Pola 1.064 Hari Naik, 364 Hari Turun: Siklus Bitcoin Ini Kebetulan atau Blueprint Market?
Sebuah prediksi dari akun anonim kembali viral di komunitas kripto. Ia mengklaim Bitcoin bergerak dalam pola berulang: 1.064 hari fase kenaikan, diikuti 364 hari fase penurunan. Pola ini disebut sudah terjadi 4 kali dengan presisi tinggi dalam siklus sebelumnya.
Jika skenario ini kembali terulang, puncak harga (ATH) diproyeksikan terjadi pada 6 Oktober 2025. Setelah itu, pasar diperkirakan memasuki fase koreksi hingga 9 November 2026, dengan potensi bottom di area $35.000–$45.000.
Apakah ini sekadar kebetulan statistik atau memang struktur siklus yang konsisten? Trader perlu memahami bahwa meski pola historis bisa memberi konteks, market tetap dipengaruhi likuiditas, makroekonomi, dan sentimen global.
Follow Menjadi Trader untuk update analisis siklus, skenario bull & bear market, dan strategi hadapi volatilitas. #menjaditrader #bitcoin #cryptocycle #bullbear NFA, DYOR.
The Fed Kompak Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Apa Dampaknya ke Bitcoin?
Sejumlah pejabat Federal Reserve memberi sinyal bahwa suku bunga acuan AS kemungkinan akan dipertahankan lebih lama. Langkah ini dinilai perlu agar bank sentral memiliki waktu cukup untuk mengevaluasi dampak pemangkasan sebelumnya sekaligus memastikan inflasi tidak kembali memanas.
Gubernur The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan pendekatan “wait and see” menjadi kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sikap ini menunjukkan The Fed belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter lebih agresif.
Bagi pasar kripto, kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama bisa menekan aset berisiko dalam jangka pendek karena likuiditas tetap ketat. Namun, setiap perubahan arah kebijakan ke depan berpotensi menjadi katalis volatilitas besar di Bitcoin dan altcoin.
Ikuti update makro dan analisis tajam lainnya hanya di Menjadi Trader, bull market atau bear market, tetap siap dengan strategi. #menjaditrader #bitcoin #TheFed #cryptonews NFA, DYOR.
Bitcoin kembali bergerak di area rawan. Harga sempat turun di bawah $69K, tertahan oleh resistance kuat, dan memunculkan sinyal yang saling bertabrakan. Pasar jelas belum punya arah tegas.
Gambaran Utama
Secara teknikal, BTC masih tertekan di bawah EMA dengan momentum yang condong bearish.
Sentimen komunitas terbelah antara antisipasi penurunan lanjutan dan keyakinan akumulasi jangka panjang.
Minat institusional belum hilang, meski tekanan jual masih muncul dari beberapa sisi.
Sisi Positif
Kepercayaan institusi tetap ada: Goldman Sachs mengungkap eksposur $1,1 miliar BTC, sementara ETF spot mencatat $145 juta inflow dalam sehari.
Struktur jangka panjang relatif terjaga: harga masih bertahan di atas trendline utama, mengindikasikan akumulasi yang berlangsung diam-diam.
Adopsi terus meluas: pembayaran QR Binance di Peru dan pemangkasan biaya BTC oleh Cash App memperkuat utilitas dan akses pasar.
Risiko yang Masih Membayangi
Setup teknikal belum ramah: EMA 7/25/99 di atas harga, MACD bearish, RSI masih melemah.
Tekanan suplai meningkat: deposit 4.200 BTC dari holder lama dan penjualan 4.451 BTC oleh miner berpotensi menambah beban jual.
Skenario koreksi lebih dalam masih dibahas, dengan target ekstrem di kisaran $38K–$60K.
Sentimen
Narasi bearish mendominasi, bahkan muncul prediksi crash ekstrem.
Sebagian besar melihat BTC sedang sideways dengan volatilitas tinggi, bukan runtuh langsung.
Di sisi lain, optimisme jangka panjang tetap hidup, banyak yang menganggap fase ini mirip akumulasi emas sebelum breakout besar.
➡️ Kesimpulan: jangka pendek masih berat dan penuh noise, tapi fondasi jangka panjang belum runtuh. Ini fase uji kesabaran, bukan waktu ideal untuk keputusan emosional.
Michael Saylor Gaspol Akumulasi: Strategy Borong 1.142 BTC di Tengah Tekanan Pasar Di saat pasar kripto masih diliputi tekanan, Strategy Inc. justru menambah agresivitas akumulasi Bitcoin. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini membeli tambahan 1.142 BTC senilai sekitar US$90 juta, menegaskan keyakinan jangka panjang mereka terhadap aset digital tersebut.
Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai sekitar 714.644 BTC per 8 Februari 2026. Menariknya, harga rata-rata akumulasi berada di kisaran US$78.815 per BTC, sebuah level yang secara implisit diposisikan Saylor sebagai zona nilai fundamental jangka panjang, meski harga pasar saat ini bergerak lebih rendah.
Langkah ini menjadi sinyal kepercayaan ekstrem dari institusi pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Aksi Saylor berpotensi memengaruhi psikologi pasar, khususnya investor yang masih ragu di fase volatilitas tinggi.
