Tinjauan pasar logam global untuk minggu 29 Juni – 4 Juli 2026 menunjukkan pemisahan yang jelas antara logam dasar dan logam mulia.
🌐 Logam dasar seperti tembaga, aluminium, seng, dan nikel sebagian besar diperdagangkan dalam kisaran yang sempit karena pasar menyeimbangkan ekspektasi pasokan yang lebih ketat, penurunan inventori, dan permintaan industri yang tidak merata. Sebaliknya, logam mulia tampil lebih baik, dengan emas dan perak memimpin pergerakan.
⚡ Katalis utama adalah data pekerjaan AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan, yang meningkatkan ekspektasi terhadap The Fed yang lebih dovish. Ketika imbal hasil dan dolar AS mendapat tekanan, emas bergerak menembus area 4.100 USD/oz, sementara perak naik mendekati kisaran 60–62 USD/oz.
🟠 Tembaga belum sepenuhnya breakout dalam jangka pendek, sebagian karena harga sudah tinggi dan prospek permintaan China masih beragam. Namun, skenario jangka panjang tetap didukung oleh pasokan tambang yang ketat, inventori LME yang lebih rendah, serta risiko gangguan di wilayah produsen utama.
🏗️ Aluminium mendingin setelah reli sebelumnya, tetapi inventori fisik yang rendah dan risiko pasokan terus memberikan dukungan. Nikel dan timbal tetap lebih lemah karena tekanan kelebihan pasokan, sedangkan timah relatif tetap kuat berkat cerita defisit strukturalnya.
🔌 Tema jangka menengah yang penting adalah meningkatnya permintaan logam dari AI, pusat data, dan peningkatan jaringan listrik. Tembaga dan aluminium adalah penerima manfaat yang paling jelas karena investasi pada infrastruktur kelistrikan, energi terbarukan, dan kendaraan listrik terus berkembang.
📉 Perbedaan tersebut juga terlihat pada bijih besi dan baja, yang tetap berada di bawah tekanan akibat pasokan baru dan lemahnya permintaan properti China. Ini memisahkan logam non-besi dengan dukungan penawaran-permintaan yang lebih kuat dari logam besi yang masih belum memiliki katalis pertumbuhan yang kuat.
🔎 Dalam waktu dekat, pasar akan memantau data inflasi AS, sinyal The Fed, negosiasi Timur Tengah, keputusan tarif tembaga AS, serta data industri China. Prospek jangka panjang untuk tembaga, aluminium, timah, emas, dan perak tetap konstruktif, tetapi volatilitas mungkin masih tinggi.
#Metals $XAU $XAG $COPPER