RAY NAIK HAMPIR 2X DALAM SEMINGGU — ADA SESUATU DI BALIKNYA
Raydium ($RAY ) tiba-tiba menjadi salah satu altcoin paling kuat di pasar. Dalam sepekan, RAY melonjak sekitar 90–100% dan sempat menyentuh US$1,75, sementara pasar crypto secara keseluruhan justru sedang tertekan. Tapi yang membuat rally ini menarik bukan cuma grafiknya. 🔥 Ada “mesin” di belakang kenaikan RAY Awal September, StonkFun memindahkan seluruh peluncuran token barunya ke Raydium LaunchLab. Artinya, semakin banyak token yang dibuat dan diperdagangkan melalui ekosistem tersebut, semakin banyak aktivitas yang masuk ke Raydium. Raydium mengalokasikan 12% dari trading fee untuk membeli RAY kembali dari pasar. Pada 9 September, Raydium melakukan buyback sekitar US$640.788 — salah satu buyback harian terbesar sejak Februari 2025. Jadi terbentuk sebuah siklus: STONK → volume naik → fee Raydium naik → buyback RAY → tekanan beli RAY naik Bahkan StonkFun dilaporkan menghasilkan sekitar US$5,88 juta revenue dalam 7 hari, membuatnya menjadi salah satu launchpad paling aktif saat ini. Apakah volume ini bisa bertahan, atau hanya efek hype StonkFun? Karena kalau volume turun → fee turun → buyback turun → katalis RAY juga bisa melemah. Jadi RAY sekarang bukan cuma cerita “coin naik 100%”. Yang harus diperhatikan justru: - Apakah volume Raydium terus naik? - Apakah buyback RAY tetap besar? - Apakah StonkFun mampu mempertahankan aktivitasnya? Kalau jawabannya YA, rally RAY bisa punya fondasi yang lebih kuat. Kalau TIDAK, kenaikan hampir 2× dalam seminggu justru bisa menjadi alasan untuk waspada terhadap profit taking. Menurut kamu: RAY baru mulai… atau sudah terlalu panas? 👇 #RAY #Raydium $SOL #STONK #Crypto #Altcoin #DeFi
Cryptografis | Harga iPhone 18 Pro vs Bitcoin Ternyata Cuma 0,01 BTC
Peluncuran iPhone 18 Pro menunjukkan betapa jauhnya kenaikan nilai Bitcoin (BTC) dalam 15 tahun terakhir. Harga ponsel flagship Apple kini membutuhkan porsi $BTC yang sangat kecil. iPhone 18 Pro dibanderol US$1.199, sedangkan versi Pro Max sekitar US$1.299 di Amerika Serikat. Dengan Bitcoin di US$78.275 saat artikel ini ditulis, Kamis (10/09), harganya setara 0,0153 BTC dan 0,0166 BTC. Sementara itu, kasta tertinggi Apple tahun ini, yaitu ponsel lipat iPhone Duo, dengan US$1.999 hanya setara dengan 0,0255 $BTC . Jika dibandingkan dengan masa awal Bitcoin, perbedaannya terasa ekstrem. Data CoinGecko menunjukkan iPhone 4S pada 2011 bahkan nilainya setara 162 BTC. Sementara itu, iPhone 17 tahun lalu hanya membutuhkan sekitar 0,007 BTC, karena perilisan itu terjadi saat harga Bitcoin di kisaran US$111 ribu. Disclaimer Alert. For Informational Purposes Only (IPO). -# Sumber gambar: Hasil gubahan beberapa sumber
Trump Klaim AS Segera Cabut dari Iran, Pasar Sedikit Bergairah
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mengatakan pasukan AS bisa segera meninggalkan Iran setelah operasi militer yang berlangsung sejak Februari terus memanas. Konflik tersebut memicu ketegangan besar di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran mendorong blokade Selat Hormuz dan secara langsung mengguncang pasar global dunia. Lonjakan harga minyak terjadi cukup cepat, sementara pasar crypto dan saham sempat jatuh karena investor panik menghadapi situasi perang yang belum jelas arahnya saat ini global. Trump menyebut tujuannya sejak awal hanya satu, yaitu memastikan Iran tidak lagi punya senjata nuklir, dan menurutnya target itu sekarang sudah berhasil dicapai sepenuhnya oleh AS. Ia juga mengatakan penarikan pasukan bisa dilakukan dalam dua sampai tiga minggu karena menurutnya tidak ada alasan kuat bagi Amerika untuk tetap berada di sana. “Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, tetapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini dan saya pikir mungkin dalam dua minggu atau tiga minggu,” ucapnya. Trump bahkan disebut siap mengakhiri operasi militer meski Selat Hormuz masih tertutup sebagian, dan ia mengaku tidak membutuhkan kesepakatan dengan sisa kepemimpinan Iran yang ada sekarang. Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS mengingatkan Iran masih memiliki kemampuan meluncurkan rudal ofensif meskipun serangan udara terus menghantam fasilitas militer mereka hingga sekarang ini. Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar crypto mulai bangkit tipis dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mencatat kenaikan kecil, sementara indeks saham utama AS juga ikut menguat kembali hari ini. -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
Harga US$25 Sekalipun, Warren Buffett Tetap Ogah Beli Bitcoin