Ikuti update market dan sudut pandang institusional bareng Menjadi Trader, bull market atau bear market, MT always winner. #menjaditrader #bitcoin #cryptonews #marketpsikologi NFA, DYOR.
Kevin Warsh Ternyata Tak Se-Hawkish Dugaan Awal, Sinyal Bullish untuk Emas? Pernyataan terbaru Kevin Warsh memunculkan perspektif baru soal arah kebijakan moneter AS. Ia mengisyaratkan keinginan menghidupkan kembali kolaborasi erat antara US Treasury dan Federal Reserve seperti era pra-1951, yang berarti pemerintah berpotensi memiliki pengaruh lebih besar terhadap keputusan bank sentral.
Tak hanya itu, Warsh juga mendorong ide yield-curve control, di mana The Fed menetapkan batas maksimal (ceiling) imbal hasil obligasi. Jika yield menembus level tersebut, bank sentral diwajibkan melakukan QE untuk menahannya. Skema ini secara historis identik dengan peningkatan likuiditas dan tekanan terhadap nilai mata uang.
Bagi pasar, arah kebijakan seperti ini dinilai menguntungkan aset lindung nilai terhadap monetary debasement, terutama emas. Dengan asumsi kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, peluang emas untuk kembali reli dan menembus area US$5.000 pun mulai diperbincangkan.
Pantau terus dinamika makro dan dampaknya ke crypto market bareng Menjadi Trader, bull market atau bear market, MT always winner. #menjaditrader #makroekonomi #emas #cryptomarket NFA, DYOR.
24 jam terakhir jadi fase yang cukup liar buat Bitcoin. Harga sempat tertekan, tapi di saat yang sama ada tanda-tanda akumulasi dari pemain besar dan insentif baru dari platform. Market akhirnya berada di kondisi serba tanggung: belum bullish, tapi juga tidak sepenuhnya menyerah.
Gambaran Utama
Institusi mulai terlihat mengoleksi BTC di area harga sekarang.
Struktur teknikal masih menekan, ditambah arus dana keluar yang nyata.
Isu regulasi, khususnya soal stablecoin, berpotensi mengubah alur likuiditas pasar.
Sisi Positif
Dana institusional bergerak: entitas besar seperti SAFU Fund dan firma analitik ternama menambah kepemilikan BTC, sinyal kepercayaan jangka panjang.
Insentif platform mulai agresif: bonus +2,5% APR untuk holder BFUSD yang maintain long BTCUSDT bisa mendorong demand derivatif.
Aktivitas whale mendukung akumulasi: penarikan 3.500 BTC (~$249 juta) dari exchange menunjukkan niat simpan, bukan jual.
Risiko yang Masih Menekan
EMA 7 masih di bawah EMA 25 & 99, ditambah MACD bearish → momentum turun belum selesai.
Arus modal keluar cukup besar dalam 24 jam terakhir (hingga $58,9 juta), mencerminkan kehati-hatian pasar.
Difficulty mining turun 11%, terdalam sejak 2021, akibat hashrate anjlok → sinyal tekanan dari sisi miner.
Sentimen
Kekhawatiran regulasi stablecoin ramai dibahas, karena bisa memisahkan jalur fiat–kripto.
Aktivitas kecil di “wallet Satoshi” memicu spekulasi, dari sekadar simbolis sampai pemancing hype.
Retail terlihat panik (Google search BTC melonjak), sementara holder institusional justru relatif tenang.
➡️ Kesimpulan: smart money terlihat mulai masuk, tapi struktur pasar belum mendukung reversal. Ini fase penuh noise, fokus ke data, bukan emosi.
Regulasi Mandek, Euforia Kripto AS Mulai Luntur Harapan pasar terhadap kepastian regulasi kripto di Amerika Serikat kembali meredup. Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menyebut pembahasan RUU Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY) masih tersendat di Kongres akibat banyaknya penolakan dari para legislator. Ketidakpastian ini dinilai ikut memicu tekanan jual di pasar kripto.
Berbicara dalam sebuah konferensi di California, Waller mengatakan optimisme yang sempat mengangkat harga kripto pasca terpilihnya Donald Trump mulai memudar. Ia menilai sebagian euforia telah hilang, seiring pelaku pasar menyesuaikan ulang risiko di tengah volatilitas tinggi aset digital.
Di sisi lain, The Fed berencana meluncurkan proposal “skinny master accounts” sebelum akhir tahun. Skema ini difokuskan pada sistem pembayaran tanpa fitur penuh seperti rekening bank utama, dengan tujuan mendorong inovasi sekaligus membatasi risiko bagi bank sentral.
Tekanan pasar tercermin pada harga Bitcoin yang sempat melemah ke area US$70.000, di tengah sentimen ritel yang cenderung bearish. Waller menegaskan, pasar kripto memang terpisah dari sistem keuangan tradisional sehingga rentan mengalami koreksi tajam.
Ikuti terus update kripto dan cara membaca arah market bareng Menjadi Trader, bull market atau bear market, MT always winner. #menjaditrader #bitcoin #cryptonews #BTC NFA, DYOR.