#BTC #ShortSqueeze Bitcoin mengalami kenaikan signifikan pada 4 November 2026 setelah sebelumnya turun hingga sekitar $75.700 dan kemudian rebound ke area $81.000. Kenaikan ini dipicu oleh fenomena short squeeze, ketika banyak trader yang membuka posisi SHORT terpaksa menutup posisi akibat harga bergerak naik. Likuidasi posisi SHORT dilaporkan mencapai sekitar $378 juta dalam satu jam, menunjukkan kuatnya tekanan beli dari penutupan posisi tersebut. Selain itu, membaiknya sentimen pasar turut mendukung pemulihan harga Bitcoin.
Berdasarkan data Binance terbaru, BTC/USDT berada di sekitar $80.518, naik 4,05% dalam 24 jam. Secara teknikal, area $81.200 menjadi resistance penting; jika berhasil ditembus, Bitcoin berpeluang naik menuju $82.000–$84.000. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $80.000, harga berpotensi terkoreksi menuju $78.000–$77.700. Meskipun momentum pemulihan terlihat positif, kenaikan ini belum cukup untuk memastikan bahwa Bitcoin telah memasuki tren bullish baru.
#Hyperliquid HYPE sedang mengalami tekanan jual setelah gagal mempertahankan kenaikan menuju area $87–$89. Harga saat ini sekitar $83,79, dengan harga tertinggi 24 jam di $88,90 dan terendah $81,01. Salah satu penyebab tekanan tersebut adalah aksi jual investor besar atau whale yang memindahkan token ke bursa. Selain itu, perkembangan regulasi di Amerika Serikat turut menimbulkan ketidakpastian: persetujuan perdagangan perpetual saham oleh CFTC mendapat gugatan hukum dari kelompok industri keuangan. Di sisi lain, ada perkembangan positif berupa dukungan penggunaan kHYPE sebagai jaminan di Nado melalui Kraken serta potensi utilitas HYPE untuk Elysium Layer 2. Namun, arus keluar bersih Hyperliquid sekitar $191 juta selama sepekan menjadi sinyal yang perlu diwaspadai#hype