Loopring, salah satu zk-rollup perintis, akan menutup bursa DEX pada akhir bulan Desember. Alasan yang diakui timnya: kurangnya mesin virtual (virtual machine) dan kemampuan interoperabilitas. Sederhananya, mereka tidak dapat menjalankan kontrak pintar yang kompleks atau terhubung dengan protokol DeFi lainnya.
Akibatnya, ekosistem “membeku” – tidak ada derivatif, pinjaman, atau pembayaran yang benar-benar berjalan. Sementara layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism yang kompatibel dengan EVM menyedot likuiditas serta pengembang, Loopring perlahan tertinggal meski memiliki teknologi zk-proofs yang kuat. Pelajaran yang jelas: teknologi canggih saja belum cukup jika tidak didukung fleksibilitas dan komunitas.
Bagi trader, ini menjadi peringatan soal tata kelola manajemen risiko. Pengguna perlu menarik aset sebelum waktunya. Proyek zk-rollup generasi baru seperti zkSync atau StarkNet telah mengambil pelajaran, tetapi pasar tetap sangat kejam. Lakukan riset sendiri dengan saksama sebelum menaruh kepercayaan pada layer-2 mana pun.
#Layer2 #DeFi #Ethereum #Loopring #Sàngiaodịch
Akibatnya, ekosistem “membeku” – tidak ada derivatif, pinjaman, atau pembayaran yang benar-benar berjalan. Sementara layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism yang kompatibel dengan EVM menyedot likuiditas serta pengembang, Loopring perlahan tertinggal meski memiliki teknologi zk-proofs yang kuat. Pelajaran yang jelas: teknologi canggih saja belum cukup jika tidak didukung fleksibilitas dan komunitas.
Bagi trader, ini menjadi peringatan soal tata kelola manajemen risiko. Pengguna perlu menarik aset sebelum waktunya. Proyek zk-rollup generasi baru seperti zkSync atau StarkNet telah mengambil pelajaran, tetapi pasar tetap sangat kejam. Lakukan riset sendiri dengan saksama sebelum menaruh kepercayaan pada layer-2 mana pun.
#Layer2 #DeFi #Ethereum #Loopring #Sàngiaodịch
