Tentang Ethereum (ETH)
Ethereum (ETH) adalah token mata uang kripto terbesar kedua dalam hal kapitalisasi pasar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Ethereum (ETH) telah membawa banyak inovasi dan kegunaan dalam industri dengan memperkenalkan fungsionalitas smart contract, yang telah membuka jalan bagi industri keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aplikasi terdesentralisasi atau Dapp.
Ethereum memungkinkan pengguna untuk membuat dan meluncurkan perangkat lunak yang umumnya dalam bentuk Dapp, yang kemudian digerakkan oleh sebuah jaringan komputer terdistribusi global yang semuanya menjalankan Ethereum. Karena jaringan Ethereum bersifat terdesentralisasi, hal ini membuatnya sangat tahan terhadap segala bentuk penyensoran atau waktu henti.
Selain itu, Ethereum adalah platform blockchain sumber terbuka yang menggunakan mata uang aslinya, yaitu disebut Ether atau ETH. Semua biaya transaksi jaringan atau biaya gas, dibayar dalam ETH.
Ethereum atau ETH adalah token yang secara khusus digunakan oleh blockchain Ethereum untuk membayar transaksi. Token ini bertanggung jawab untuk menyokong pada hampir semua hal yang terjadi di dalam jaringan.
Jaringan Ethereum dapat digunakan oleh siapa saja untuk membuat dan menjalankan smart contract, yang merupakan program perangkat lunak yang berjalan secara mandiri, tanpa campur tangan pengguna. Pertumbuhan Ethereum dapat dikaitkan sebagian dengan kemampuan smart contract-nya, seperti yang telah memungkinkan ekosistem Dapp berkembang, non-fungible token (NFT), dan masih banyak lagi.
Secara default, Ethereum menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW), tetapi jaringan secara perlahan melakukan migrasi ke Proof-of-Stake (PoS) sebagai bagian dari peningkatan Ethereum 2.0-nya. Peningkatan Ethereum 2.0 dimulai pada Desember 2020 dengan peluncuran Beacon Chain. Komunitas ETH mendukung peningkatan ini dengan melakukan staking 1 juta ETH di minggu pertama.




