“Bạn không vội thì tôi cũng không vội đâu” =))) Lagi transaksi P2P malah diajak buat pindah ke Zalo?
Saya sedang beli 20 juta USDT di P2P. Selama belum terlihat koin dilepas, saya masih beritikad baik dengan memotret layar transaksi lalu mengirimkannya ke pihak penjual untuk verifikasi.
Tapi malah langsung kena, disuruh pindah ke Zalo buat ngirim foto supaya lebih jelas. Sepertinya teman-teman juga sudah bisa mencium “aromanya” tidak beres. Terus terang saja, kalau ketemu kasus yang berbelit begini, bukan takut uang hilang—yang paling dikhawatirkan adalah buang waktu buat proses penanganan.
Buat teman-teman yang belum tahu cara menangani dan ingin tahu “teori konspirasi” di balik ajakan supaya transaksi dilakukan di platform lain, silakan lanjut baca.
Kalau kalian transaksi P2P di exchange, di dalam sistem akan tersimpan order dan status transaksi, chat antara dua pihak, serta escrow. Jika ada masalah lalu melakukan komplain, exchange akan punya cukup bukti untuk membantu teman-teman menyelesaikan urusan tersebut.
Memindahkan percakapan ke luar platform bisa membuat sebagian bukti dan mekanisme perlindungan transaksi di exchange hilang.
Kalau ketemu kasus seperti ini, kita harus ngapain?
1️⃣ Jangan pindah ke Zalo/Telegram hanya karena permintaan merchant.
2️⃣ Jika sudah bayar, pertahankan Order. Jangan batal sepihak hanya karena pihak lain minta agar dibatalkan.
3️⃣ Simpan bukti: Order ID, bukti transfer, dan seluruh riwayat chat sebaiknya tetap disimpan.
4️⃣ Kalau ada masalah, lakukan Appeal.
Jangan coba selesaikan dulu lewat obrolan terpisah di luar, lalu setelah itu baru kembali mencari cara untuk membuktikan. Binance mengizinkan kedua pihak untuk mengirim bukti agar tim support bisa meninjau sengketa.
Jadi, ingat ya—lindungi aset kalian sendiri, teman-teman!
#BinanceP2PAnToan @Binance Vietnam
Saya sedang beli 20 juta USDT di P2P. Selama belum terlihat koin dilepas, saya masih beritikad baik dengan memotret layar transaksi lalu mengirimkannya ke pihak penjual untuk verifikasi.
Tapi malah langsung kena, disuruh pindah ke Zalo buat ngirim foto supaya lebih jelas. Sepertinya teman-teman juga sudah bisa mencium “aromanya” tidak beres. Terus terang saja, kalau ketemu kasus yang berbelit begini, bukan takut uang hilang—yang paling dikhawatirkan adalah buang waktu buat proses penanganan.
Buat teman-teman yang belum tahu cara menangani dan ingin tahu “teori konspirasi” di balik ajakan supaya transaksi dilakukan di platform lain, silakan lanjut baca.
Kalau kalian transaksi P2P di exchange, di dalam sistem akan tersimpan order dan status transaksi, chat antara dua pihak, serta escrow. Jika ada masalah lalu melakukan komplain, exchange akan punya cukup bukti untuk membantu teman-teman menyelesaikan urusan tersebut.
Memindahkan percakapan ke luar platform bisa membuat sebagian bukti dan mekanisme perlindungan transaksi di exchange hilang.
Kalau ketemu kasus seperti ini, kita harus ngapain?
1️⃣ Jangan pindah ke Zalo/Telegram hanya karena permintaan merchant.
2️⃣ Jika sudah bayar, pertahankan Order. Jangan batal sepihak hanya karena pihak lain minta agar dibatalkan.
3️⃣ Simpan bukti: Order ID, bukti transfer, dan seluruh riwayat chat sebaiknya tetap disimpan.
4️⃣ Kalau ada masalah, lakukan Appeal.
Jangan coba selesaikan dulu lewat obrolan terpisah di luar, lalu setelah itu baru kembali mencari cara untuk membuktikan. Binance mengizinkan kedua pihak untuk mengirim bukti agar tim support bisa meninjau sengketa.
Jadi, ingat ya—lindungi aset kalian sendiri, teman-teman!
#BinanceP2PAnToan @Binance Vietnam