Bitcoin selalu dikenal karena volatilitas ekstremnya, dan penurunan ke $23.000 atau di bawahnya tidaklah mustahil. Beberapa faktor ekonomi dan pasar dapat berkontribusi pada penurunan tersebut. Pertama, ketidakpastian ekonomi global memainkan peran utama dalam harga cryptocurrency. Jika ekonomi besar mengalami resesi, inflasi tinggi, atau kebijakan moneter yang lebih ketat, investor mungkin menarik uang dari aset berisiko seperti Bitcoin dan memindahkannya ke investasi yang lebih aman seperti obligasi atau uang tunai.
Kedua, tekanan regulasi dapat memicu penurunan tajam. Pemerintah di seluruh dunia terus memperdebatkan regulasi cryptocurrency yang lebih ketat. Jika pasar besar seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa memberlakukan pembatasan ketat pada bursa, perpajakan, atau transaksi crypto, kepercayaan investor dapat melemah, yang mengarah pada penjualan besar-besaran dan penurunan harga.
Faktor lain adalah sentimen pasar dan perilaku institusi. Harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh investor besar dan institusi. Jika perusahaan besar atau dana investasi memutuskan untuk menjual kepemilikan signifikan karena ketakutan atau pengambilan keuntungan, penjualan panik dapat mengikuti. Reaksi berantai ini sering mempercepat penurunan harga di pasar crypto.
Akhirnya, analisis teknis juga menunjukkan bahwa ketika level support kunci pecah, harga dapat turun dengan cepat ke zona support kuat berikutnya. Jika Bitcoin gagal untuk bertahan di atas level support utama, trader mungkin mengantisipasi penurunan lebih lanjut, mendorong harga menuju $23.000 atau bahkan lebih rendah.
Sebagai kesimpulan, meskipun Bitcoin memiliki pendukung jangka panjang, kondisi ekonomi, regulasi, sentimen investor, dan keruntuhan teknis dapat bersatu untuk mendorong harga turun ke $23.000 atau di bawahnya.
#BitcoinForecast