#binancep2pantoan
Saya punya kebiasaan seperti ini: apa pun yang tidak berjalan, saya suka coba lagi sampai jalan. Misalnya kalau gesek kartu parkir tidak berhasil, saya gesek lagi. Kalau Wi‑Fi lemah, saya matikan lalu nyalakan lagi. Lama-lama jadi seperti refleks. Suatu kali, hampir saja saya membawa refleks itu langsung ke Binance P2P.

Waktu itu saya beli 800 USDT. Ada bagian di Order yang belum jelas, jadi saya masih dalam tahap Appeal. Sambil menunggu, saya tanpa sadar berkeliling sampai masuk ke P2P lagi, dan melihat seller yang sama masih online—iklan juga masih terpasang di sana. Saya iseng membuka profilnya untuk melihat lagi; jumlah transaksi dan persentase penyelesaian terlihat masih cukup bagus. Tiba-tiba kepikiran: “Gimana kalau saya buat Order tambahan 100 USDT, coba?”

Saya bahkan sudah mengarahkan tangan ke tempat untuk memasang Order, baru sadar… eh, mau ngapain coba? Kalau 100 USDT ternyata lancar, berarti 800 USDT itu tetap saja masih Appeal seperti semula. Dan kalau 100 USDT juga bermasalah, ya sudah—satu pekerjaan belum selesai, saya malah cari kerjaan kedua lagi. 😅 Akhirnya saya urungkan.

Saya kembali ke Order 800 USDT, mempertahankan Order ID, chat dengan bukti/berkas, lalu lanjutkan proses di Binance P2P. Kalau ada informasi yang kurang, saya lengkapi di Order itu. Kalau ada bagian yang belum yakin, saya tanya ke Bantuan. Profil memang tetap menarik untuk dilihat sebelum memilih orang yang berdagang, tapi itu tidak bisa menceritakan apa yang terjadi di Order saya. Kalau dipikir-pikir, lucu juga. Saya berniat membuka Order lagi untuk mencari jawaban bagi Order lama, padahal dari awal sampai akhir, yang perlu dipastikan justru Order 800 USDT yang masih Appeal itu.

@Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan
$BTW $SKYAI $HEMI