Perdana Menteri Australia Anthony Albani mengatakan bahwa ia bermaksud untuk secara pribadi mengangkat persoalan tarif baru AS sebesar 12,5% untuk barang-barang Australia dalam percakapan dengan Presiden AS Donald Trump, menurut Reuters.

“Kami akan mengangkat isu ini di semua tingkatan hubungan Australia-Amerika,” kata Albani pada hari Minggu, seraya menambahkan bahwa pejabat Australia telah menyatakan protes terhadap langkah yang diterapkan tersebut.

Pemerintahan Trump pada hari Jumat memperkenalkan tarif baru untuk impor dari 60 mitra dagang—bersamaan dengan berakhirnya masa berlaku tarif global sementara sebesar 10%.

Washington menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi kekurangan dalam sistem mitra dagang yang tidak mencegah masuknya barang yang diproduksi dengan kerja paksa ke pasar mereka dan ke dalam rantai pasok.

Australia termasuk dalam 38 ekonomi yang dikenai tarif sebesar 12,5%. Tujuh belas negara mendapatkan tarif 10%, sementara lima ekonomi dialihkan ke ketentuan campuran tergantung pada rezim tarif yang berlaku bagi mereka.

Langkah-langkah tersebut diberlakukan sesuai dengan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS, yang memungkinkan Washington untuk merespons praktik asing yang dinilai merugikan perdagangan Amerika. Menurut dekret Gedung Putih, sejumlah barang dibebaskan dari bea tambahan.

Pemerintah Buruh Albani menyebut tarif untuk barang-barang Australia tidak berdasar dan berupaya untuk mencabutnya. Perdana menteri menegaskan bahwa Australia sudah memiliki sistem perlindungan yang tepercaya terhadap bentuk-bentuk perbudakan modern dan terus menyempurnakan mekanisme penerapannya.

Undang-undang perbudakan modern Australia mewajibkan organisasi dengan pendapatan konsolidasian tahunan minimal 100 juta dolar Australia untuk setiap tahun melaporkan risiko dalam kegiatan dan rantai pasok mereka, serta langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasinya, menurut data Kementerian Dalam Negeri Australia.

Kанберра juga melakukan pemeriksaan terhadap mekanisme pengendalian rantai pasok dan mempertimbangkan penerapan sanksi yang lebih tegas bagi perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan perundang-undangan.

Kenaikan tarif dapat meningkatkan biaya eksportir Australia yang sangat bergantung pada pasar AS—termasuk produsen bahan bangunan, barang medis, anggur, dan produk industri.

Perusahaan pertambangan dan energi juga menunggu penjelasan mengenai bahan baku atau produk apa saja yang dapat memenuhi syarat untuk dibebaskan dari tarif.

#MarketTurbulence , #GlobalEconomicNews , #TrampTariffs