BTC siap mengalahkan emas, saham, dan real estate. Pasokan yang terbatas dan adopsi institusi besar menjadi pendorong utamanya. Apakah kamu setuju dengan prediksi ini?
CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan bahwa seluruh kelas aset secara bertahap tengah bertransisi menuju ekosistem on-chain. Melalui unggahannya di platform X pada Rabu (28/10), Armstrong menyoroti pertumbuhan pesat pada sektor tokenized stocks (saham ter-tokenisasi) serta stablecoin, yang ia sebut sebagai bentuk digital dari sistem mata uang fiat, sebagai bukti nyata modernisasi pasar keuangan global.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh data on-chain dari Blockworks yang mencatat lonjakan eksponensial pada pasar tokenized equities hingga menyentuh nilai pasokan $3,75 miliar per akhir Oktober. Pertumbuhan pesat yang terjadi sejak pertengahan 2025 ini mencakup instrumen ekuitas pasar publik maupun privat, dengan total 1.501 distinct tickers berbeda yang telah sukses ditokenisasi dan diperdagangkan di atas jaringan blockchain.
Pertumbuhan agresif ini menandai percepatan adopsi infrastruktur kripto oleh institusi keuangan arus utama dalam menghubungkan instrumen konvensional dengan ekosistem digital. Armstrong menegaskan bahwa pihak industri akan terus melanjutkan akselerasi ini untuk memperbarui sistem keuangan tradisional agar terkoneksi secara penuh dengan teknologi blockchain.
Bitcoin turun di bawah US$77.000, mencapai titik terendah US$76.487—level terendah sejak September. Tekanan penurunan ini menyusul laporan tentang peretasan—yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri kripto—yang menargetkan Binance, salah satu platform utama dunia. Hingga Jumat (30 Oktober 2026) pukul 11.20 Waktu Indonesia Barat (WIB), Bitcoin mulai pulih dan diperdagangkan pada kisaran US$77.940–US$78.065. Meski demikian, kinerja keseluruhannya masih lemah: ⚠️Bitcoin: turun sekitar 2% hari ini dan 6,3% dibandingkan level September. ⚠️Ethereum: -2,98% menjadi US$2.238. ⚠️XRP: -2,91% menjadi US$1,25. ⚠️Solana: -2,44%. ⚠️Dogecoin: -2,24%. Secara year-to-date (YTD), Bitcoin saat ini turun 2,45%. Fredrick Collins, CEO dan salah satu pendiri Velo Data, mengatakan bahwa kabar peretasan Binance turut berkontribusi terhadap penurunan harga kripto. Menurut Collins, mengingat posisi Binance yang berpengaruh, terkikisnya kepercayaan terhadap platform tersebut dapat berdampak lebih luas dan memengaruhi kepercayaan terhadap industri kripto secara keseluruhan. Sumber: Bloomberg #bitcoin #Ethereum #xrp #SolanaStrong #Binance
BINANCE FALLS VICTIM TO THE LARGEST CRYPTO HACK IN HISTORY! BILLIONS OF DOLLARS IN DIGITAL ASSETS VANISH IN AN INSTANT. The cryptocurrency world has been rocked by shocking news. Binance, the world’s largest crypto exchange, is allegedly the victim of a cyberattack, with an estimated US$5.5 billion—over IDR 90 trillion—in assets moved! Binance founder Changpeng Zhao (CZ) has even acknowledged indications that the platform may have been hit by a massive-scale hack. If these estimates are confirmed as losses resulting from theft, this incident would surpass the 2025 Bybit hack, which saw losses of approximately US$1.5 billion. The figures are staggering. This is no ordinary digital theft; it is a potential heist of assets worth tens of trillions of rupiah! What is both intriguing and concerning is that the issue does not lie solely with the security of blockchain technology itself. The critical vulnerabilities may instead reside within the asset management infrastructure—ranging from hot wallets and private key mechanisms to transaction authorization systems. Preliminary analysis points to the potential misuse of the Ethereum account delegation mechanism via EIP-7702. Meanwhile, Tether and Circle have reportedly frozen over US$2.38 billion in stablecoins linked to the incident. This presents an interesting paradox: while blockchain is defined by the principles of decentralization and irreversible transactions, stablecoin issuers evidently retain the authority to freeze tokens at specific addresses. From the perspective of cybersecurity and digital forensics, a far more significant question arises beyond the mere value of the assets moved: How did the attackers obtain authorization to transfer these assets? Were private keys compromised? Was the transaction-signing mechanism exploited? Or perhaps there are inherent weaknesses in the wallet security architecture or internal control systems? Such questions demand an in-depth technical investigation, encompassing on-chain transaction tracing, the correlation of wallet addresses#BİNANCE #news_update
Hei, generasi milenial, berikut kabar terbaru dari dunia kripto! Rusia baru saja melegalkan penambangan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Ini menandai langkah penting untuk memperkuat posisi blok BRICS di era digital! 🪙 Presiden Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang yang mengizinkan badan resmi maupun individu untuk melakukan penambangan kripto, dengan tunduk pada batas konsumsi energi tertentu. Dengan langkah ini, negara-negara BRICS mengambil langkah tegas untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS dan bergerak menuju masa depan berbasis blockchain. 🔗 Ini bukan langkah pertama yang diambil Rusia tahun ini untuk mendukung mata uang kripto! Sebelumnya, mereka membuka jalan bagi penggunaan kripto untuk pembayaran perdagangan internasional—strategi yang, salah satunya, ditujukan untuk melawan sanksi Barat. Kini, negara-negara BRICS lainnya—termasuk Tiongkok dan UEA—mempererat hubungan dagang mereka dengan Rusia melalui teknologi digital ini.#KOSPIFalls3.53%BackBelow6000 #KriptoNews24