Beli Kripto
Bayar menggunakan
NFT
New
Informasi
Unduh
English
USD

Mata Uang Kripto dan Inflasi: Semua yang Perlu Anda Ketahui

2022-02-03

Ringkasan

  • Inflasi didefinisikan sebagai proses di mana penurunan nilai mata uang, seperti dolar AS, menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. 

  • Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari dasar-dasar inflasi, peran kripto selama inflasi, dan cara Anda dapat menggunakan stablecoin seperti BUSD sebagai hedging yang stabil terhadap inflasi.

Kemungkinan besar Anda pernah mendengar di internet bahwa Bitcoin dirancang untuk memerangi inflasi. Namun apa itu inflasi? Inflasi adalah proses di mana penurunan nilai mata uang, seperti dolar AS, menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, inflasi terjadi ketika pemerintah mencetak lebih banyak uang daripada yang dibutuhkan, dan ini juga alasan mengapa kakek-nenek Anda selalu berbicara tentang lebih murahnya berbagai barang di masa lalu. 

Baru-baru ini, banyak ahli memperkirakan inflasi akan meningkat secara signifikan pada tahun 2020 karena pemerintah di seluruh dunia terpaksa menyuntikkan triliunan dolar untuk membantu merangsang ekonomi yang mandek yang disebabkan oleh pandemi COVID. Namun, inflasi tetap terjaga stabil, berada di sekitar 1,5% terlepas dari pencetakan uang yang disebabkan oleh pandemi. Setelah ekonomi dibuka kembali dan belanja konsumen meningkat, pemerintah menghadapi tugas yang sulit di masa yang akan datang.

Apakah Inflasi Baik atau Buruk untuk Perekonomian?

Bagi ekonom terkenal John Maynard Keynes, inflasi bukanlah hal yang mengerikan dalam beberapa situasi, dan sebenarnya dapat meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja baru selama periode penurunan. Secara keseluruhan, tingkat inflasi yang rendah merangsang pengeluaran, investasi, dan pinjaman—semua hal penting untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat. Di sisi lain, ketika inflasi tidak terkendali, ini mengarah pada hiperinflasi, yang menyebabkan harga barang dan jasa meningkat dengan cepat sementara upah tetap stagnan, daya beli mata uang menurun, dan biaya hidup menjadi lebih mahal. 

Inflasi yang lebih tinggi mengikis nilai uang yang telah Anda tabung dan inflasi yang lebih rendah memperlambat perekonomian secara keseluruhan. Misalnya, warga negara dengan ekonomi hiperinflasi seperti Argentina, Venezuela, dan Zimbabwe harus memprioritaskan pengeluaran. Jika tidak, tingkat harga akan tumbuh dengan cepat dan menyebabkan nilai uang di rekening mereka menurun. 

Peran Kripto dan Bitcoin selama Inflasi

Karena inflasi terus menjadi ancaman terhadap nilai yang disimpan dalam fiat, orang sering melindungi diri mereka dengan berinvestasi dalam aset yang mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Secara historis, emas telah digunakan sebagai hedging terhadap inflasi, tetapi sekarang kripto telah menjadi alternatif yang lebih populer selama beberapa tahun terakhir. 

Hedging terhadap inflasi

Bitcoin pada dasarnya adalah aset deflasioner. Inilah mengapa warga negara dengan mata uang fiat yang tidak stabil semakin menggunakannya sebagai penyimpan nilai untuk menghindari hiperinflasi dan kenaikan biaya barang dan jasa sehari-hari. Tidak seperti fiat, kripto tidak dapat dimanipulasi dengan cara yang sama seperti mengubah suku bunga dan meningkatkan pencetakan uang. Yang terpenting, pasokan Bitcoin tidak akan pernah melebihi 21 juta yang menjadikannya penyimpan nilai yang menarik yang tahan terhadap inflasi. Meskipun popularitas Bitcoin telah melonjak selama setahun terakhir, sifat volatilitas pasar kripto terus menjadi topik perdebatan. 

Volatilitas pasar kripto yang dipertanyakan

Kritikus berpendapat bahwa alasan utama di balik meningkatnya uang institusional di pasar kripto adalah apresiasi harga mata uang kripto secara keseluruhan dari waktu ke waktu. Misalnya, meskipun mengalami penurunan besar-besaran dari harga tertinggi sepanjang masa menjadi sekitar $30.000 pada bulan Juli, nilai Bitcoin masih naik sebesar 2% untuk tahun ini. Pada bulan Agustus, keuntungan tahunan naik menjadi 300%. 

