KEAMANAN BINANCE P2P: KHI NÀO NÊN CANCEL ORDER?
Pagi ini, saya masuk ke Binance P2P untuk membeli 115,89 USDT dari seorang merchant. Harganya cukup “lunak”, akun saya memiliki badge Bronze Merchant, profilnya juga oke dengan lebih dari 158.800 transaksi dan tingkat penyelesaian sekitar 97,06%. Karena itu saya membuat order transaksi dengan mereka.
Tapi sebelum saya mentransfer uang, merchant mengirim pesan di Chat dan meminta saya untuk mentransfer uang ke rekening bank lain dengan informasi yang berbeda dari yang sedang tampil di order.
Bagi saya, ini adalah red flag yang sangat khas. Saat itu, order masih berstatus pending dan saya belum mentransfer uang, jadi saya memilih Cancel Order. Transaksi pun selesai dan saya tidak perlu melakukan langkah apa pun lagi.
Namun jika kasus ini terjadi lebih lambat satu langkah, cara penanganan saya akan benar-benar berbeda.
Misalnya uang sudah terlanjur ditransfer, lalu setelah itu saya baru menyadari informasinya tidak sesuai atau merchant belum merilis kripto. Pada kondisi ini, saya tidak bisa menekan Cancel lagi.
Jadi, saya akan menekan tombol Appeal. Karena saya selalu menyimpan bukti pembayaran, Order ID, dan isi di Chat P2P, maka ketika Appeal saya memberikan bukti-bukti tersebut kepada Binance Support agar mereka memeriksa dan menanganinya sesuai prosedur.
Alasan: Cancel dapat mengakhiri status order, tetapi uang yang sudah saya transfer ke bank tidak akan otomatis kembali hanya karena order dibatalkan.
Setelah kasus ini, saya baru menyadari satu hal yang cukup penting.
Red flag yang sama, tetapi cara penanganannya di P2P bisa benar-benar berbeda hanya karena status pembayaran sudah berubah.
Tombol Cancel atau Appeal tidak seharusnya dipilih berdasarkan perasaan “order ini mencurigakan atau tidak”, melainkan berdasarkan status uangnya. Red flag hanya memberi tahu bahwa transaksi ada masalah, sedangkan payment state yang menentukan apa yang harus saya lakukan selanjutnya.
#binancep2pantoan @Binance Vietnam $CYS ✨
Pagi ini, saya masuk ke Binance P2P untuk membeli 115,89 USDT dari seorang merchant. Harganya cukup “lunak”, akun saya memiliki badge Bronze Merchant, profilnya juga oke dengan lebih dari 158.800 transaksi dan tingkat penyelesaian sekitar 97,06%. Karena itu saya membuat order transaksi dengan mereka.
Tapi sebelum saya mentransfer uang, merchant mengirim pesan di Chat dan meminta saya untuk mentransfer uang ke rekening bank lain dengan informasi yang berbeda dari yang sedang tampil di order.
Bagi saya, ini adalah red flag yang sangat khas. Saat itu, order masih berstatus pending dan saya belum mentransfer uang, jadi saya memilih Cancel Order. Transaksi pun selesai dan saya tidak perlu melakukan langkah apa pun lagi.
Namun jika kasus ini terjadi lebih lambat satu langkah, cara penanganan saya akan benar-benar berbeda.
Misalnya uang sudah terlanjur ditransfer, lalu setelah itu saya baru menyadari informasinya tidak sesuai atau merchant belum merilis kripto. Pada kondisi ini, saya tidak bisa menekan Cancel lagi.
Jadi, saya akan menekan tombol Appeal. Karena saya selalu menyimpan bukti pembayaran, Order ID, dan isi di Chat P2P, maka ketika Appeal saya memberikan bukti-bukti tersebut kepada Binance Support agar mereka memeriksa dan menanganinya sesuai prosedur.
Alasan: Cancel dapat mengakhiri status order, tetapi uang yang sudah saya transfer ke bank tidak akan otomatis kembali hanya karena order dibatalkan.
Setelah kasus ini, saya baru menyadari satu hal yang cukup penting.
Red flag yang sama, tetapi cara penanganannya di P2P bisa benar-benar berbeda hanya karena status pembayaran sudah berubah.
Tombol Cancel atau Appeal tidak seharusnya dipilih berdasarkan perasaan “order ini mencurigakan atau tidak”, melainkan berdasarkan status uangnya. Red flag hanya memberi tahu bahwa transaksi ada masalah, sedangkan payment state yang menentukan apa yang harus saya lakukan selanjutnya.
#binancep2pantoan @Binance Vietnam $CYS ✨