#TermMax @TermMax
TermMax: Pinjaman DeFi yang Berpikir Lebih Seperti Pasar Obligasi

Semakin saya menelusuri TermMax, semakin saya menyadari bagian yang menarik bukan sekadar “pinjaman fixed-rate”. Ini adalah cara protokol mengubah pinjaman menjadi potongan yang bisa diperdagangkan dengan jatuh tempo yang ditentukan.

Alih-alih suku bunga mengambang yang terus berubah mengikuti utilisasi, TermMax memisahkan posisi menjadi instrumen seperti Gearing Token (GT), Fixed-Rate Token (FT), dan XT. FT dapat mewakili hak untuk menerima 1 unit aset yang dipinjam pada saat jatuh tempo, sementara harganya sebelum jatuh tempo mencerminkan imbal hasil tetap yang tersirat. Itu membuat posisi pinjaman berperilaku lebih seperti instrumen berpendapatan tetap daripada deposito DeFi biasa.

Saya juga menemukan model range-order menarik. TermMax mengambil ide dari concentrated liquidity Uniswap V3, tetapi menerapkannya pada suku bunga: pelaku pasar dapat menentukan rentang untuk suku bunga pinjaman atau pinjaman-lending, alih-alih menerima satu kurva yang kaku.

Pilihan desain lain yang menarik perhatian saya: jika likuiditas untuk likuidasi menjadi tidak mencukupi, TermMax dapat menggunakan physical delivery, sehingga agunan dapat diserahkan kepada pemegang FT, bukan sepenuhnya bergantung pada penjualan di pasar. Ini bisa penting untuk aset yang likuiditas langsungnya terbatas.

Konsekuensinya jelas: jatuh tempo tetap meningkatkan prediktabilitas, tetapi likuiditas bisa menjadi terpecah di berbagai suku bunga dan jatuh tempo.

Jadi pertanyaan yang tersisa bagi saya adalah: apakah TermMax bisa membuat DeFi fixed-rate menjadi cukup likuid untuk bersaing dengan fleksibilitas pasar floating-rate tanpa mengorbankan prediktabilitas yang membuat pendapatan tetap jadi berguna?

#DeFi #FixedRate #Web3

$NVDAB

$SOL

$AT