Binance Square
FEY60
349 Публикации

FEY60

I’m Crypto Enthusiast || Tidak Menerima Titip Dana
30 подписок(и/а)
8.1K+ подписчиков(а)
9.4K+ понравилось
Посты
Портфель
·
--
Harga emas dunia sempat menembus US$4.200 per troy ounce pada Oktober 2026, mencetak rekor baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. ~ Kondisi ini membuat emas kembali dilirik karena dianggap bisa membantu melindungi nilai kekayaan saat pasar bergejolak. ~ Sebagian investor memilih emas untuk mengurangi risiko ketika pasar saham tidak stabil. Namun, bukan berarti semua uang berpindah ke emas. ~ Pergerakan harga tetap dipengaruhi suku bunga AS, inflasi, dan kondisi global. Investor pun perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan. $GOLD.US {stock_us}(GOLD.US)
Harga emas dunia sempat menembus US$4.200 per troy ounce pada Oktober 2026, mencetak rekor baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.
~
Kondisi ini membuat emas kembali dilirik karena dianggap bisa membantu melindungi nilai kekayaan saat pasar bergejolak.
~
Sebagian investor memilih emas untuk mengurangi risiko ketika pasar saham tidak stabil. Namun, bukan berarti semua uang berpindah ke emas.
~
Pergerakan harga tetap dipengaruhi suku bunga AS, inflasi, dan kondisi global. Investor pun perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

$GOLD.US
GOLDUS-0,19%
·
--
Kasus mengejutkan terjadi pada Ledger Nano X dari Malaysia. Mark Karpelès melaporkan adanya chip tambahan, eSIM, antena, dan komponen LTE tersembunyi di balik layar perangkat. . Ledger mengonfirmasi adanya modifikasi ilegal pada perangkat pengguna yang terdampak. . Ledger menyarankan pembeli dari reseller CryptoBilis dalam 90 hari terakhir untuk tidak mengatur perangkat baru. . Pengguna yang sudah menggunakannya disarankan mempertimbangkan perangkat baru dan seed phrase baru. Dugaan pencurian seed phrase lewat layar belum dikonfirmasi Ledger. $BTC {spot}(BTCUSDT)
Kasus mengejutkan terjadi pada Ledger Nano X dari Malaysia. Mark Karpelès melaporkan adanya chip tambahan, eSIM, antena, dan komponen LTE tersembunyi di balik layar perangkat.
.
Ledger mengonfirmasi adanya modifikasi ilegal pada perangkat pengguna yang terdampak.
.
Ledger menyarankan pembeli dari reseller CryptoBilis dalam 90 hari terakhir untuk tidak mengatur perangkat baru.
.
Pengguna yang sudah menggunakannya disarankan mempertimbangkan perangkat baru dan seed phrase baru. Dugaan pencurian seed phrase lewat layar belum dikonfirmasi Ledger.

$BTC
·
--
Pasar saham Indonesia (IHSG) mengalami kejatuhan terburuk dalam 28 tahun (ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,11 pada 16 Oktober 2026) . IHSG anjlok karena MSCI menyoroti masalah pasar saham Indonesia, mulai dari kepemilikan saham yang tidak transparan hingga dugaan permainan harga saham. . Ancaman penurunan status Indonesia membuat investor asing khawatir dan berpotensi menarik dananya. . Aksi jual panik, keluarnya dana asing sekitar US$4,6 miliar sepanjang tahun, serta rupiah yang melemah hingga Rp18.000 per dolar AS makin menekan pasar.
Pasar saham Indonesia (IHSG) mengalami kejatuhan terburuk dalam 28 tahun (ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,11 pada 16 Oktober 2026)
.
IHSG anjlok karena MSCI menyoroti masalah pasar saham Indonesia, mulai dari kepemilikan saham yang tidak transparan hingga dugaan permainan harga saham.
.
Ancaman penurunan status Indonesia membuat investor asing khawatir dan berpotensi menarik dananya.
.
Aksi jual panik, keluarnya dana asing sekitar US$4,6 miliar sepanjang tahun, serta rupiah yang melemah hingga Rp18.000 per dolar AS makin menekan pasar.
·
--
Why Nillion’s Roadmap Makes Me Interested in the Project! One thing that really catches my attention about Nillion is its clear roadmap. In crypto, many projects talk about big ideas, but I prefer projects that show a direction and explain what they want to build over time. Nillion’s seven-era roadmap gives me a better picture of how the project plans to develop its Encrypted Markets vision step by step. What I find interesting is that each era has its own focus. Starting with Dusk, the roadmap moves through different stages, including bringing Covenants to more EVM chains, expanding cross-chain execution, and adding more flexible conditions. To me, this shows that Nillion is thinking beyond a single feature and looking at how its technology could work across a wider blockchain ecosystem. The later stages are also worth watching. Neon focuses on improving privacy, Aurora targets quantum-resistant security, and Moonshine aims to make the technology more efficient and affordable. These areas matter because privacy is only one part of building useful infrastructure. The technology also needs to be secure, practical, and accessible enough for developers and users. Personally, I like the idea of building these capabilities gradually instead of trying to do everything at once. A roadmap does not guarantee success, of course, and the real challenge is delivering each milestone and getting people to use the technology. Still, having a structured plan makes it easier for me to follow the project's progress and understand its long-term direction. That's why Nillion is a project I want to keep watching. I'm interested not only in what it has today, but also in how its technology could develop over the coming years. If the team can turn this roadmap into working products with real adoption, I think the journey will be worth following. #nil $NIL @nillionnetwork
Why Nillion’s Roadmap Makes Me Interested in the Project!

One thing that really catches my attention about Nillion is its clear roadmap. In crypto, many projects talk about big ideas, but I prefer projects that show a direction and explain what they want to build over time. Nillion’s seven-era roadmap gives me a better picture of how the project plans to develop its Encrypted Markets vision step by step.

What I find interesting is that each era has its own focus. Starting with Dusk, the roadmap moves through different stages, including bringing Covenants to more EVM chains, expanding cross-chain execution, and adding more flexible conditions. To me, this shows that Nillion is thinking beyond a single feature and looking at how its technology could work across a wider blockchain ecosystem.

The later stages are also worth watching. Neon focuses on improving privacy, Aurora targets quantum-resistant security, and Moonshine aims to make the technology more efficient and affordable. These areas matter because privacy is only one part of building useful infrastructure. The technology also needs to be secure, practical, and accessible enough for developers and users.

Personally, I like the idea of building these capabilities gradually instead of trying to do everything at once. A roadmap does not guarantee success, of course, and the real challenge is delivering each milestone and getting people to use the technology. Still, having a structured plan makes it easier for me to follow the project's progress and understand its long-term direction.

That's why Nillion is a project I want to keep watching. I'm interested not only in what it has today, but also in how its technology could develop over the coming years. If the team can turn this roadmap into working products with real adoption, I think the journey will be worth following.

#nil $NIL @Nillion
·
--
Elon Musk kembali mencuri perhatian setelah Tesla memperkenalkan Roadster generasi terbaru yang mampu melakukan manuver di udara. . Dalam demonstrasi di Texas, mobil sport listrik ini menggunakan teknologi pendorong udara bertekanan tinggi yang dikembangkan bersama SpaceX untuk melompat dan melakukan gerakan di udara. . Tesla menargetkan produksi mobil ini pada 2028. Meski terlihat futuristis, kemampuan terbang jarak jauh dan kelayakannya untuk digunakan di jalan umum masih menjadi pertanyaan. . Jika teknologi ini benar-benar dikembangkan lebih lanjut, apakah mobil terbang akan menjadi kenyataan di masa depan? $TSLAB {spot}(TSLABUSDT)
Elon Musk kembali mencuri perhatian setelah Tesla memperkenalkan Roadster generasi terbaru yang mampu melakukan manuver di udara.
.
Dalam demonstrasi di Texas, mobil sport listrik ini menggunakan teknologi pendorong udara bertekanan tinggi yang dikembangkan bersama SpaceX untuk melompat dan melakukan gerakan di udara.
.
Tesla menargetkan produksi mobil ini pada 2028. Meski terlihat futuristis, kemampuan terbang jarak jauh dan kelayakannya untuk digunakan di jalan umum masih menjadi pertanyaan.
.
Jika teknologi ini benar-benar dikembangkan lebih lanjut, apakah mobil terbang akan menjadi kenyataan di masa depan?

$TSLAB
·
--
Проверено
Solana menjadi sorotan setelah membuka kantor di Shanghai dan menampilkan mereknya di cakrawala kota tersebut. Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), ikut bereaksi melalui akun X miliknya pada 15 Oktober 2026. ~ “It’s amazing to see that Solana was able to advertise and even get an office in China. 👏 @BNBChain was not able to do this, so far. 🤣 Hopefully, what’s good for one industry player is also good for the rest,” tulis CZ. ~ Pernyataan itu menunjukkan apresiasinya terhadap langkah Solana, sekaligus mengakui bahwa BNB Chain belum berhasil melakukan hal serupa di China. Meski begitu, perkembangan ini bukan berarti perdagangan kripto telah dilegalkan di China daratan. $SOL {spot}(SOLUSDT)
Solana menjadi sorotan setelah membuka kantor di Shanghai dan menampilkan mereknya di cakrawala kota tersebut. Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), ikut bereaksi melalui akun X miliknya pada 15 Oktober 2026.

