darah naik.
$BTC sempat turun menembus 84.000. Pemicu utamanya jelas: kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz, harga minyak Brent melesat menuju 100 dolar, dan ekspektasi inflasi langsung tersulut. Tak lama kemudian, risalah FOMC dirilis. Kesembilan belas pejabat mendukung kenaikan suku bunga pada September, dan mayoritas juga menilai suku bunga perlu dinaikkan sekali lagi sebelum akhir tahun. Aset berisiko pun langsung terpukul.
Yang agak lucu, risalah itu bahkan secara khusus menyebut bahwa ramainya investasi AI bisa membuat permintaan tumbuh lebih cepat daripada pasokan dan memperparah inflasi. Bahkan The Fed mulai membicarakan gelembung AI—dulu istilah ini cuma dipakai para bearish di Twitter.
Namun, di sisi lain ada perkembangan menarik: SEC baru saja menyetujui pengajuan ETF dengan leverage 3x yang mencakup $BTC dan $ETH . Ketua CFTC juga menyatakan bahwa aset kripto akan diberi aturan yang jelas, terlepas dari apakah Kongres membuat undang-undang atau tidak. Harga memang turun, tetapi jalur untuk masuk ke pasar justru makin banyak.
Sikap saya: dalam jangka pendek, ikuti pergerakan harga minyak dan suku bunga. Jangan terburu-buru menangkap pisau jatuh. Di level 84k ini, kubu bullish dan bearish sama-sama berebut posisi. Tunggu sampai levelnya bertahan sebelum membicarakan rebound.
Kenaikan saham AS tadi malam langsung terhapus oleh harga minyak. Brent mendekati $100, kapal tanker minyak di Selat Hormuz terkena rudal, $BTC sempat turun di bawah 84000. Harga minyak dan dolar sama-sama naik, jadi pasar kripto terkuras.
Risalah rapat The Fed lebih mengejutkan lagi: ke-19 anggota sepakat mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September, dan sebagian besar juga merasa suku bunga perlu dinaikkan sekali lagi sebelum akhir tahun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melesat hingga 5,7%, tertinggi sejak 2002. Selama suku bunga belum turun, aset berisiko akan terus tertekan.
Namun, ada juga kabar baik: SEC menyetujui ETF dengan leverage 3x yang mencakup $BTC dan $ETH . Ketua CFTC menyatakan bahwa pihaknya akan menetapkan “aturan yang jelas” untuk kripto, bahkan tanpa bantuan Kongres. Tom Lee mengatakan BitMine akan berhenti membeli setelah memiliki 5% dari $ETH . Aktivitas on-chain juga ramai: Orca dan Loopscale di Solana bergabung menjadi Formation, sementara Sui mencatat 40 juta TPS.
Pandangan saya: tekanan ganda dari geopolitik dan suku bunga membuat kita tak perlu buru-buru membeli saat harga turun dalam jangka pendek. Kehilangan level 84000 cukup berdampak buruk pada sentimen. Namun, penerapan regulasi dan hadirnya produk institusional baru merupakan kabar baik untuk jangka panjang. Makin turun harganya, makin perlu kita mencermati pergerakan para pemain besar.
Siang hari mengikuti gerak harga minyak, malam hari memantau pasar AS.
Saat membuka grafik pagi ini, $BTC masih berkutat di sekitar 84k. Jujur saja, penurunan kali ini bukan salah dunia kripto, semua gara-gara harga minyak.
Serangan Iran terhadap kapal tanker mendorong minyak mentah Brent mendekati US$100. Situasi di Selat Hormuz makin tegang dan ekspektasi inflasi langsung tersulut. Yang lebih parah, risalah FOMC menunjukkan bahwa seluruh 19 pejabat mendukung kenaikan suku bunga pada September, dan mayoritas menilai suku bunga perlu dinaikkan lagi sebelum akhir tahun. Saham AS terkoreksi dari rekor tertinggi, harga minyak dan dolar sama-sama naik, sementara $BTC menembus ke bawah level penting 84k—tak ada pilihan selain menahan tekanan.
Namun, ada beberapa sinyal yang jangan diabaikan: ETF emas mencatat arus masuk sebesar US$31 miliar pada kuartal ketiga, rekor tertinggi, sementara bank sentral berbagai negara terus menambah cadangan selama 23 bulan berturut-turut; SEC baru saja menyetujui ETF berleverage 3x untuk emas, perak, $BTC , dan $ETH , sehingga pilihan instrumen makin lengkap; Orca dan Loopscale di Solana bergabung membentuk Formation—konsolidasi DeFi terus berlanjut.
Sikap saya: tekanan ganda dari geopolitik dan suku bunga tinggi hanya akan membuat volatilitas makin besar. Jangan buru-buru masuk dengan seluruh modal. Untuk spot, kendalikan diri; untuk kontrak, pasang stop-loss.
Rangkuman pasar malam ini dalam satu kalimat: minyak jadi bintang utama, BTC cuma ikut kena pukul.
