Aksi Binance Charity: Menguatkan Bududa Melalui Blockchain

2019-02-05

Pada 22 Januari, Binance Charity, lengan filantropi dari Binance, dengan sukses membawa lebih dari 625 korban dari Bencana Tanah Longsor di Daerah Bukalasi di Bududa. Beberapa pemegang saham sudah dikerahkan untuk memastikan pembawaan barang kepada grup korban pertama. Program donasi crypto kami adalah sepenuhnya transparan dan akan menguntungkan lebih dari 1.200 korban bencana. Kami mengucapkan terima-kasih yang sebesar-besarnya untuk semua individu yang sudah membantu kami untuk menjalankan misi kami dengan memberikan donasi untuk program penguatan Bududa.

Inilah ceritanya dari awal.

11 Oktober 2018, Daerah Bukalasi, Distrik Bududa, Uganda. Hujan lebat yang terjadi selama empat jam menghasilkan banjir dan tanah longsor yang terjadi di siang hari, membawa batu besar dan puing lainnya.

Bencana ini merenggut nyawa 51 penduduk dan menyebabkan 400 orang hilang, 1.000 orang terdampar, dan mempengaruhi kehidupan lebih dari 12.000 orang. Alur perjalanan tanah basah dan puing besar yang mematikan ini juga memukul hancur banyak sekali rumah seperti yang ada di gambar di atas.

Dalam beberapa minggu bahkan bulan setelah terjadinya bencana tersebut, ketika mereka mengubur korban yang meninggal dan mencari yang terhilang, warga desa tersebut memiliki kesulitan dalam menjalankan kehidupan mereka. Rose Bilah menceritakan kesulitan yang dialaminya dan kesulitan yang dialami para warga desa tersebut.

Rose sekarang tinggal di sebuah rumah kecil dengan keluarganya dan beberapa tetangganya, yang kehilangan tempat tinggal dikarenakan bencana tersebut.

Walaupun bencana tersebut merenggut banyak barang milik mereka. Mereka masih tetap harus melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mencuci pakaian.

Pada waktu ini, mereka tidak memiliki ember untuk mencuci pakaian mereka, ataupun wadah untuk menaruh air yang dipakainya. Mereka mengusahakan menggunakan kantong plastik untuk mengambil air.

Binance Charity mengeksekusi program amal yang dapat membantu korban bencana tersebut dan memberikan mereka apa yang paling dibutuhkan oleh mereka. Kami pergi ke Bududa untuk melakukan proses verifikasi kondisi korban bencana tersebut.

Melalui proses ini, kami mengidentifikasi korban bencana, termasuk di dalamnya 625 penerima warisan yang menerima kiriman pertama bantuan. Mereka melewati proses identifikasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Bududa dan Kantor Perdana Menteri Uganda.

Pada 17 Januari, bersama dengan CryptoSavannah Foundation (CSF), kami melatih lima sukarelawan dari daerah Bududa untuk bagaimana cara menggunakan dompet crypto. Dan sebagai gantinya lima sukarelawan tersebut membantu 72 kepala rumah tangga untuk membuka dompet crypto mereka dan menginstruksikan mereka bagaimana cara menggunakan dompet untuk menerima bantuan.

Binance Charity dan CSF mewawancarai 20 anak muda yang dipilih oleh pemerintah setempat, lalu di memilih lima anak muda untuk dilatih (di bawah umur 28 tahun), memiliki kemampuan berkomputer, dapat berbahasa Inggris dan bahasa setempat, sabar, ramah, dan terbuka dalam mempelajari hal baru. Setelah 30 menit sesi pelatihan, kelimanya dapat mendaftarkan dan menguasai akun Binance mereka.

“Kami sangat beruntung tidak terpengaruh oleh bencana mengerikan tersebut, akan tetapi kami ingin berkontribusi untuk kerabat dan teman kami, yang kehilangan orang kesayangan mereka dan kehidupan mereka, dan alat produksi mereka. Program ini mengizinkan kami untuk berpartisipasi dan membantu mereka dalam sebuah cara yang baru,” ujar Winnie, salah satu peserta pelatihan dari Bududa.

72 rumah tangga menerima donasi crypto dari Binance, mengatasnamakan keluarga mereka. Kepala rumah tangga tersebut merepresentasikan semua 625 korban yang menerima bantuan, yang kebanyakan di bawah 18 tahun atau yang secara fisik tidak dapat pergi ke balai desa.

Satu truk penuh dengan 625 kotak berangkat dari Kampala, ibu kota Uganda, pada 21 Januari, dan akan sampai di malam hari, yang sudah dipersiapkan untuk menempuh lima jam perjalanan ke Bududa esok harinya untuk membawa barang bantuan tersebut.

Pada 22 Januari, ke-72 kepala rumah tangga berkumpul bersama-sama pada balai desa. Mereka menggunakan akun crypto mereka untuk mendapatkan bantuan yang mereka nantikan dari pemberi donasi, dengan bantuan kelima pelatih dan staff Binance Charity dan CSF.

Donasi Binance Charity dan mekanisme distribusi yang mengikutsertakan registrasi penerima bantuan dan proses pembayaran. Kami mencoba untuk membuat penerima bantuan sadar akan hak-nya dan tanggung-jawabnya dalam mengelola dana tersebut.

Lalu, kepala rumah tangga tersebut satu-per-satu mengambil kotak donasi yang sudah disiapkan untuk mereka. Mereka hampir menangis disaat mereka membuka kotak tersebut dan menemukan bahan persediaan yang sudah disusun rapi, seperti minyak, beras, sabun, sprei, dirigen air, dan lain sebagainya.

Rose adalah salah satu kepala keluarga yang mendapatkan paket donasi. Sekarang komunitasnya akan dapat meningkatkan kehidupan mereka perlahan-lahan.

“Rumah kami hancur dalam bencana tersebut, sejak saat itu, 11 anggota keluarga kami harus tinggal bersama-sama dengan keluarga lainnya. Kami sangat berterima-kasih akan donasi yang sangat murah hati yang kami terima hari ini dikarenakan hal tersebut menghidupi kembali kehidupan kami dan memberikan harapan untuk membangun hidup yang baru,” ujar salah satu teman Rose dalam bahasa setempat.

“Di masa lalu, penerima akhir hampir tidak diperhatikan dalam aktivitas amal seperti ini dikarenakan tidak banyak orang yang peduli dengan kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Terkadang, penerima bantuan secara pasif menerima apapun barang yang diberikan donatur berikan, yang dianggap dibutuhkan. Binance Charity menggunakan model yang baru untuk mengikutsertakan penerima bantuan, yang merupakan elemen penting dalam pemberian amal, dengan mengklik tombol pembayaran mereka sendiri,” ujar Helen Hai, kepala dari Binance Charity.

“Mereka akan mengetahui bahwa mereka memiliki kontrol dan suara mereka dapat didengar.”

Pengiriman kedua paket tersebut sedang diatur dan akan dieksekusi pada akhir Februari. Tim Binance Charity dan CSF sedang bekerja untuk meregistrasi 655 orang dari grup kedua ke dalam daftar.

Terima kasih kepada Crypto Savannah Foundation, organisasi yang membantu kami mengembangkan ikatan kami dengan daerah Bududa dan memfasilitasi sesi pelatihan dan pengiriman bantuan. Kami juga berterima kasih kepada semua donatur yang mendukung kampanye untuk Menguatkan Bududa dan membantu korban bencana kembali berdiri dengan kakinya sendiri.