Emas Mengamuk, Cetak ATH Baru Saat Bitcoin Tersungkur ke US$88.000
Harga emas kembali menunjukkan taringnya dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.835, disusul perak yang ikut melesat ke US$95. Kenaikan ini terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terkait Greenland. Dampaknya terasa hingga pasar domestik, di mana harga emas Antam melonjak Rp35.000 menjadi Rp2.772.000, sementara token emas digital XAUT ikut naik 3,60% ke US$3.836 per token.
Di sisi lain, Bitcoin justru menjadi salah satu aset dengan performa terburuk setelah terjun ke area US$88.000 pada Rabu (21/01). Investor terlihat mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Situasi semakin panas setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif pada negara-negara Eropa yang mendukung Denmark dalam isu Greenland, memicu respons keras dari Uni Eropa, Kanada, dan Prancis. Ketegangan global ini kembali menegaskan pola klasik: saat ketidakpastian meningkat, emas bersinar, kripto tertekan.
Follow akun Menjadi Trader untuk update market jujur dan tajam setiap hari. #menjaditrader #emas #bitcoin #crypto #market
NFA, DYOR.
Di tengah ramainya blockchain yang berlomba-lomba menawarkan kecepatan dan efisiensi, Vanar Chain hadir dengan pendekatan yang terasa lebih membumi. Sejak awal, jaringan Layer-1 ini tidak hanya dibangun untuk kebutuhan kripto semata, tetapi untuk dunia yang benar-benar digunakan manusia: game, hiburan, dan ruang digital yang terus berkembang. #vanar memosisikan dirinya sebagai jembatan antara pengalaman Web2 yang sudah akrab dan ekosistem Web3 yang sering kali terasa rumit. Teknologinya dirancang agar developer dapat membangun tanpa hambatan, sementara pengguna menikmati interaksi digital tanpa harus memahami detail teknis blockchain.
Fokus Vanar pada gaming dan metaverse bukan sekadar mengikuti tren. Melalui produk seperti Virtua dan Vanar Gaming Network, mereka mencoba menciptakan ekosistem di mana kepemilikan digital, identitas virtual, dan ekonomi kreatif bisa berjalan alami. Token $VANRY berperan sebagai penggerak di balik aktivitas ini, mengalir di dalam jaringan untuk mendukung transaksi, insentif, dan partisipasi. Dalam lanskap Web3 yang sering terasa eksperimental, @Vanar berusaha tampil sebagai infrastruktur yang siap dipakai, bukan sekadar konsep.
Plasma tumbuh di ruang yang sering luput dari sorotan: ruang antara teknologi dan kebiasaan. Banyak orang memakai stablecoin tanpa benar-benar memikirkan jaringan di belakangnya, sampai suatu hari transaksi terasa lambat atau biaya tiba-tiba membengkak. Di titik itulah @Plasma menemukan relevansinya. Ia tidak datang dengan janji abstrak, tetapi dengan solusi yang terasa langsung saat digunakan.
$XPL bergerak mengikuti denyut jaringan ini. Token tersebut menjadi bagian dari proses yang jarang terlihat namun krusial, menjaga keamanan, memberi insentif, dan memastikan semuanya tetap berjalan seimbang. #Plasma seakan sadar bahwa adopsi sejati tidak lahir dari keramaian, melainkan dari kebiasaan yang terbentuk pelan-pelan.
Wawasan BTC
Bitcoin kembali ditekan. Harga melemah cukup dalam, dipicu kombinasi isu geopolitik dan teknikal yang belum memberi ruang napas.
🌍 Makro jadi beban utama
Isu tarif dan ketegangan dagang global bikin market masuk mode risk-off. Aset berisiko ikut kena imbas, termasuk BTC.
📊 Chart masih berat
EMA, MACD, hingga posisi harga di bawah Bollinger menunjukkan tekanan turun belum selesai. Volatilitas tinggi menandakan market masih emosional.
💸 ETF sempat bocor
Outflow besar dari ETF spot AS jadi pemicu lanjutan pelemahan. Ini salah satu arus keluar harian terbesar belakangan ini.
🏦 Tapi uang besar belum kabur
Di tengah kepanikan, institusi justru ada yang belanja. Strategy kembali menambah puluhan ribu BTC. Dana kripto secara total juga masih mencatat inflow mingguan yang kuat.
🚀 Adopsi tetap jalan
Likuiditas BTC bertambah lewat pasangan margin baru. Bahkan brand besar mulai pakai insentif berbasis Bitcoin, sinyal adopsi tetap hidup di balik koreksi harga.
🧠 Kesimpulan
Sentimen jangka pendek memang gelap. Tapi di fase seperti ini biasanya terjadi pemisahan antara trader emosional dan akumulator sabar.
Bitcoin Tersungkur ke US$87.000, Likuidasi Long Hampir Rp16 Triliun
Tekanan jual di pasar kripto semakin dalam. Harga Bitcoin (BTC) jatuh ke kisaran US$87.000 atau turun 4,61% dalam 24 jam terakhir, memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif.
Data CoinMarketCap mencatat sebanyak 180.109 trader tereliminasi, dengan total posisi long yang terlikuidasi mencapai US$998 juta atau sekitar Rp16 triliun. Pergerakan ini menegaskan rapuhnya posisi leverage di tengah volatilitas tinggi.
Sentimen negatif dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran makroekonomi global. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi rencana tarif impor 10% terhadap sekutu Uni Eropa, memperburuk ketegangan perdagangan internasional.
Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan ambisi aneksasi Greenland. Penolakan keras dari negara NATO seperti Jerman, Prancis, dan Belanda dibalas dengan ancaman kenaikan tarif terhadap produk-produk mereka, mendorong pasar global masuk ke mode risk-off.
Ikuti terus update market, analisis makro, dan pergerakan besar kripto hanya di akun Menjadi Trader. #bitcoin #crypto #likuidasi #marketcrash #menjaditrader
NFA, DYOR.