~

“It’s amazing to see that Solana was able to advertise and even get an office in China. 👏 @BNBChain was not able to do this, so far. 🤣 Hopefully, what’s good for one industry player is also good for the rest,” tulis CZ.

~

Pernyataan itu menunjukkan apresiasinya terhadap langkah Solana, sekaligus mengakui bahwa BNB Chain belum berhasil melakukan hal serupa di China. Meski begitu, perkembangan ini bukan berarti perdagangan kripto telah dilegalkan di China daratan.

$SOL
·
--
Perkembangan AI mendorong pembangunan pusat data yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Semakin banyak perusahaan menggunakan AI, semakin tinggi pula kebutuhan energi untuk menjalankan server dan memproses data. ~ Di Indonesia, lonjakan kebutuhan listrik menjadi tantangan bagi infrastruktur energi. Pemerintah perlu memastikan pasokan listrik tetap stabil, sekaligus mendorong penggunaan energi bersih agar pertumbuhan AI tidak menambah tekanan terhadap lingkungan. $AI {spot}(AIUSDT)
Perkembangan AI mendorong pembangunan pusat data yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Semakin banyak perusahaan menggunakan AI, semakin tinggi pula kebutuhan energi untuk menjalankan server dan memproses data.

~

Di Indonesia, lonjakan kebutuhan listrik menjadi tantangan bagi infrastruktur energi. Pemerintah perlu memastikan pasokan listrik tetap stabil, sekaligus mendorong penggunaan energi bersih agar pertumbuhan AI tidak menambah tekanan terhadap lingkungan.

$AI
·
--
Kelangkaan BBM bersubsidi masih menjadi perhatian pada 14 Oktober 2026. Di Bali, antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU akibat gangguan teknis bongkar muat BBM dari kapal tanker. Kondisi serupa juga dilaporkan di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Malang, Jember, dan Bondowoso. ~ Pertamina tengah mengatur ulang distribusi untuk memulihkan pasokan. Bank Indonesia menilai dampak ekonominya masih terbatas, tetapi gangguan berkepanjangan berpotensi meningkatkan biaya logistik dan menekan aktivitas usaha. $BTC {spot}(BTCUSDT)
Kelangkaan BBM bersubsidi masih menjadi perhatian pada 14 Oktober 2026. Di Bali, antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU akibat gangguan teknis bongkar muat BBM dari kapal tanker. Kondisi serupa juga dilaporkan di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Malang, Jember, dan Bondowoso.

~

Pertamina tengah mengatur ulang distribusi untuk memulihkan pasokan. Bank Indonesia menilai dampak ekonominya masih terbatas, tetapi gangguan berkepanjangan berpotensi meningkatkan biaya logistik dan menekan aktivitas usaha.

$BTC
·
--
Статья
Diduga disusupi komponen ilegal, CryptoBilis resmi hentikan semua penjualan.Dunia keamanan kripto kembali diguncang oleh kabar mengejutkan. Reseller resmi hardware wallet Ledger ternama di Asia Tenggara, CryptoBilis, secara mendadak menghentikan seluruh operasional penjualan dan menutup toko fisiknya di Indonesia, Malaysia, dan Filipina per Oktober 2026. ~~~~~ Langkah darurat ini diambil setelah adanya investigasi mendalam terkait dugaan pembobolan aset kripto bernilai fantastis, yaitu mencapai lebih dari US$86 juta (sekitar Rp1,5 Triliun)! ~~~~ 🔍 Modus Baru: Unauthorized Hardware Implant Apa yang sebenarnya terjadi? Pihak Ledger secara resmi mengonfirmasi ditemukannya komponen perangkat keras tambahan yang tidak sah (unauthorized hardware implant) pada perangkat milik salah satu pengguna yang terdampak. ~~~~~ Artinya, ada dugaan kuat terjadinya supply chain attack, di mana perangkat hardware wallet fisik telah dibuka dan dimodifikasi secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sebelum sampai ke tangan pembeli. Modifikasi ini memungkinkan peretas menyusupkan celah keamanan untuk menguras dana korban setelah wallet diisi aset. ~~~~~ Pihak Ledger menegaskan bahwa infrastruktur keamanan pusat dan sistem jaringan mereka tetap aman. Masalah ini terfokus pada tampering fisik pada rantai distribusi vendor terkait. ~~~~~ ⚠️ Tindakan Krusial Bagi Pemilik Perangkat Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah ada korban dari pengguna Indonesia. Namun, sebagai langkah mitigasi risiko (risk management), berikut poin penting yang wajib diperhatikan: ~~~~~ 1. Jangan Aktifkan Alat Baru: Jika Anda membeli perangkat Ledger via CryptoBilis dan belum sempat mengesetnya, jangan pernah mengaktifkannya. ~~~~~ 2. Pindahkan Aset Segera: Bagi pengguna yang sudah terlanjur menggunakan perangkat dari rantai distribusi tersebut, sangat disarankan untuk segera memindahkan aset Anda ke wallet baru menggunakan seed phrase (recovery phrase) yang benar-benar baru. ~~~~~ 3. Hubungi Support Resmi: Segera komunikasikan kejanggalan ke portal resmi support.ledger.com. ~~~~~ 💡 Pelajaran Finansial untuk Komunitas Kripto Kasus ini menjadi peringatan keras (wake-up call) bagi seluruh investor dan trader kripto. Menggunakan cold storageatau hardware wallet memang standar tertinggi dalam mengamankan aset dari serangan siber (online). Namun, risiko fisik (offline supply chain) juga wajib diwaspadai. ~~~~~ Keamanan aset tidak hanya bergantung pada teknologi enkripsi brand yang kita pakai, tetapi juga pada distributor dan rantai pasokan (supply chain) tempat alat tersebut dibeli. ~~~~~ Bagaimana menurut pandangan kalian? Apakah kejadian ini membuat kalian lebih memilih centralized exchangeternama atau tetap setia pada hardware wallet dengan verifikasi ekstra? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah! 👇

Diduga disusupi komponen ilegal, CryptoBilis resmi hentikan semua penjualan.

