Bitcoin Kembali Ditekan ke US$90.000, Isu Tarif Trump Guncang Pasar
Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan dan turun ke area US$90.000 setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran geopolitik baru. Trump mengancam akan mengenakan tarif 10% terhadap negara-negara yang mengirimkan kekuatan militernya ke Greenland, memicu sentimen risk-off di pasar global.
Tekanan terhadap Bitcoin diperparah oleh arus keluar ETF Bitcoin yang tercatat minus US$394 juta. Data ini mencerminkan sikap defensif investor institusional di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan.
Di saat yang sama, on-chain data menunjukkan aksi jual dari investor lama. Salah satu holder Bitcoin sejak 2014 dilaporkan melepas 500 BTC senilai sekitar US$47,7 juta atau Rp808 miliar, tepat sebelum harga Bitcoin melemah ke bawah US$90.000.
Kombinasi sentimen geopolitik, arus keluar ETF, dan distribusi dari holder lama membuat volatilitas kembali meningkat dan pasar cenderung berhati-hati dalam jangka pendek.
Follow akun Menjadi Trader untuk update cepat market crypto, analisis makro, dan pergerakan whale. #bitcoin #crypto #marketupdate #geopolitik #menjaditrader
NFA, DYOR.
Whale Era Satoshi Bangun dari Tidur Panjang, 909 BTC Senilai Rp1,4 T Dipindahkan
Sebuah wallet Bitcoin dari era awal Satoshi Nakamoto kembali aktif setelah 13 tahun dorman. Whale tersebut memindahkan 909 BTC senilai sekitar US$84 juta atau Rp1,4 triliun ke alamat baru, berdasarkan data on-chain Lookonchain.
Pergerakan ini bukan indikasi aksi jual. Analis menilai langkah tersebut lebih ke pembaruan alamat wallet sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan jangka panjang, termasuk potensi ancaman komputasi kuantum.
Bitcoin yang dipindahkan diketahui dibeli saat harga masih di bawah US$7. Dengan harga saat ini di kisaran US$92.000, posisi tersebut mencatat kenaikan hampir 14.000%, menegaskan betapa masifnya keuntungan holder generasi awal.
Menurut Project Eleven, perkembangan komputasi kuantum berpotensi memindai alamat wallet yang pernah terekspos ke publik. Meski masih membutuhkan waktu lama untuk memecahkan public key, isu ini mulai mendorong pemilik wallet lama untuk bersikap lebih defensif.
Follow akun Menjadi Trader untuk insight whale movement, makro global, dan update penting dunia kripto. #bitcoin #whale #onchain #crypto #menjaditrader
NFA, DYOR.
BTC lagi goyang bukan tanpa alasan. Tekanan makro + geopolitik bikin pergerakan harga makin liar.
Secara teknikal, tren jangka pendek masih turun. MACD negatif, harga di bawah EMA, dan sentimen risk-off makin terasa setelah gelombang likuidasi besar.
Tapi di sisi lain, smart money belum ke mana-mana. Arus dana ke ETF spot masih deras, perusahaan besar terus nambah BTC, dan RSI super rendah menandakan pasar sudah masuk area jenuh jual.
Market lagi diuji: panik jangka pendek vs keyakinan jangka panjang. Biasanya, di fase kayak gini arah besar mulai dibentuk.
Plasma dibangun untuk momen-momen yang jarang dibicarakan dalam whitepaper. Saat seseorang perlu mengirim stablecoin dengan cepat, saat biaya transaksi benar-benar diperhitungkan, atau saat jaringan lain terasa terlalu padat untuk urusan sederhana. Plasma hadir bukan sebagai panggung besar, melainkan sebagai alat kerja yang tenang namun dapat diandalkan.
$XPL tumbuh bersama fungsi tersebut. Nilainya tidak hanya bergerak di chart, tetapi juga di setiap proses validasi dan keamanan jaringan. Plasma seolah memahami bahwa masa depan kripto tidak selalu tentang inovasi yang mencolok, melainkan tentang infrastruktur yang bekerja tanpa perlu disadari. Ketika teknologi terasa “tak terlihat”, justru di situlah ia mulai berhasil. @Plasma #Plasma
Di banyak sistem, akses informasi diberikan seolah berlaku selamanya. Di dunia nyata, hak melihat data bisa berubah: karena peran berganti, kontrak berakhir, atau aturan diperbarui. @Dusk_Foundation memungkinkan akses bersifat dinamis dan dapat dicabut.mDengan $DUSK , informasi tidak terkunci pada izin statis yang berisiko disalahgunakan di masa depan. #dusk