Ada tanda-tanda peringatan yang baru saya sadari setelah beberapa kali sempat tersandung saat bertransaksi di Binance P2P. Salah satunya adalah ketika pihak lawan terus-menerus mendesak saya agar menyelesaikan transaksi dengan sangat cepat, dengan alasan sedang sibuk atau karena hampir habis waktu, padahal waktu penahanan pesanan masih terbilang panjang.

Tanda kedua adalah ketika pembeli meminta saya untuk membatalkan pesanan yang sedang berjalan agar bisa membuat pesanan baru dengan nominal yang berbeda, biasanya disertai alasan seperti salah memasukkan nominal atau berubah pikiran soal jumlah. Trik ini membuat penjual lengah, karena pesanan baru mungkin tidak lagi dilindungi oleh jaminan (escrow) seperti pesanan awal jika prosedurnya tidak dilakukan dengan benar.

Tanda ketiga, dan mungkin yang paling umum, adalah akun-akun baru yang dibuat, belum memiliki riwayat transaksi, tetapi langsung memasang pesanan dengan nominal yang sangat besar sejak awal. Saya tidak mengatakan semua akun baru pasti mencurigakan, tetapi jika digabungkan dengan perilaku mendesak, ini adalah kombinasi yang harus sangat diwaspadai.

Dari beberapa kejadian itu, saya membentuk kebiasaan untuk menyimpan semua hal yang berhubungan dengan transaksi di Binance P2P: menyimpan tangkapan layar percakapan, menyimpan gambar mutasi rekening bank yang menunjukkan nominal dan waktu transaksi, bahkan mencatat waktu saat saya menekan konfirmasi atau release. Pernah suatu kali, berkat foto-foto ini, saya bisa menyelesaikan sengketa dengan tim dukungan hanya dalam beberapa jam, alih-alih harus berhari-hari berdebat tanpa bukti yang konkret.

Bagi saya, kehati-hatian bukan karena kurang percaya pada Binance P2P, melainkan karena saya paham bahwa bukti selalu menjadi perlindungan terbaik saya dalam setiap situasi.

@Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan $BTW $ACE $PORTAL