Dunia keamanan kripto kembali diguncang oleh kabar mengejutkan. Reseller resmi hardware wallet Ledger ternama di Asia Tenggara, CryptoBilis, secara mendadak menghentikan seluruh operasional penjualan dan menutup toko fisiknya di Indonesia, Malaysia, dan Filipina per Oktober 2026.
~~~~~
Langkah darurat ini diambil setelah adanya investigasi mendalam terkait dugaan pembobolan aset kripto bernilai fantastis, yaitu mencapai lebih dari US$86 juta (sekitar Rp1,5 Triliun)!
~~~~
🔍 Modus Baru: Unauthorized Hardware Implant
Apa yang sebenarnya terjadi? Pihak Ledger secara resmi mengonfirmasi ditemukannya komponen perangkat keras tambahan yang tidak sah (unauthorized hardware implant) pada perangkat milik salah satu pengguna yang terdampak.
~~~~~
Artinya, ada dugaan kuat terjadinya supply chain attack, di mana perangkat hardware wallet fisik telah dibuka dan dimodifikasi secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sebelum sampai ke tangan pembeli. Modifikasi ini memungkinkan peretas menyusupkan celah keamanan untuk menguras dana korban setelah wallet diisi aset.
~~~~~
Pihak Ledger menegaskan bahwa infrastruktur keamanan pusat dan sistem jaringan mereka tetap aman. Masalah ini terfokus pada tampering fisik pada rantai distribusi vendor terkait.
~~~~~
⚠️ Tindakan Krusial Bagi Pemilik Perangkat
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah ada korban dari pengguna Indonesia. Namun, sebagai langkah mitigasi risiko (risk management), berikut poin penting yang wajib diperhatikan:
~~~~~
1. Jangan Aktifkan Alat Baru: Jika Anda membeli perangkat Ledger via CryptoBilis dan belum sempat mengesetnya, jangan pernah mengaktifkannya.
~~~~~
2. Pindahkan Aset Segera: Bagi pengguna yang sudah terlanjur menggunakan perangkat dari rantai distribusi tersebut, sangat disarankan untuk segera memindahkan aset Anda ke wallet baru menggunakan seed phrase (recovery phrase) yang benar-benar baru.
~~~~~
3. Hubungi Support Resmi: Segera komunikasikan kejanggalan ke portal resmi support.ledger.com.
~~~~~
💡 Pelajaran Finansial untuk Komunitas Kripto
Kasus ini menjadi peringatan keras (wake-up call) bagi seluruh investor dan trader kripto. Menggunakan cold storageatau hardware wallet memang standar tertinggi dalam mengamankan aset dari serangan siber (online). Namun, risiko fisik (offline supply chain) juga wajib diwaspadai.
~~~~~
Keamanan aset tidak hanya bergantung pada teknologi enkripsi brand yang kita pakai, tetapi juga pada distributor dan rantai pasokan (supply chain) tempat alat tersebut dibeli.
~~~~~
Bagaimana menurut pandangan kalian? Apakah kejadian ini membuat kalian lebih memilih centralized exchangeternama atau tetap setia pada hardware wallet dengan verifikasi ekstra? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah! 👇
·
--
Статья
Jangan Asal Ikut-Ikutan! Pahami Saran CZ Soal Tempat Simpan Aset Biar Tetap SAFUPerdebatan soal cara paling aman menyimpan kripto memang gak ada habisnya. Sebagian orang menyarankan self-custody pakai hardware wallet, sementara yang lain lebih nyaman menyimpan dana di aplikasi mobile atau exchange. ~~~~ Baru-baru ini, CZ (Changpeng Zhao) membagikan pandangannya terkait hal ini. Menurutnya, tidak ada satu jenis wallet yang cocok untuk semua orang atau semua kebutuhan. ~~~~ Berikut beberapa poin penting dari CZ yang wajib kita pahami: 1️⃣ Beda Kasus, Beda Pilihan Produk Setiap jenis wallet punya fungsi dan tujuan masing-masing. Mobile wallet seperti Trust Wallet sangat praktis untuk transaksi harian. Sedangkan hardware wallet seperti SafePal atau OneKey lebih ideal untuk menyimpan dana jangka panjang (cold storage). 2️⃣ Pahami Risiko & Praktik Terbaiknya CZ menekankan bahwa setiap jenis penyimpanan memiliki implikasi keamanan yang berbeda. Hardware wallet aman dari peretasan online, tapi kalau seed phrase hilang, dana hilang selamanya. Sebaliknya, aplikasi online butuh ekstra perlindungan seperti 2FA. 3️⃣ Dukungan Penuh untuk Ekosistem Membuktikan komitmennya, lengan investasi YZiLabs justru menyuntikkan dana ke berbagai jenis solusi keamanan, mulai dari hardware wallet (SafePal, OneKey) hingga mobile wallet (Trust Wallet). Ini membuktikan kalau semua metode penyimpanan itu penting! Kesimpulan: Apapun pilihan tempat simpan asetmu, hal yang paling krusial adalah memahami cara mengamankannya dengan benar. Jangan cuma ikut-ikutan tren tanpa paham risikonya. Kalian sendiri tim mana nih? Lebih nyaman simpan aset di CEX, software wallet, atau hardware wallet? Tulis di kolom komentar ya! 👇 Tetap SAFU di luar sana! 🔒 #CZ #Binance #CryptoSecurity #TrustWallet #SafePal #SAFU #Web3 #CryptoIndonesia #HardwareWallet #Blockchain

Jangan Asal Ikut-Ikutan! Pahami Saran CZ Soal Tempat Simpan Aset Biar Tetap SAFU

Perdebatan soal cara paling aman menyimpan kripto memang gak ada habisnya. Sebagian orang menyarankan self-custody pakai hardware wallet, sementara yang lain lebih nyaman menyimpan dana di aplikasi mobile atau exchange.
~~~~
Baru-baru ini, CZ (Changpeng Zhao) membagikan pandangannya terkait hal ini. Menurutnya, tidak ada satu jenis wallet yang cocok untuk semua orang atau semua kebutuhan.
~~~~
Berikut beberapa poin penting dari CZ yang wajib kita pahami:
1️⃣ Beda Kasus, Beda Pilihan Produk
Setiap jenis wallet punya fungsi dan tujuan masing-masing. Mobile wallet seperti Trust Wallet sangat praktis untuk transaksi harian. Sedangkan hardware wallet seperti SafePal atau OneKey lebih ideal untuk menyimpan dana jangka panjang (cold storage).
2️⃣ Pahami Risiko & Praktik Terbaiknya
CZ menekankan bahwa setiap jenis penyimpanan memiliki implikasi keamanan yang berbeda. Hardware wallet aman dari peretasan online, tapi kalau seed phrase hilang, dana hilang selamanya. Sebaliknya, aplikasi online butuh ekstra perlindungan seperti 2FA.
3️⃣ Dukungan Penuh untuk Ekosistem
Membuktikan komitmennya, lengan investasi YZiLabs justru menyuntikkan dana ke berbagai jenis solusi keamanan, mulai dari hardware wallet (SafePal, OneKey) hingga mobile wallet (Trust Wallet). Ini membuktikan kalau semua metode penyimpanan itu penting!
Kesimpulan: Apapun pilihan tempat simpan asetmu, hal yang paling krusial adalah memahami cara mengamankannya dengan benar. Jangan cuma ikut-ikutan tren tanpa paham risikonya.
Kalian sendiri tim mana nih? Lebih nyaman simpan aset di CEX, software wallet, atau hardware wallet? Tulis di kolom komentar ya! 👇
Tetap SAFU di luar sana! 🔒
#CZ #Binance #CryptoSecurity #TrustWallet #SafePal #SAFU #Web3 #CryptoIndonesia #HardwareWallet #Blockchain
·
--
Статья
Sinyal Bahaya AI: Peneliti Ethereum Ajak Komunitas Masuk "Bunker Mode"Peta jalan keamanan kripto mendadak hangat diperbincangkan. Peneliti senior Ethereum, Justin Drake, baru saja mengeluarkan imbauan agar industri mulai bersiap menghadapi potensi kerapuhan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), sistem kunci yang selama ini memproteksi aset digital kita. Menariknya, ancaman ini bukan cuma datang dari komputer kuantum (Q-day), melainkan dari pesatnya kemajuan Artificial Intelligence (AI) dalam memecahkan fondasi matematika rumit. Drake menyebut beberapa asumsi matematika klasik mulai terpatahkan oleh kemampuan AI terkini. Strategi "Bunker Mode" dan Amannya Fresh Address Untuk mengantisipasi celah ini, Drake menyarankan langkah preventif yang ia sebut sebagai "Bunker Mode": • Migrasi Bertahap: Pemegang aset skala besar dianjurkan memindahkan dana ke alamat baru (fresh address) yang kunci publiknya belum pernah terekspos atau menandatangani transaksi. • Satu Alamat, Satu Kali Transaksi: Setelah sebuah alamat dipakai bertransaksi, sisa dana idealnya dipindahkan lagi ke alamat baru lainnya. • Rotasi Kunci Lembaga: Penyedia infrastruktur, bursa besar, hingga dewan keamanan Layer-2 didorong untuk lebih sering merotasi public key atau beralih ke skema hash-based. Drake menegaskan bahwa proses ini adalah antisipasi terukur, bukan ajakan untuk panik. Respons Vitalik Buterin: Waspada Risiko Teknis Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyetujui urgensi memperkuat pertahanan. Ia menambahkan bahwa ancaman AI ini bahkan bisa berdampak pada lattice-based cryptography yang selama ini digadang-gadang tahan serangan kuantum. Oleh karena itu, Ethereum mulai melirik pendekatan kriptografi berbasis hash yang lebih murni dan sederhana. Namun, Vitalik juga memberikan catatan penting terkait proses pemindahan dana: "Berhati-hatilah saat melakukan migrasi. Secara pribadi, saya malah kehilangan lebih banyak aset akibat kesalahan teknis saat migrasi daripada total kerugian dari seluruh peretasan yang pernah saya alami." Pelajaran bagi Pengguna Ancaman terhadap ECDSA memang belum terjadi hari ini. Namun, dinamika ini menjadi pengingat bahwa keamanan blockchain adalah proses adaptasi yang terus berjalan. Bagi pengguna harian maupun institusi, membiasakan manajemen wallet yang disiplin dan menggunakan fresh address adalah langkah kecil yang krusial untuk jangka panjang. Bagaimana strategi manajemen wallet kamu saat ini? Apakah sudah mulai membiasakan pemisahan alamat transaksi dan storage? #Ethereum #VitalikButerin #ArtificialInteligence

