Sikap Dovish Fed di Tengah Konflik Geopolitik☕
Seperti yang biasa terjadi di era pasca-QE, konflik geopolitik yang berkembang telah memberikan alasan bagi pasar untuk fokus pada kemungkinan penurunan suku bunga The Fed, dibandingkan dampak negatif dan korban jiwa akibat konflik kinetik skala besar. Sejak peristiwa akhir pekan lalu, kita telah melihat sederet pembicara The Fed yang cenderung berpandangan dovish:
1. Wakil Ketua Jeff Jefferson menyebutkan 'sadar akan pengetatan kondisi keuangan'
2.Dallas Fed Logan menyatakan 'seiring dengan naiknya premi jangka waktu, mereka dapat melakukan beberapa pekerjaan untuk mendinginkan perekonomian [The Fed]'
3. Bostic dari Fed Atlanta menyatakan bahwa suku bunga 'cukup membatasi' dan cukup tinggi untuk 'mencapai target inflasi [Fed] sebesar 2%.
4.SF Fed Daly menyatakan bahwa "5% tidak akan menjadi netral baru", dan kenaikan imbal hasil obligasi mungkin menggantikan kenaikan suku bunga.
Terakhir, Timiraos (corong Fed) dari WSJ merilis sebuah artikel semalam berjudul "Imbal Hasil Obligasi Lebih Tinggi Kemungkinan Memperpanjang Jeda Suku Bunga Fed", melengkapi pernyataan yang cukup dovish dari The Fed untuk memulai minggu ini.
#Fed #conflicts #market #perceptions #macro