Tim treasury korporat menghabiskan tahun 2024 untuk memperdebatkan apakah perlu memegang
$BTC . Pada 2025 dan memasuki 2026, percakapan berubah drastis—kini mereka mempertanyakan aset apa yang perlu didiversifikasi dan bagaimana cara memperoleh imbal hasil (yield) dari kepemilikan tersebut.
Ini adalah perubahan struktural dalam perilaku institusional.
Panduan awalnya sederhana: anggap Bitcoin sebagai digital gold, alokasikan 1–5% dari cadangan ke dalamnya, lalu lanjut. Namun setelah posisi BTC berjalan, pertanyaan logis berikutnya menjadi: bagaimana dengan aset produktif? Aset yang menghasilkan biaya (fees), menciptakan pendapatan protokol, atau menangkap imbal hasil staking?
Di sinilah <
$ETH >masuk ke percakapan treasury secara berbeda. Bukan sekadar penyimpan nilai—ini adalah working capital di dalam ekosistemnya. Imbal staking sekitar ~3–4% per tahun. Untuk treasury korporat senilai $500M, alokasi kripto 10% yang menghasilkan yield 3% menciptakan $1,5M per tahun—itu bukan hal yang sepele.
<
$BNB > menambahkan lapisan lain: penangkapan biaya (fee capture), mekanisme burn, serta utilitas ekosistem di seluruh CEX terbesar berdasarkan volume. Memegang aset ini tidaklah pasif.
Institusi yang kini diam-diam mengakumulasi bukan hanya hodlers. Mereka sedang membangun neraca yang produktif di kripto—cara yang sama seperti mereka memegang saham dividen atau obligasi berperingkat investasi.
Lapisan yield dalam kripto sedang “dewasa”. Perhatikan keterbukaan treasury selama empat kuartal ke depan.
$BTC $ETH $BNB #CryptoTreasury #InstitutionalCrypto #StakingYield #CryptoAdoption #BinanceSquare