Sinyal Bahaya AI: Peneliti Ethereum Ajak Komunitas Masuk "Bunker Mode"

Peta jalan keamanan kripto mendadak hangat diperbincangkan. Peneliti senior Ethereum, Justin Drake, baru saja mengeluarkan imbauan agar industri mulai bersiap menghadapi potensi kerapuhan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), sistem kunci yang selama ini memproteksi aset digital kita.
Menariknya, ancaman ini bukan cuma datang dari komputer kuantum (Q-day), melainkan dari pesatnya kemajuan Artificial Intelligence (AI) dalam memecahkan fondasi matematika rumit. Drake menyebut beberapa asumsi matematika klasik mulai terpatahkan oleh kemampuan AI terkini.
Strategi "Bunker Mode" dan Amannya Fresh Address
Untuk mengantisipasi celah ini, Drake menyarankan langkah preventif yang ia sebut sebagai "Bunker Mode":
• Migrasi Bertahap: Pemegang aset skala besar dianjurkan memindahkan dana ke alamat baru (fresh address) yang kunci publiknya belum pernah terekspos atau menandatangani transaksi.
• Satu Alamat, Satu Kali Transaksi: Setelah sebuah alamat dipakai bertransaksi, sisa dana idealnya dipindahkan lagi ke alamat baru lainnya.
• Rotasi Kunci Lembaga: Penyedia infrastruktur, bursa besar, hingga dewan keamanan Layer-2 didorong untuk lebih sering merotasi public key atau beralih ke skema hash-based.
Drake menegaskan bahwa proses ini adalah antisipasi terukur, bukan ajakan untuk panik.
Respons Vitalik Buterin: Waspada Risiko Teknis
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyetujui urgensi memperkuat pertahanan. Ia menambahkan bahwa ancaman AI ini bahkan bisa berdampak pada lattice-based cryptography yang selama ini digadang-gadang tahan serangan kuantum. Oleh karena itu, Ethereum mulai melirik pendekatan kriptografi berbasis hash yang lebih murni dan sederhana.
Namun, Vitalik juga memberikan catatan penting terkait proses pemindahan dana:
"Berhati-hatilah saat melakukan migrasi. Secara pribadi, saya malah kehilangan lebih banyak aset akibat kesalahan teknis saat migrasi daripada total kerugian dari seluruh peretasan yang pernah saya alami."
Pelajaran bagi Pengguna
Ancaman terhadap ECDSA memang belum terjadi hari ini. Namun, dinamika ini menjadi pengingat bahwa keamanan blockchain adalah proses adaptasi yang terus berjalan.
Bagi pengguna harian maupun institusi, membiasakan manajemen wallet yang disiplin dan menggunakan fresh address adalah langkah kecil yang krusial untuk jangka panjang.
Bagaimana strategi manajemen wallet kamu saat ini? Apakah sudah mulai membiasakan pemisahan alamat transaksi dan storage?
#Ethereum #VitalikButerin #ArtificialInteligence
·
--
Статья
Bukan cuma soal cuan, tapi soal siapa yang mampu bertahan melewati naik turunnya pasar.Masuk ke dunia kripto itu relatif mudah. Buka aplikasi, deposit, beli aset. Selesai. Tapi bertahan di dalamnya? Itu cerita yang sama sekali berbeda. Banyak orang pernah merasakan profit. Sedikit yang masih ada setelah beberapa siklus pasar berlalu. Masalahnya bukan karena kripto “terlalu sulit”. Sering kali, justru karena ekspektasi yang keliru sejak awal. 1. Terlalu Fokus pada Untung, Lupa Bertahan Sebagian besar orang datang dengan satu tujuan: cepat untung. Tidak salah. Tapi ketika itu satu-satunya tujuan, keputusan jadi mudah goyah. Pas harga naik, muncul euforia. Pas harga turun, muncul panik. Padahal, pasar kripto bukan soal satu momen besar, melainkan rangkaian keputusan kecil yang konsisten. 2. Informasi Banyak, Tapi Arah Tidak Jelas Ironisnya, di era sekarang, masalah utama bukan kekurangan informasi. Justru sebaliknya terlalu banyak suara. Timeline penuh analisis, prediksi, dan opini yang saling bertentangan. Akhirnya, keputusan diambil bukan karena yakin, melainkan karena takut ketinggalan atau takut salah. Tanpa kerangka berpikir yang jelas, informasi hanya menjadi kebisingan. 3. Tidak Jelas Perannya: Investor atau Trader? Banyak orang terjebak di tengah. Hari ini mengaku investor jangka panjang, besok panik karena pergerakan harga jangka pendek. Padahal 2 pendekatan ini menuntut mental dan strategi yang berbeda. Investor fokus pada nilai dan waktu. Trader fokus pada momentum dan manajemen risiko. Mencampur keduanya tanpa sadar sering berakhir dengan keputusan emosional. 4. Disiplin Lebih Penting dari Prediksi Di kripto, salah analisis itu wajar. Yang berbahaya adalah tidak punya batas. Banyak portofolio hancur bukan karena arah pasar salah, melainkan karena: posisi terlalu besarenggan mengakui kesalahanberharap pasar berbalik tanpa rencana Pasar tidak menghukum orang yang salah. Pasar menghukum orang yang tidak disiplin. 5. Fase Sepi Adalah Ujian Sesungguhnya Saat pasar ramai, semua orang terlihat pintar. Saat pasar sepi, barulah karakter diuji. Di fase inilah: kesabaran dibentuk, kebiasaan diperbaiki, dan pemahaman diperdalam. Ironisnya, banyak yang pergi justru sebelum hasil jangka panjang muncul. Kripto bukan tentang siapa yang masuk paling cepat, melainkan siapa yang cukup sabar untuk tetap ada. Bukan yang paling berani mengambil risiko, tetapi yang paling paham kapan harus bertahan dan kapan harus berhenti. Menurut kamu, alasan terbesar orang gagal bertahan di kripto itu apa? Drop di kolom komentar ya.

Bukan cuma soal cuan, tapi soal siapa yang mampu bertahan melewati naik turunnya pasar.

Masuk ke dunia kripto itu relatif mudah. Buka aplikasi, deposit, beli aset. Selesai. Tapi bertahan di dalamnya? Itu cerita yang sama sekali berbeda.
Banyak orang pernah merasakan profit. Sedikit yang masih ada setelah beberapa siklus pasar berlalu. Masalahnya bukan karena kripto “terlalu sulit”. Sering kali, justru karena ekspektasi yang keliru sejak awal.
1. Terlalu Fokus pada Untung, Lupa Bertahan
Sebagian besar orang datang dengan satu tujuan: cepat untung. Tidak salah. Tapi ketika itu satu-satunya tujuan, keputusan jadi mudah goyah. Pas harga naik, muncul euforia. Pas harga turun, muncul panik.
Padahal, pasar kripto bukan soal satu momen besar, melainkan rangkaian keputusan kecil yang konsisten.
2. Informasi Banyak, Tapi Arah Tidak Jelas
Ironisnya, di era sekarang, masalah utama bukan kekurangan informasi. Justru sebaliknya terlalu banyak suara. Timeline penuh analisis, prediksi, dan opini yang saling bertentangan.
Akhirnya, keputusan diambil bukan karena yakin, melainkan karena takut ketinggalan atau takut salah. Tanpa kerangka berpikir yang jelas, informasi hanya menjadi kebisingan.
3. Tidak Jelas Perannya: Investor atau Trader?
Banyak orang terjebak di tengah. Hari ini mengaku investor jangka panjang, besok panik karena pergerakan harga jangka pendek. Padahal 2 pendekatan ini menuntut mental dan strategi yang berbeda.
Investor fokus pada nilai dan waktu. Trader fokus pada momentum dan manajemen risiko. Mencampur keduanya tanpa sadar sering berakhir dengan keputusan emosional.
4. Disiplin Lebih Penting dari Prediksi
Di kripto, salah analisis itu wajar. Yang berbahaya adalah tidak punya batas. Banyak portofolio hancur bukan karena arah pasar salah, melainkan karena:
posisi terlalu besarenggan mengakui kesalahanberharap pasar berbalik tanpa rencana
Pasar tidak menghukum orang yang salah. Pasar menghukum orang yang tidak disiplin.
5. Fase Sepi Adalah Ujian Sesungguhnya
Saat pasar ramai, semua orang terlihat pintar. Saat pasar sepi, barulah karakter diuji. Di fase inilah: kesabaran dibentuk, kebiasaan diperbaiki, dan pemahaman diperdalam.
Ironisnya, banyak yang pergi justru sebelum hasil jangka panjang muncul.
