Rate ngon đến mức tiết kiệm được dekat 1 juta tapi tetap harus “batal deal”, sobat 😭
Ada satu kejadian P2P hari ini yang menurutku cukup disayangkan.
Aku sedang rencana jual USDT, tapi aku lihat ada merchant yang punya rate jauh lebih baik daripada rata-rata yang lain. Kalau dihitung-hitung, kalau transaksi pakai merchant ini, aku bisa hemat tambahan sekitar hampir 1 juta rupiah dibanding beberapa pihak lainnya.
Jujur, lihat rate-nya dari awal memang bikin tergoda juga chứ =)))
Tapi sebelum pasang order, aku punya kebiasaan cek detail informasi merchant dan baca feedback dari orang-orang yang sudah pernah transaksi sebelumnya. Dan akhirnya aku jadi agak takut, karena ada cukup banyak ulasan negatif terkait pengalaman bertransaksi.
Banyak juga yang mungkin bakal mikir: “Kalau feedback negatif ya cuma beberapa kasus doang, rate-nya enak kan tinggal jalan.”
Tapi masalahnya, aku nggak punya cukup informasi untuk tahu secara pasti apa yang terjadi di tiap transaksi. Jadi aku nggak bisa menyimpulkan merchant itu bagus atau buruk.
Aku cuma berpikir begini: Kalau sudah melihat banyak tanda yang bikin diri sendiri nggak nyaman, mending dilewati.
P2P itu nggak cuma punya satu merchant.
Aku mungkin kehilangan kesempatan buat cari tambahan 1 juta di order ini, tapi sebagai gantinya aku menghindari harus nanti duduk-duduk berurusan dengan transaksi bermasalah.
Mulai sekarang aku tetap berpegang pada 4 hal sebelum pasang order:
🟢 Rate — memang beneran bagus nggak?
🟢 Tingkat penyelesaian — sejarah transaksinya gimana?
🟢 Feedback — pengguna sebelumnya bilang apa?
🟢 Kondisi transaksi — ada persyaratan yang aneh nggak?
Jangan sampai angka rate yang kelihatan indah bikin aku mengabaikan semua hal lainnya.
P2P kadang bukan soal memilih “deal paling untung”, tapi memilih “deal yang bikin aku paling tenang”, sobat @Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan
Ada satu kejadian P2P hari ini yang menurutku cukup disayangkan.
Aku sedang rencana jual USDT, tapi aku lihat ada merchant yang punya rate jauh lebih baik daripada rata-rata yang lain. Kalau dihitung-hitung, kalau transaksi pakai merchant ini, aku bisa hemat tambahan sekitar hampir 1 juta rupiah dibanding beberapa pihak lainnya.
Jujur, lihat rate-nya dari awal memang bikin tergoda juga chứ =)))
Tapi sebelum pasang order, aku punya kebiasaan cek detail informasi merchant dan baca feedback dari orang-orang yang sudah pernah transaksi sebelumnya. Dan akhirnya aku jadi agak takut, karena ada cukup banyak ulasan negatif terkait pengalaman bertransaksi.
Banyak juga yang mungkin bakal mikir: “Kalau feedback negatif ya cuma beberapa kasus doang, rate-nya enak kan tinggal jalan.”
Tapi masalahnya, aku nggak punya cukup informasi untuk tahu secara pasti apa yang terjadi di tiap transaksi. Jadi aku nggak bisa menyimpulkan merchant itu bagus atau buruk.
Aku cuma berpikir begini: Kalau sudah melihat banyak tanda yang bikin diri sendiri nggak nyaman, mending dilewati.
P2P itu nggak cuma punya satu merchant.
Aku mungkin kehilangan kesempatan buat cari tambahan 1 juta di order ini, tapi sebagai gantinya aku menghindari harus nanti duduk-duduk berurusan dengan transaksi bermasalah.
Mulai sekarang aku tetap berpegang pada 4 hal sebelum pasang order:
🟢 Rate — memang beneran bagus nggak?
🟢 Tingkat penyelesaian — sejarah transaksinya gimana?
🟢 Feedback — pengguna sebelumnya bilang apa?
🟢 Kondisi transaksi — ada persyaratan yang aneh nggak?
Jangan sampai angka rate yang kelihatan indah bikin aku mengabaikan semua hal lainnya.
P2P kadang bukan soal memilih “deal paling untung”, tapi memilih “deal yang bikin aku paling tenang”, sobat @Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan