💎 Bagaimana GRAM berubah menjadi GRAM
Blockchain TON dan token aslinya, Gram, memiliki kisah yang menakjubkan. Begitulah kripto berkembang di Telegram.
📖 Awalnya hanya sebuah nama
Pada 2017, Pavel Durov sedang memilih nama untuk kriptomata uang baru Telegram.
Idenya adalah memberi nama yang sederhana dan familier, agar terasa alami dalam kehidupan sehari-hari. Maka lahirlah Gram.
👥 Lalu datanglah komunitas
Pada 2019, Telegram berpisah dari proyek tersebut, dan komunitas melanjutkan pengembangan teknologi open-source secara independen. Setelah itu, blockchain menjadi The Open Network, dengan Toncoin sebagai token aslinya.
Toncoin tidak langsung dicantumkan di bursa-bursa utama, sehingga dibuatlah @wallet sebagai cara yang sederhana untuk mengisi saldo dengan kriptomata uang langsung di messenger.
🔄 Kembalinya yang sangat dinantikan
Pada musim semi 2026, Durov mengumumkan rencana MTONGA, Make TON Great Again, dengan 7 langkah.
Telegram kembali ke proyek: menjadi validator terbesar jaringan, menggantikan TON Foundation, dan mengambil peran kepemimpinan dalam pengembangan TON. Komunitas memilih untuk memulihkan nama aslinya: Toncoin kembali menjadi GRAM.
⭐️ Gram Wallet
Melanjutkan rencana MTONGA, Durov mengumumkan sebuah dompet non-kustodian yang terintegrasi. Dompet ini sudah tersedia untuk beberapa grup dan akan menjangkau jutaan pengguna dalam beberapa minggu mendatang.
Bab baru terbuka dalam ekosistem, dan bersama Gram Wallet dari Telegram, kita akan membentuk pengalaman kripto bagi pengguna 👥
#GramWallet #TelegramWallet #GRAM #PavelDurov #TON $GRAM