Kripto bukan tentang siapa yang masuk paling cepat, melainkan siapa yang cukup sabar untuk tetap ada. Bukan yang paling berani mengambil risiko, tetapi yang paling paham kapan harus bertahan dan kapan harus berhenti.
Menurut kamu, alasan terbesar orang gagal bertahan di kripto itu apa? Drop di kolom komentar ya.
·
--
Статья
Arus Keluar Bitcoin Tertinggi dalam Setahun: Sinyal Apa yang Dikirimkan Binance?Pasar kripto kembali menghangat, bukan hanya karena dinamika harga, tetapi juga oleh aksi pergerakan aset berskala besar yang terpantau di rantai blok (on-chain). Dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu, lalu lintas pemindahan Bitcoin mencapai salah satu titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Data menunjukkan bahwa lebih dari 40.000 BTC (senilai kurang lebih Rp 59 triliun) telah mengalir keluar dari kantong bursa Binance. Laju penarikan ini menjadi yang tercepat sejak pertengahan 2023. Di saat bersamaan, instrumen pasar modal seperti ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat juga mencatatkan akumulasi arus keluar (outflow) menyentuh angka ratusan miliar rupiah. Lantas, bagaimana cara membaca peta pergerakan dana raksasa ini? 1. Pemburu Jangka Panjang Kembali ke Self-Custody Ketika Bitcoin berpindah dalam jumlah besar dari bursa menuju wallet pribadi (cold storage), pesan implisitnya cukup jelas: aksi jual dalam waktu dekat cenderung berkurang. Sebagian besar pemegang aset skala besar (biasanya dipanggil whales) memilih mengamankan kuncinya sendiri (self-custody) saat kondisi pasar sedang tidak menentu. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko paparan terhadap bursa serta menegaskan niat mereka untuk menyimpan aset sebagai komoditas jangka panjang. 2. Investor Institusional Memilih Mengamankan Modal Sebaliknya, catatan outflow dari ETF Bitcoin Spot memperlihatkan perilaku yang berbeda di kalangan investor tradisional. Di ranah pasar modal, penyesuaian portofolio kerap terjadi sebagai respons atas situasi makroekonomi global—seperti ketidakpastian suku bunga atau fluktuasi mata uang. Sebagian investor institusional memilih untuk merealisasikan keuntungan (take profit) terlebih dahulu atau sekadar menggeser alokasi dana mereka ke aset tunai (cash) demi menjaga likuiditas. Apa Artinya bagi Pelaku Pasar Retail? Kombinasi antara meningkatnya aksi self-custody di bursa dan aksi ngerem dari pasar ETF menunjukkan bahwa industri sedang memasuki fase konsolidasi defensif. Para pemain besar tidak serta-merta meninggalkan pasar, melainkan sedang mengatur ulang posisi mereka agar lebih aman. Bagi para trader dan investor retail, momentum seperti ini menjadi pengingat penting untuk tetap disiplin menjaga manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan jangka pendek.

Arus Keluar Bitcoin Tertinggi dalam Setahun: Sinyal Apa yang Dikirimkan Binance?

Pasar kripto kembali menghangat, bukan hanya karena dinamika harga, tetapi juga oleh aksi pergerakan aset berskala besar yang terpantau di rantai blok (on-chain).
Dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu, lalu lintas pemindahan Bitcoin mencapai salah satu titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 40.000 BTC (senilai kurang lebih Rp 59 triliun) telah mengalir keluar dari kantong bursa Binance.
Laju penarikan ini menjadi yang tercepat sejak pertengahan 2023. Di saat bersamaan, instrumen pasar modal seperti ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat juga mencatatkan akumulasi arus keluar (outflow) menyentuh angka ratusan miliar rupiah.
Lantas, bagaimana cara membaca peta pergerakan dana raksasa ini?
1. Pemburu Jangka Panjang Kembali ke Self-Custody
Ketika Bitcoin berpindah dalam jumlah besar dari bursa menuju wallet pribadi (cold storage), pesan implisitnya cukup jelas: aksi jual dalam waktu dekat cenderung berkurang.
Sebagian besar pemegang aset skala besar (biasanya dipanggil whales) memilih mengamankan kuncinya sendiri (self-custody) saat kondisi pasar sedang tidak menentu.
Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko paparan terhadap bursa serta menegaskan niat mereka untuk menyimpan aset sebagai komoditas jangka panjang.
2. Investor Institusional Memilih Mengamankan Modal
Sebaliknya, catatan outflow dari ETF Bitcoin Spot memperlihatkan perilaku yang berbeda di kalangan investor tradisional.
Di ranah pasar modal, penyesuaian portofolio kerap terjadi sebagai respons atas situasi makroekonomi global—seperti ketidakpastian suku bunga atau fluktuasi mata uang.
Sebagian investor institusional memilih untuk merealisasikan keuntungan (take profit) terlebih dahulu atau sekadar menggeser alokasi dana mereka ke aset tunai (cash) demi menjaga likuiditas.
Apa Artinya bagi Pelaku Pasar Retail?
Kombinasi antara meningkatnya aksi self-custody di bursa dan aksi ngerem dari pasar ETF menunjukkan bahwa industri sedang memasuki fase konsolidasi defensif.
Para pemain besar tidak serta-merta meninggalkan pasar, melainkan sedang mengatur ulang posisi mereka agar lebih aman.
Bagi para trader dan investor retail, momentum seperti ini menjadi pengingat penting untuk tetap disiplin menjaga manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan jangka pendek.
·
--
Статья
Binance Perketat Transfer Kripto di Brasil, Pengguna Wajib Isi Data TambahanBinance akan memperketat aturan untuk transfer kripto lintas negara di Brasil. Mulai 1 November, pengguna yang mengirim atau menerima aset kripto dari luar negeri akan diminta memberikan informasi tambahan mengenai transaksi tersebut. Jadi, pengguna bukan cuma perlu memastikan alamat kripto tujuan sudah benar, tapi juga harus menjelaskan transaksi tersebut untuk apa dan siapa pihak yang terlibat. Misalnya, pengguna Brasil ingin mengirim Bitcoin ke seseorang atau perusahaan di luar negeri. Binance akan meminta informasi mengenai tujuan transfer dan identitas pihak penerima, yang bisa berupa individu, perusahaan, lembaga keuangan, exchange, atau entitas lainnya. Kalau informasi yang diminta belum diberikan, transaksi keluar tidak akan diproses. Hal serupa berlaku untuk transaksi masuk. Jika pengguna Brasil menerima kripto dari luar negeri, aset tersebut bisa masuk ke Binance tetapi belum langsung tersedia di saldo akun. Transaksi dapat berstatus pending sampai penerima memberikan informasi yang diperlukan. Dalam kondisi tertentu, aset tersebut bahkan bisa dikembalikan kepada pengirim. Kenapa aturan ini diberlakukan? Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Resolusi BCB Nomor 521/2025, yang memasukkan sejumlah transaksi aset virtual ke dalam pengawasan valuta asing Brasil. Dengan aturan ini, otoritas Brasil ingin memiliki informasi yang lebih jelas mengenai arus aset kripto yang masuk dan keluar dari negaranya. Binance juga menyatakan bahwa data yang dikumpulkan dari pengguna akan disampaikan kepada Bank Sentral Brasil setiap bulan. Namun, aturan ini tidak berlaku untuk semua transaksi kripto. Transfer yang dilakukan antara sesama penduduk Brasil tidak terdampak. Aturan baru ini terutama berlaku untuk transaksi yang melibatkan pihak di luar Brasil, termasuk pembayaran kepada perusahaan asing atau pemindahan aset dari akun Binance di Brasil ke akun pribadi pengguna pada platform kripto di negara lain. Yang juga perlu diperhatikan, kewajiban memberikan informasi ini bergantung pada transaksi. Artinya, pengguna yang melakukan transfer internasional mungkin perlu memberikan data tersebut setiap kali melakukan transaksi, bukan hanya sekali untuk seluruh akun. Jadi sederhananya: mulai 1 November, pengguna Binance di Brasil yang melakukan transfer kripto ke atau dari luar negeri harus siap memberikan informasi lebih lengkap mengenai tujuan transaksi dan pihak yang terlibat. Kalau datanya tidak diberikan, transaksi bisa ditolak, ditahan, atau dalam kondisi tertentu dikembalikan kepada pengirim. Aturan ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap transaksi kripto lintas negara semakin diperketat, terutama ketika aset digital mulai diperlakukan sebagai bagian dari arus keuangan internasional.

Binance Perketat Transfer Kripto di Brasil, Pengguna Wajib Isi Data Tambahan

Binance akan memperketat aturan untuk transfer kripto lintas negara di Brasil. Mulai 1 November, pengguna yang mengirim atau menerima aset kripto dari luar negeri akan diminta memberikan informasi tambahan mengenai transaksi tersebut.
