Dapatkan analisis teknikal mendalam, berita pasar terkini, dan tips crypto setiap hari. Bergabunglah dengan komunitas trading yang solid & raih profit maksimal
Ketegangan geopolitik kembali memanas seiring perkembangan teknologi senjata hipersonik—rudal yang mampu melaju lebih dari 5 kali kecepatan suara dan sulit dideteksi sistem pertahanan konvensional.
Sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China berlomba mengembangkan teknologi ini. Di sisi lain, dinamika internal dalam NATO juga menunjukkan adanya perbedaan pendekatan menghadapi ancaman generasi baru tersebut.
Kenapa teknologi hipersonik bikin dunia waspada?
1. Sulit Dicegat Kecepatan dan manuvernya membuat sistem pertahanan rudal tradisional kesulitan merespons.
2. Memicu Perlombaan Senjata Baru Jika satu negara unggul, negara lain terdorong mengejar ketertinggalan → meningkatkan risiko eskalasi. 3. Tekanan Stabilitas Global Doktrin “deterrence” (penangkalan) bisa berubah karena waktu respons makin sempit.
Apakah dunia menuju era konflik teknologi militer baru?
Secara realistis, dunia memang memasuki fase kompetisi teknologi militer yang lebih canggih, bukan sekadar perang konvensional. Namun:
• Belum tentu berarti perang terbuka akan terjadi.
• Justru bisa memunculkan keseimbangan baru berbasis teknologi.
• Diplomasi dan kontrol senjata tetap menjadi kunci.
Sejarah menunjukkan, setiap lompatan teknologi militer (nuklir, satelit, drone) awalnya menimbulkan ketakutan besar, tapi kemudian diikuti perjanjian dan mekanisme pengendalian.
📌 Tantangan utamanya bukan hanya senjatanya, tapi bagaimana negara-negara besar mengelola kepercayaan dan komunikasi strategis.
Menurutmu, apakah perlombaan hipersonik ini akan berakhir pada keseimbangan baru… atau justru meningkatkan risiko salah kalkulasi global?