Tangisan di Pojok Ekosistem Pi (Narasi ilustrasi ini bisa terjadi bagi setiap pioner bila tak hati-hati)
Saya menangis di pojokan. Bukan karena saya bodoh. Bukan karena saya serakah. Tapi karena saya terlalu percaya. Saya percaya pada kata komunitas. Saya percaya pada jargon ekosistem. Saya percaya pada angka besar bernama GCV: 1 Pi = $314.159. Dengan keyakinan itu, saya menukar produk klontongan—barang nyata, hasil jerih payah, bernilai lebih dari Rp100 juta—dengan koin Pi. Transaksi selesai. Pi masuk ke wallet. Orang-orang bertepuk tangan. Lalu dunia nyata menyapa saya dengan dingin. Pi yang saya terima tidak bisa ditukar ke rupiah. Pi itu tidak bisa dibelikan kembali barang dagangan. Distributor satu per satu menolak: “Maaf, kami tidak menerima Pi.” Saat itulah saya sadar: Saya tidak sedang berbisnis. Saya sedang berjudi dengan keyakinan. GCV ternyata bukan harga pasar. Ia bukan kesepakatan global. Ia bukan jaminan likuiditas. Ia hanyalah angka yang hidup di ruang diskusi, bukan di kasir distributor. Hari ini saya belajar dengan cara yang paling mahal: Keyakinan tanpa realitas adalah bencana. Saya tidak menulis ini untuk menjatuhkan Pi Network. Saya masih pioner. Saya masih percaya ekosistem bisa tumbuh. Tapi saya menulis ini agar pioner lain tidak menangis di pojokan seperti saya. ⚠️ Hati-hati barter dengan GCV Pastikan Pi bisa diputar kembali, bukan hanya diterima. Pastikan ada rantai pasok yang mau menerima Pi, bukan sekadar sesama pioner. Jangan menukar aset nyata dengan nilai imajiner. Jangan korbankan dapur keluarga demi slogan komunitas. Ekosistem dibangun dengan kejujuran, bukan tekanan moral. Dengan kesiapan, bukan paksaan harga. Dengan kesadaran, bukan euforia. Biarlah saya yang terluka hari ini, asal pioner lain selamat besok. $BTC Pi network itu bagus. Hanya soal dan masalah ada pada GCV
Catatan penting: Bukan saran dan ajakan, tulisan ini di buat atas dasar keluh resah dari banyak komunitas pi network network dan mengingatkan tim pioner pentingnya untuk tidak menipu downline atas hilangnya coin Pi yang di tambang bertahun tahun.