Jadi, pengguna bukan cuma perlu memastikan alamat kripto tujuan sudah benar, tapi juga harus menjelaskan transaksi tersebut untuk apa dan siapa pihak yang terlibat.
Misalnya, pengguna Brasil ingin mengirim Bitcoin ke seseorang atau perusahaan di luar negeri. Binance akan meminta informasi mengenai tujuan transfer dan identitas pihak penerima, yang bisa berupa individu, perusahaan, lembaga keuangan, exchange, atau entitas lainnya.
Kalau informasi yang diminta belum diberikan, transaksi keluar tidak akan diproses.
Hal serupa berlaku untuk transaksi masuk. Jika pengguna Brasil menerima kripto dari luar negeri, aset tersebut bisa masuk ke Binance tetapi belum langsung tersedia di saldo akun. Transaksi dapat berstatus pending sampai penerima memberikan informasi yang diperlukan. Dalam kondisi tertentu, aset tersebut bahkan bisa dikembalikan kepada pengirim.
Kenapa aturan ini diberlakukan?
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Resolusi BCB Nomor 521/2025, yang memasukkan sejumlah transaksi aset virtual ke dalam pengawasan valuta asing Brasil.
Dengan aturan ini, otoritas Brasil ingin memiliki informasi yang lebih jelas mengenai arus aset kripto yang masuk dan keluar dari negaranya.
Binance juga menyatakan bahwa data yang dikumpulkan dari pengguna akan disampaikan kepada Bank Sentral Brasil setiap bulan.
Namun, aturan ini tidak berlaku untuk semua transaksi kripto. Transfer yang dilakukan antara sesama penduduk Brasil tidak terdampak. Aturan baru ini terutama berlaku untuk transaksi yang melibatkan pihak di luar Brasil, termasuk pembayaran kepada perusahaan asing atau pemindahan aset dari akun Binance di Brasil ke akun pribadi pengguna pada platform kripto di negara lain.
Yang juga perlu diperhatikan, kewajiban memberikan informasi ini bergantung pada transaksi. Artinya, pengguna yang melakukan transfer internasional mungkin perlu memberikan data tersebut setiap kali melakukan transaksi, bukan hanya sekali untuk seluruh akun.
Jadi sederhananya: mulai 1 November, pengguna Binance di Brasil yang melakukan transfer kripto ke atau dari luar negeri harus siap memberikan informasi lebih lengkap mengenai tujuan transaksi dan pihak yang terlibat. Kalau datanya tidak diberikan, transaksi bisa ditolak, ditahan, atau dalam kondisi tertentu dikembalikan kepada pengirim.
Aturan ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap transaksi kripto lintas negara semakin diperketat, terutama ketika aset digital mulai diperlakukan sebagai bagian dari arus keuangan internasional.
·
--
Проверено
Статья
Kok IMF Tetap Cairkan Dana ke El Salvador?Buat yang belum tahu, IMF itu apa? IMF atau International Monetary Fund adalah lembaga keuangan internasional yang bisa memberikan pinjaman kepada negara yang sedang membutuhkan bantuan ekonomi. Tapi tentu saja, ada syaratnya. Nah, El Salvador sebelumnya mendapat program pendanaan dari IMF sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25 triliun. Salah satu hal yang jadi perhatian IMF adalah soal Bitcoin. IMF meminta El Salvador supaya pemerintahnya nggak terus menggunakan uang negara untuk membeli Bitcoin. Masalahnya, dalam evaluasi terbaru, ada beberapa kriteria yang ternyata belum terpenuhi, termasuk yang berkaitan dengan akumulasi Bitcoin. Tapi bukannya menghentikan pencairan dana, IMF justru tetap memberikan sekitar US$138 juta atau Rp2,47 triliun. Kenapa? Karena IMF menilai El Salvador sudah melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari sektor keuangan, transparansi keuangan negara, sampai aturan untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, pemerintah El Salvador juga mulai mengurangi keterlibatannya dalam aktivitas Bitcoin. Lalu bagaimana dengan Bitcoin yang jumlahnya bertambah? Menurut penjelasan IMF, tambahan Bitcoin tersebut berasal dari donasi swasta, bukan dibeli menggunakan uang pemerintah. Jadi, bertambahnya Bitcoin yang dimiliki El Salvador tidak otomatis berarti pemerintah melanggar kesepakatan dengan IMF. Intinya, IMF memang memberikan kelonggaran atas beberapa syarat yang belum terpenuhi karena melihat adanya langkah perbaikan dari El Salvador. Tapi bukan berarti IMF sekarang mendukung El Salvador untuk bebas membeli Bitcoin. Justru pemerintah El Salvador tetap diminta untuk mengurangi keterlibatan negara dalam aktivitas Bitcoin, memperkuat aturan aset kripto, dan meningkatkan transparansi soal aset kripto milik pemerintah. Jadi kalau disederhanakan: Ada aturan yang belum terpenuhi → IMF kasih pengecualian → El Salvador tetap dapat pencairan dana → tapi tetap harus memperbaiki aturan dan mengurangi keterlibatan pemerintah dalam Bitcoin.

Kok IMF Tetap Cairkan Dana ke El Salvador?

Buat yang belum tahu, IMF itu apa?
IMF atau International Monetary Fund adalah lembaga keuangan internasional yang bisa memberikan pinjaman kepada negara yang sedang membutuhkan bantuan ekonomi.
Tapi tentu saja, ada syaratnya.
Nah, El Salvador sebelumnya mendapat program pendanaan dari IMF sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25 triliun. Salah satu hal yang jadi perhatian IMF adalah soal Bitcoin.
IMF meminta El Salvador supaya pemerintahnya nggak terus menggunakan uang negara untuk membeli Bitcoin.
Masalahnya, dalam evaluasi terbaru, ada beberapa kriteria yang ternyata belum terpenuhi, termasuk yang berkaitan dengan akumulasi Bitcoin.
Tapi bukannya menghentikan pencairan dana, IMF justru tetap memberikan sekitar US$138 juta atau Rp2,47 triliun.
Kenapa?
Karena IMF menilai El Salvador sudah melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari sektor keuangan, transparansi keuangan negara, sampai aturan untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Selain itu, pemerintah El Salvador juga mulai mengurangi keterlibatannya dalam aktivitas Bitcoin.
Lalu bagaimana dengan Bitcoin yang jumlahnya bertambah?
Menurut penjelasan IMF, tambahan Bitcoin tersebut berasal dari donasi swasta, bukan dibeli menggunakan uang pemerintah.
Jadi, bertambahnya Bitcoin yang dimiliki El Salvador tidak otomatis berarti pemerintah melanggar kesepakatan dengan IMF.
Intinya, IMF memang memberikan kelonggaran atas beberapa syarat yang belum terpenuhi karena melihat adanya langkah perbaikan dari El Salvador. Tapi bukan berarti IMF sekarang mendukung El Salvador untuk bebas membeli Bitcoin.
Justru pemerintah El Salvador tetap diminta untuk mengurangi keterlibatan negara dalam aktivitas Bitcoin, memperkuat aturan aset kripto, dan meningkatkan transparansi soal aset kripto milik pemerintah.
Jadi kalau disederhanakan: Ada aturan yang belum terpenuhi → IMF kasih pengecualian → El Salvador tetap dapat pencairan dana → tapi tetap harus memperbaiki aturan dan mengurangi keterlibatan pemerintah dalam Bitcoin.
·
--
Статья
Dana Kripto Rp6,9 Triliun Dicuri, Bitget Akui Sebagian Besar Sulit KembaliBayangin ada hampir Rp7 triliun aset kripto yang dicuri, tapi bursa yang kena serangan justru bilang: sebagian besar dana itu kemungkinan besar nggak akan kembali. Itulah yang sedang dihadapi Bitget setelah serangan siber pada September 2026. CEO Bitget, Gracy Chen, memperkirakan dari sekitar US$387,5 juta atau Rp6,9 triliun aset yang hilang, hanya sebagian kecil yang berpotensi dipulihkan. Saat ini Bitget bersama tim investigasi masih mencoba melacak pergerakan dana tersebut. Sekitar US$1,1 juta aset hasil pencurian sudah berhasil dibekukan. Tapi ada satu hal penting: dibekukan bukan berarti sudah kembali ke Bitget. Chen bahkan secara terbuka mengatakan bahwa Bitget tidak berharap bisa mendapatkan kembali sebagian besar dana yang dicuri. Lalu bagaimana dengan dana perlindungan pengguna? Bitget mengatakan saldo akun pengguna tetap aman dan tidak terdampak oleh insiden tersebut. Bursa ini kemudian menggunakan modal perusahaan untuk mengisi kembali Protection Fund mereka. Sebelum serangan, Protection Fund Bitget berada di atas US$464 juta. Setelah peretasan, nilainya sempat turun di bawah US$200 juta. Kini dana perlindungan tersebut sudah kembali berada di atas US$300 juta. Bitget juga mengatakan Protection Fund ini bisa diverifikasi secara publik melalui blockchain dan berbeda dari cadangan yang digunakan untuk menopang saldo pengguna. Dalam laporan Proof of Reserves terbaru, Bitget mencatat rasio cadangan keseluruhan sebesar 131%, berdasarkan snapshot 29 September. Dari 19 aset yang dilaporkan, semuanya memiliki