#BinanceP2PAnToan
Awalnya saya berpikir bahwa jual beli P2P di Binance yang paling aman adalah jika transfer bank.
Saya ingat, suatu kali akun bank saya mengalami kendala, belum sempat ke bank untuk menanganinya, sementara saya perlu melakukan top up lebih dari 11 juta dong (400 USDT) melalui P2P untuk membeli coin.

Saya mulai masuk ke P2P Binance, menyaring iklan dengan metode pembayaran Viettel Money, lalu saya memilih harga yang sesuai, memeriksa profil mitra, memilih metode pembayaran, kemudian menekan tombol beli.
Begitu order dipesan, jantung saya berdegup kencang—bukan karena ada yang terjadi pada saya, melainkan karena ini adalah transaksi P2P pertama saya dengan metode pembayaran yang berbeda dari transfer bank.

Saya sempat berniat menunggu waktu habis, membatalkan order, lalu pergi ke bank untuk mengaktifkan kembali akun dan melakukan transaksi setelahnya, tetapi posisi coin yang bagus terus mendorong saya.
Saya membaca ulang dengan sangat teliti proses transaksi P2P dengan metode pembayaran Viettel Money.

Oh, ternyata metode pembayaran tidak menentukan apakah transaksi P2P aman atau tidak. Metode pembayaran hanya menentukan cara pembayaran yang fleksibel yang Binance integrasikan untuk pengguna—seperti transfer bank atau metode lainnya. Saya membayar menggunakan Viettel Money kepada mitra, dan order pun telah selesai.

Mungkin saat itulah saya baru mengerti bahwa keamanan P2P Binance tidak harus bergantung pada satu metode pembayaran yang tetap, melainkan pada cara Binance menggabungkan fleksibilitas dengan keamanan dalam P2P.

Penting:
Periksa profil mitra.
Jangan bertransaksi di luar platform.
Informasi transaksi harus sesuai dengan order.
Simpan bukti transaksi dan tekan Appeal jika terjadi masalah.
Itulah yang paling saya sukai dari p2p binance.

@Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan #CreatorPad #p2p #antoan