Jumlah kapal tanker minyak yang diserang di Selat Hormuz pekan ini mencapai rekor tertinggi sejak perang dimulai, dan Presiden Iran terang-terangan menyatakan “perang total”. Harga minyak langsung melonjak. Persediaan minyak mentah EIA turun 3,18 juta barel (padahal perkiraan sebelumnya menunjukkan kenaikan—benar-benar bertolak belakang), dan UBS menaikkan target harga Brent akhir tahun menjadi $100. $BTC sempat turun di bawah 84.000. Logikanya sederhana: harga minyak naik → ekspektasi inflasi menguat → imbal hasil obligasi AS melonjak (imbal hasil obligasi 30 tahun sudah berada di level tertinggi sejak 2002) → aset berisiko merosot serentak.
Dunia kripto sendiri bukannya tanpa kabar baik. ETF ZEC yang didukung Winklevoss sudah mengajukan dokumen ke SEC untuk melantai di Nasdaq. Dua tahun lalu, rasanya mustahil membayangkan koin privasi bisa sampai sejauh ini. INJ juga terus mendapat kabar sepanjang pekan ini: listing di Robinhood, pengajuan ETF staking, dan volume transaksi on-chain menembus 3 miliar.
Tapi ada satu risiko yang perlu diawasi: 3,75 juta token HYPE milik tim pengembang (sekitar $330 juta) yang sebelumnya dikunci baru saja ditebus dan masuk ke rekening mereka. Melihat pola mereka sebelumnya, kemungkinan besar token itu akan dijual secara OTC kepada institusi. Arus pergerakan token sebesar ini jangan dianggap sepele.
Pandangan saya: sebelum tekanan makro mereda, jangan buru-buru menangkap pisau jatuh. Apakah level 84k bisa bertahan bergantung pada kondisi pasar saham AS malam ini. Altcoin akan makin terbelah, jadi kendalikan diri.
Malam ini $BTC sempat turun di bawah 84.000. Pemicu utamanya bukan dari dunia kripto—serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mencatat angka mingguan tertinggi sejak perang dimulai, mendorong harga minyak naik, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002. Guyuran air dingin dari likuiditas ini membuat aset berisiko benar-benar menggigil.
Cukup ironis. Sebelumnya banyak yang menyebut $BTC sebagai emas digital. Namun, begitu konflik meningkat, ETF emas mencatat arus masuk sebesar 31 miliar dolar AS pada kuartal ketiga—rekor baru—dan bank sentral terus membeli selama 23 bulan berturut-turut. Sementara itu, Bitcoin justru turun seperti saham teknologi. Pilihan dana sangat jelas: emas untuk lindung nilai, sedangkan BTC untuk sementara masih merupakan aset berisiko dengan beta tinggi.
Di tengah kabar buruk, ada juga titik terang. ETF Zcash milik keluarga Winklevoss telah mengajukan dokumen ke SEC untuk melantai di Nasdaq, mengangkat kembali narasi privasi $ZEC ; $INJ juga patut diapresiasi karena dalam satu minggu berhasil masuk ke Robinhood sekaligus mengajukan permohonan ETF berbasis staking.
Pandangan saya: selama harga minyak dan imbal hasil Treasury AS belum turun, setiap rebound hanya bisa dianggap sebagai pemulihan. Jangan buru-buru menangkap pisau jatuh—tunggu sampai situasi mereda.
$BTC turun di bawah 84.000, kolom komentar penuh ratapan. Tapi jujur saja, kali ini bukan salah dunia kripto: Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz paling sering sejak perang dimulai. Harga minyak pun melonjak, kontrak berjangka saham AS turun dari level tertinggi, dan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun melesat ke level tertinggi sejak 2002. Aset berisiko kena hantam semua; Bitcoin cuma ikut terseret.
UBS sekalian menaikkan target harga Brent akhir tahun menjadi 100 dolar, dan EIA juga menaikkan proyeksinya, dengan harga rata-rata Q4 diperkirakan mencapai 105 dolar. ETF emas mencatat arus masuk 31 miliar dolar pada kuartal ketiga, rekor tertinggi, sementara bank-bank sentral berbagai negara masih diam-diam terus membeli. Uang mengalir ke aset lindung nilai inflasi.
Ada juga kabar baik: ETF $ZEC milik saudara Winklevoss telah mengajukan permohonan pencatatan di Nasdaq kepada SEC. Bahkan koin privasi pun mulai dilirik. INJ juga tampil perkasa minggu ini: listing di Robinhood, pengajuan ETF staking, dan 3 miliar transaksi—semuanya terjadi bersamaan.
Soal HYPE, sebaiknya tetap waspada. Tim pengembang HyperLabs baru saja menebus 3,75 juta token senilai 330 juta dolar. Seperti biasanya, kemungkinan besar token itu akan dijual secara OTC kepada market maker. Pertimbangkan sendiri potensi tekanan jual jangka pendeknya.
Dalam kondisi makro seperti ini, jangan terburu-buru membeli saat harga turun. Tunggu sampai dampak sentimen harga minyak mereda dulu.