rasio cadangan di atas 100%. Tapi yang bikin kasus ini makin menarik adalah cara serangannya. Hasil investigasi Mandiant dan SlowMist menunjukkan bahwa peretas diduga lebih dulu menyusupi dua produk keamanan dari pihak ketiga sebelum akhirnya mendapatkan akses ke sistem dompet produksi Bitget. SlowMist bahkan menemukan aktivitas mencurigakan paling awal dalam log yang tersedia sejak 31 Agustus. Serangannya juga diduga memanfaatkan zero-day, yaitu celah keamanan yang sebelumnya belum diketahui. Yang mengejutkan, menurut Mandiant, penyerang bisa melewati proses penarikan standar Bitget tanpa harus mencuri private key milik bursa. Setelah dana dipindahkan, mereka juga berusaha menghapus jejak aktivitasnya. Sampai sekarang, siapa sebenarnya pelakunya masih belum bisa dipastikan. Serangan ini belum secara resmi dikaitkan dengan Korea Utara. Meski begitu, Gracy Chen sebelumnya mengatakan ada beberapa indikator teknis yang memiliki kemiripan dengan pola serangan kelompok hacker Korea Utara. Tapi untuk menyimpulkan siapa dalangnya, masih dibutuhkan bukti tambahan. Dan dari kasus ini ada satu pelajaran penting: Di dunia kripto, kehilangan aset bukan cuma soal apakah dana bisa dicuri. Tapi juga apakah dana tersebut masih bisa dilacak dan dikembalikan setelah dicuri. Menurut kamu, kalau sebuah bursa mengalami serangan sebesar ini, seberapa penting sebenarnya Protection Fund bagi keamanan aset pengguna? $NVDAB {spot}(NVDABUSDT) $BTC {spot}(BTCUSDT)

Dana Kripto Rp6,9 Triliun Dicuri, Bitget Akui Sebagian Besar Sulit Kembali

Bayangin ada hampir Rp7 triliun aset kripto yang dicuri, tapi bursa yang kena serangan justru bilang: sebagian besar dana itu kemungkinan besar nggak akan kembali.
Itulah yang sedang dihadapi Bitget setelah serangan siber pada September 2026.
CEO Bitget, Gracy Chen, memperkirakan dari sekitar US$387,5 juta atau Rp6,9 triliun aset yang hilang, hanya sebagian kecil yang berpotensi dipulihkan.
Saat ini Bitget bersama tim investigasi masih mencoba melacak pergerakan dana tersebut. Sekitar US$1,1 juta aset hasil pencurian sudah berhasil dibekukan.
Tapi ada satu hal penting: dibekukan bukan berarti sudah kembali ke Bitget.
Chen bahkan secara terbuka mengatakan bahwa Bitget tidak berharap bisa mendapatkan kembali sebagian besar dana yang dicuri.
Lalu bagaimana dengan dana perlindungan pengguna?
Bitget mengatakan saldo akun pengguna tetap aman dan tidak terdampak oleh insiden tersebut. Bursa ini kemudian menggunakan modal perusahaan untuk mengisi kembali Protection Fund mereka.
Sebelum serangan, Protection Fund Bitget berada di atas US$464 juta. Setelah peretasan, nilainya sempat turun di bawah US$200 juta. Kini dana perlindungan tersebut sudah kembali berada di atas US$300 juta.
Bitget juga mengatakan Protection Fund ini bisa diverifikasi secara publik melalui blockchain dan berbeda dari cadangan yang digunakan untuk menopang saldo pengguna.
Dalam laporan Proof of Reserves terbaru, Bitget mencatat rasio cadangan keseluruhan sebesar 131%, berdasarkan snapshot 29 September. Dari 19 aset yang dilaporkan, semuanya memiliki rasio cadangan di atas 100%.
Tapi yang bikin kasus ini makin menarik adalah cara serangannya. Hasil investigasi Mandiant dan SlowMist menunjukkan bahwa peretas diduga lebih dulu menyusupi dua produk keamanan dari pihak ketiga sebelum akhirnya mendapatkan akses ke sistem dompet produksi Bitget.
SlowMist bahkan menemukan aktivitas mencurigakan paling awal dalam log yang tersedia sejak 31 Agustus. Serangannya juga diduga memanfaatkan zero-day, yaitu celah keamanan yang sebelumnya belum diketahui.
Yang mengejutkan, menurut Mandiant, penyerang bisa melewati proses penarikan standar Bitget tanpa harus mencuri private key milik bursa.
Setelah dana dipindahkan, mereka juga berusaha menghapus jejak aktivitasnya. Sampai sekarang, siapa sebenarnya pelakunya masih belum bisa dipastikan.
Serangan ini belum secara resmi dikaitkan dengan Korea Utara. Meski begitu, Gracy Chen sebelumnya mengatakan ada beberapa indikator teknis yang memiliki kemiripan dengan pola serangan kelompok hacker Korea Utara. Tapi untuk menyimpulkan siapa dalangnya, masih dibutuhkan bukti tambahan.
Dan dari kasus ini ada satu pelajaran penting:
Di dunia kripto, kehilangan aset bukan cuma soal apakah dana bisa dicuri. Tapi juga apakah dana tersebut masih bisa dilacak dan dikembalikan setelah dicuri.
Menurut kamu, kalau sebuah bursa mengalami serangan sebesar ini, seberapa penting sebenarnya Protection Fund bagi keamanan aset pengguna?
$NVDAB
$BTC
·
--
Проверено
Статья
Jaringan Blast Tutup, Nasib US$51 Juta DipertanyakanBlast, salah satu jaringan Layer-2 Ethereum, akan ditutup. Tapi ada satu hal yang bikin kasus ini menarik: masih ada sekitar US$51 juta dana pengguna yang tersimpan di jaringan ini. Kalau kamu belum familiar, Blast adalah jaringan Layer-2 Ethereum. Sederhananya, jaringan ini dibuat supaya transaksi bisa dilakukan dengan biaya yang lebih murah dibanding langsung menggunakan Ethereum. Blast sempat sangat besar. Pada Juni 2024, nilai aset yang ada di jaringannya pernah mencapai sekitar US$2,24 miliar. Tapi sekarang kondisinya berubah drastis. Nilai yang terkunci di Blast tinggal sekitar US$32,3 juta, atau hampir 99% lebih rendah dari puncaknya. Bahkan dalam 24 jam terakhir, pendapatan chain ini cuma sekitar US$110. Tim Blast mengatakan biaya untuk menjalankan jaringan sekarang lebih besar daripada pendapatannya, dan mereka tidak melihat solusi yang cukup realistis untuk membuatnya berkelanjutan dalam waktu dekat. Pendiri Blast, Tieshun Roquerre atau yang dikenal sebagai Pacman, menyampaikan bahwa ia kecewa karena proyek ini tidak bisa bertahan dalam jangka panjang. Dan setelah kabar penutupan ini muncul, token $BLAST juga turun sekitar 19%. Tapi yang paling menarik justru bukan soal tokennya. Lalu bagaimana dengan uang pengguna yang masih ada di dalam Blast? Menurut L2BEAT, masih ada sekitar US$51 juta aset yang dijembatani dari Ethereum dan tersimpan di kontrak Blast. Dari jumlah tersebut, sekitar US$46,6 juta merupakan ETH yang di-staking melalui Lido. Karena dana tersebut masih berada di Lido, proses penarikan awal membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengeluarkannya. Pengguna masih bisa menggunakan aplikasi Blast secara normal sampai 26 Oktober. Setelah itu, prosesnya akan dilakukan langsung melalui kontrak Blast di Ethereum. Dan di sinilah muncul pertanyaan soal kontrol. L2BEAT mencatat bahwa kontrak Blast dikendalikan oleh lima pemegang kunci, dengan mekanisme 3 dari 5 yang dapat melakukan perubahan tertentu pada kontrak atau menghentikan penarikan. Sementara itu, sistem fraud-proof Blast yang seharusnya memungkinkan kesalahan pada pencatatan untuk ditantang, disebut tidak pernah berfungsi sepenuhnya. L2BEAT menyoroti ini sebagai risiko desain. Mereka tidak menuduh adanya penyelewengan dana. Jadi, kasus Blast bukan cuma cerita tentang sebuah proyek kripto yang gagal mempertahankan bisnisnya. Ini juga jadi pengingat bahwa ketika kita menaruh dana di sebuah jaringan kripto, kita perlu tahu satu hal penting: Siapa sebenarnya yang punya kendali atas uang kita ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana? #Blast $NVDAB {spot}(NVDABUSDT)

Jaringan Blast Tutup, Nasib US$51 Juta Dipertanyakan

Blast, salah satu jaringan Layer-2 Ethereum, akan ditutup. Tapi ada satu hal yang bikin kasus ini menarik: masih ada sekitar US$51 juta dana pengguna yang tersimpan di jaringan ini.
Kalau kamu belum familiar, Blast adalah jaringan Layer-2 Ethereum. Sederhananya, jaringan ini dibuat supaya transaksi bisa dilakukan dengan biaya yang lebih murah dibanding langsung menggunakan Ethereum.
Blast sempat sangat besar. Pada Juni 2024, nilai aset yang ada di jaringannya pernah mencapai sekitar US$2,24 miliar.
Tapi sekarang kondisinya berubah drastis. Nilai yang terkunci di Blast tinggal sekitar US$32,3 juta, atau hampir 99% lebih rendah dari puncaknya. Bahkan dalam 24 jam terakhir, pendapatan chain ini cuma sekitar US$110.
Tim Blast mengatakan biaya untuk menjalankan jaringan sekarang lebih besar daripada pendapatannya, dan mereka tidak melihat solusi yang cukup realistis untuk membuatnya berkelanjutan dalam waktu dekat.
Pendiri Blast, Tieshun Roquerre atau yang dikenal sebagai Pacman, menyampaikan bahwa ia kecewa karena proyek ini tidak bisa bertahan dalam jangka panjang.