Namun, setelah penurunan drastis Bitcoin sebesar 45% pada bulan Mei, banyak investor berbondong-bondong kembali ke emas dan melihat mata uang kripto sebagai sektor yang belum matang dan belum membuktikan dirinya sebagai kelas aset yang stabil atau tempat penyimpanan nilai yang aman. Setiap aset yang digunakan sebagai penyimpan nilai dan hedging terhadap inflasi memerlukan tingkat stabilitas dan kepercayaan yang tinggi. Meskipun tidak lagi mendukung mata uang suatu negara, emas telah memantapkan keberadaannya dalam hal hedging sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, mata uang kripto memiliki terlalu banyak volatilitas jangka pendek sehingga tidak memberi investor kepercayaan yang sama seperti emas.  

Alternatif Stablecoin

Mata uang kripto sering mengalami pergerakan harga secara tiba-tiba. Bagi banyak orang, hal tersebut menjadikan kripto sebagai penyimpan nilai yang tidak menarik. Jika penurunan harga 30% selama 24-48 jam dianggap langka dan berbahaya di pasar tradisional seperti saham, ini adalah peristiwa yang relatif umum di pasar kripto. Jika Anda ragu tentang sifat volatilitas kripto, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan stablecoin seperti BUSD, stablecoin 1:1 yang aman dan didukung USD yang dikeluarkan oleh Paxos dan disetujui oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS). Berikut adalah berbagai cara stablecoin menguntungkan pengguna di negara-negara dengan hiperinflasi:

Perdagangan yang nyaman

Berdagang Forex dan mata uang fiat yang berbeda adalah metode populer untuk memerangi inflasi. Stablecoin menawarkan Anda cara yang lebih nyaman untuk berpartisipasi di pasar. Tidak seperti pasar mata uang tradisional, stablecoin dapat dibeli 1:1 dengan USD melalui transfer wire dan, jika Anda telah melalui verifikasi KYC, Anda dapat mengisi ulang dompet tunai Binance Anda dengan mata uang tertentu dan kemudian mengonversikannya ke BUSD. Anda juga dapat mengonversi dan menerima stablecoin lain seperti USDT, USDC, TUSD tanpa biaya. 

Transaksi sehari-hari

Warga di negara dengan hiperinflasi sering kali harus berurusan dengan mata uang fiat yang bergejolak. Stablecoin adalah alternatif yang bagus karena semakin banyak pedagang dan toko mulai menerima kripto sebagai pembayaran. Faktanya, stablecoin yang didukung fiat seperti BUSD menjadi semakin populer di pasar ekonomi yang tidak stabil. 

Kesimpulan

Inflasi adalah konsep ekonomi yang kompleks yang bisa menjadi baik atau buruk, tetapi konsensus umum menyatakan bahwa inflasi dapat menjadi bencana ketika terlalu tinggi dan berada di luar kendali. Meskipun inflasi tetap stabil selama tahun lalu saat pandemi COVID menghentikan laju bisnis, inflasi diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat karena meningkatnya pengeluaran dan terbukanya perekonomian. 

Akibatnya, individu dan bisnis berinvestasi emas, real estat, dan aset lainnya untuk melindungi diri mereka dari inflasi di masa depan. Selama dekade terakhir, Bitcoin dan mata uang kripto telah menunjukkan bahwa, layaknya aset-aset tersebut, kripto pun memiliki peran selama periode inflasi. 

Mulai perjalanan kripto Anda dengan Binance

Mulailah dengan mendaftarkan Akun Binance.com atau unduh Aplikasi perdagangan kripto Binance . Sebelum Anda memulai perjalanan kripto Anda, verifikasi akun Anda untuk meningkatkan batas pembelian kripto. Setelah diverifikasi, Anda dapat membeli BUSD di Binance dengan uang tunai melalui transfer bank, saluran kartu, atau opsi dompet elektronik.

Penafian: Investasi mata uang kripto mengandung risiko pasar yang tinggi. Binance tidak bertanggung jawab atas kerugian dari perdagangan Anda. Pendapat dan pernyataan di atas bukan dimaksudkan sebagai nasihat keuangan.

Baca artikel bantuan berikut untuk informasi lebih lanjut:

(Blog) Cara Menggunakan Stablecoin sebagai Hedging terhadap Inflasi