Dan setelah kabar penutupan ini muncul, token $BLAST juga turun sekitar 19%. Tapi yang paling menarik justru bukan soal tokennya.
Lalu bagaimana dengan uang pengguna yang masih ada di dalam Blast?
Menurut L2BEAT, masih ada sekitar US$51 juta aset yang dijembatani dari Ethereum dan tersimpan di kontrak Blast.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$46,6 juta merupakan ETH yang di-staking melalui Lido. Karena dana tersebut masih berada di Lido, proses penarikan awal membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengeluarkannya.
Pengguna masih bisa menggunakan aplikasi Blast secara normal sampai 26 Oktober. Setelah itu, prosesnya akan dilakukan langsung melalui kontrak Blast di Ethereum. Dan di sinilah muncul pertanyaan soal kontrol.
L2BEAT mencatat bahwa kontrak Blast dikendalikan oleh lima pemegang kunci, dengan mekanisme 3 dari 5 yang dapat melakukan perubahan tertentu pada kontrak atau menghentikan penarikan.
Sementara itu, sistem fraud-proof Blast yang seharusnya memungkinkan kesalahan pada pencatatan untuk ditantang, disebut tidak pernah berfungsi sepenuhnya.
L2BEAT menyoroti ini sebagai risiko desain. Mereka tidak menuduh adanya penyelewengan dana.
Jadi, kasus Blast bukan cuma cerita tentang sebuah proyek kripto yang gagal mempertahankan bisnisnya.
Ini juga jadi pengingat bahwa ketika kita menaruh dana di sebuah jaringan kripto, kita perlu tahu satu hal penting:
Siapa sebenarnya yang punya kendali atas uang kita ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana?
#Blast $NVDAB
·
--
Di balik perkembangan AI yang makin pesat, ada satu sumber daya lain yang juga dibutuhkan: yaitu air. Contohnya terjadi di Newton County, Georgia, Amerika Serikat. Di sana, sebuah keluarga yang tinggal sekitar 300 meter dari data center Meta, Beverly dan Jeff Morris, melaporkan masalah pada sumur mereka setelah pembangunan fasilitas dimulai. Mereka mengatakan tekanan air perlahan menurun, air menjadi keruh dan penuh sedimentasi, sampai akhirnya air hampir nggak keluar dari keran. Keluarga tersebut menduga aktivitas pembangunan seperti penggalian, pembukaan lahan, dan peledakan telah mengganggu kondisi air tanah di sekitar rumah mereka. Bahkan pada September 2026, beberapa keluarga menggugat Meta terkait dugaan tersebut. Tapi Meta membantah. Meta mengatakan aktivitas pembangunan maupun operasional data center mereka tidak menyebabkan masalah pada sumur warga. Perusahaan juga menyebut studi groundwater independen yang mereka pesan tidak menemukan dampak tersebut. Meta sendiri mengatakan data center itu menggunakan air dari jaringan utilitas lokal, bukan mengambil air tanah. Jadi, apakah benar data center Meta menyebabkan sumur warga bermasalah? Belum ada kesimpulan hukum yang membuktikan itu. Kasusnya masih menjadi sengketa. Tapi kasus ini menunjukkan satu hal: di era AI, ketika data center semakin besar, kebutuhan infrastrukturnya bukan cuma listrik dan chip, air juga menjadi bagian dari ceritanya.
Di balik perkembangan AI yang makin pesat, ada satu sumber daya lain yang juga dibutuhkan: yaitu air.

Contohnya terjadi di Newton County, Georgia, Amerika Serikat.

Di sana, sebuah keluarga yang tinggal sekitar 300 meter dari data center Meta, Beverly dan Jeff Morris, melaporkan masalah pada sumur mereka setelah pembangunan fasilitas dimulai.

Mereka mengatakan tekanan air perlahan menurun, air menjadi keruh dan penuh sedimentasi, sampai akhirnya air hampir nggak keluar dari keran.

Keluarga tersebut menduga aktivitas pembangunan seperti penggalian, pembukaan lahan, dan peledakan telah mengganggu kondisi air tanah di sekitar rumah mereka.

Bahkan pada September 2026, beberapa keluarga menggugat Meta terkait dugaan tersebut.

Tapi Meta membantah.

Meta mengatakan aktivitas pembangunan maupun operasional data center mereka tidak menyebabkan masalah pada sumur warga. Perusahaan juga menyebut studi groundwater independen yang mereka pesan tidak menemukan dampak tersebut.

Meta sendiri mengatakan data center itu menggunakan air dari jaringan utilitas lokal, bukan mengambil air tanah.

Jadi, apakah benar data center Meta menyebabkan sumur warga bermasalah?

Belum ada kesimpulan hukum yang membuktikan itu. Kasusnya masih menjadi sengketa.

Tapi kasus ini menunjukkan satu hal: di era AI, ketika data center semakin besar, kebutuhan infrastrukturnya bukan cuma listrik dan chip, air juga menjadi bagian dari ceritanya.
·
--
Aplikasi pembelajaran akan sangat penting untuk generasi berikutnya. Baik belajar bahasa asing, belajar mengenal crypto sejak dini, AI, dan lain sebagainya. Aku suka GIGGLE ACADEMY. Aku menggunakannya setiap hari untuk mengajari putriku belajar bahasa inggris. 🧡 $GIGGLE {spot}(GIGGLEUSDT)
Aplikasi pembelajaran akan sangat penting untuk generasi berikutnya. Baik belajar bahasa asing, belajar mengenal crypto sejak dini, AI, dan lain sebagainya. Aku suka GIGGLE ACADEMY. Aku menggunakannya setiap hari untuk mengajari putriku belajar bahasa inggris. 🧡
$GIGGLE
·
--
AI yang awalnya kita kenal cuma buat bikin tulisan, jawab pertanyaan, atau bikin gambar. Sekarang teknologinya berkembang jauh lebih cepat dari yang banyak orang bayangkan. Akhir-akhir ini Bill Gates founder Microsoft , memperingatkan kalau AI sekarang udah sangat powerful, jadi kalau kemampuan ini jatuh ke tangan orang yang memang punya niat jahat, dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding teknologi-teknologi sebelumnya. Bahkan dia menyebut satu skenario ekstrem: AI bisa saja mendorong terjadinya sebuah peristiwa yang menyebabkan sampai 1 miliar orang meninggal. Tapi bukan berarti Bill Gates sedang bilang, “AI akan membunuh 1 miliar orang.” Angka itu adalah gambaran tentang seberapa besar potensi bahayanya kalau AI yang sangat powerful disalahgunakan oleh orang yang punya niat jahat. Karena semakin canggih sebuah teknologi, semakin besar juga kemampuan yang bisa diberikan kepada penggunanya. Masalahnya, kita nggak bisa berasumsi semua orang akan menggunakan kemampuan itu untuk hal yang baik. Dan menurut Gates, menyerahkan semuanya kepada perusahaan teknologi untuk mengawasi dirinya sendiri juga nggak cukup. Dia menyarankan harus adanya safeguards, monitoring, serta keterlibatan pemerintah dan penegak hukum untuk menentukan batasan dan pengamanan AI. Jadi, sekarang pertanyaannya bukan lagi cuma: Seberapa pintar AI bisa dibuat? Tapi Seberapa aman AI ini ketika kemampuannya semakin besar?
AI yang awalnya kita kenal cuma buat bikin tulisan, jawab pertanyaan, atau bikin gambar. Sekarang teknologinya berkembang jauh lebih cepat dari yang banyak orang bayangkan.

Akhir-akhir ini Bill Gates founder Microsoft , memperingatkan kalau AI sekarang udah sangat powerful, jadi kalau kemampuan ini jatuh ke tangan orang yang memang punya niat jahat, dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding teknologi-teknologi sebelumnya.

Bahkan dia menyebut satu skenario ekstrem: AI bisa saja mendorong terjadinya sebuah peristiwa yang menyebabkan sampai 1 miliar orang meninggal. Tapi bukan berarti Bill Gates sedang bilang, “AI akan membunuh 1 miliar orang.”

Angka itu adalah gambaran tentang seberapa besar potensi bahayanya kalau AI yang sangat powerful disalahgunakan oleh orang yang punya niat jahat.

Karena semakin canggih sebuah teknologi, semakin besar juga kemampuan yang bisa diberikan kepada penggunanya.

Masalahnya, kita nggak bisa berasumsi semua orang akan menggunakan kemampuan itu untuk hal yang baik.

Dan menurut Gates, menyerahkan semuanya kepada perusahaan teknologi untuk mengawasi dirinya sendiri juga nggak cukup.

Dia menyarankan harus adanya safeguards, monitoring, serta keterlibatan pemerintah dan penegak hukum untuk menentukan batasan dan pengamanan AI.

Jadi, sekarang pertanyaannya bukan lagi cuma: Seberapa pintar AI bisa dibuat? Tapi Seberapa aman AI ini ketika kemampuannya semakin besar?
Войдите, чтобы посмотреть больше материала
Присоединяйтесь к пользователям криптовалют по всему миру на Binance Square
⚡️ Получайте новейшую и полезную информацию о криптоактивах.
💬 Нам доверяет крупнейшая в мире криптобиржа.
👍 Получите достоверные аналитические данные от верифицированных создателей контента.
Эл. почта/номер телефона
Структура веб-страницы
Настройки cookie
Правила и условия платформы