Nama Warren Buffett kembali jadi sorotan setelah komentarnya soal Bitcoin ($BTC ) viral lagi di kalangan investor muda, terutama karena pernyataannya terdengar cukup blak-blakan. Dalam wawancara yang dimuat oleh CNBC, investor berusia lebih dari 90 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tetap tidak tertarik membeli Bitcoin, bahkan jika harganya sangat murah sekalipun. Ia menyampaikan jika seseorang menawarinya seluruh Bitcoin di dunia hanya dengan harga US$25, ia tetap akan menolak karena menurutnya aset tersebut tidak memberikan nilai nyata. “Kalau semua Bitcoin di dunia ditawarkan ke saya cuma US$25, saya tetap tidak akan ambil. Soalnya saya juga bingung mau dipakai buat apa,” ujar Buffett. Ia juga menjelaskan aset seperti lahan pertanian dan apartemen jelas menghasilkan sesuatu, entah itu makanan atau uang sewa, sedangkan Bitcoin menurutnya hanya bergantung pada orang berikutnya yang mau membeli lebih mahal. “Tanah bisa menghasilkan panen, apartemen bisa menghasilkan uang sewa. Tapi Bitcoin tidak menghasilkan apa-apa, hanya menunggu orang lain membayar lebih mahal dari sebelumnya,” tambahnya. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Sumber gambar: Biography
Ancam Balik Trump, Iran Janji Luluhlantakkan Fasilitas AS di Timteng
Iran menegaskan melalui Komando Operasional Militernya bahwa akan menyerang infrastruktur penting milik Amerika Serikat (AS) di beberapa lokasi Timur Tengah (Timteng) jika Presiden AS Donald Trump melancarkan ancamannya. “Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan rezim di kawasan itu akan menjadi sasaran,” katanya, melansir Bloomberg pada Minggu (22/03). Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang semua pembangkit listrik Iran dalam 48 jam jika negara Timur Tengah tersebut tidak segera membuka Selat Hormuz. “Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam terhitung sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!,” ucapnya. -# Sumber gambar: The Times
Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran, Bitcoin Anjlok Gak Separah Emas
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang semua pembangkit listrik Iran dalam 48 jam yang dimulai jika negara Timur Tengah tersebut tidak segera membuka Selat Hormuz. "Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam terhitung sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!," ucapnya, melansir akun Truth Social miliknya pada Minggu (22/03). Hal tersebut membuat Bitcoin ($BTC ) sempat mengalami penurunan hingga di bawah US$70 ribu atau minus 3%. Akan tetapi, tidak separah yang terjadi dengan emas yang anjlok hingga 10,3%, menurut Trading View. Peristiwa ini mencerminkan bahwa ketahanan Bitcoin kini mulai berubah meski diterpa kabar negatif. Terlebih, menurut Penasihat Bitwise Jeff Park mengatakan Bitcoin memiliki daya tahan lebih baik di antara semua aset-aset di pasar crypto, jika, keadaan kembali normal. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
20 Hari Perang, Dana Senilai Rp434 T Ditaksir Habis Terbuang
Memanasnya kawasan Timur Tengah tak disangka sudah dua puluh hari berlalu dan kini masih terjadi hingga jelang perayaan Idul Fitri. Diperkirakan peperangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menelan biaya hingga US$25,6 miliar atau sekitar Rp 434 triliun, menurut data Iran War Cost Tracker. Hal ini dapat terjadi karena negara-negara tersebut enggan untuk mendiskusikan kesepakatan gencatan senjata. Terlebih, sejak terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh militer AS. Di sisi lain, bukan hanya masyarakat Timur Tengah yang menderita, beberapa negara di Asia Tenggara seperti Filipina yang tengah menghadapi kondisi kritis pasokan minyak yang kian menipis imbas ditutupnya selat Hormuz. Selain itu, utang AS terus membengkak hingga tembus US$39 triliun setara Rp662 kuadriliun, pada Kamis (19/03) lalu. Padahal, utang tersebut baru saja menyentuh US$38 triliun pada Oktober lalu. -# Sumber gambar: Pink rs
Saingi ChatGPT, Elon Musk Kenalkan Fitur Grok Ubah Foto Jadi Karakter Chibi
CEO xAI Elon Musk memperkenalkan fitur terbaru kecerdasan buatan (AI) miliknya bernama Grok Imagine yang dapat mengubah foto menjadi karakter chibi yang menggemaskan. "Coba template Grok Imagine Chibi. Lucu banget," ujarnya, melansir akun X pribadinya pada Jumat (20/03). Hal ini menandakan perkembangan AI dunia kini bisa memodifikasi gambar, bukan hanya mampu membuat dan mengubah teks. Sehingga, inisiatif ini memperluas penggunaan AI dalam beberapa jenis permintaan para pengguna, terlebih dalam hal kretivitas. Diketahui, fitur ini sudah dapat dinikmati oleh para pengguna Grok dan tersedia dalam bentuk foto dan gambar. Bahkan, Elon sudah menyiapkan template karakter chibi tersebut. Namun, fitur ini terbatas pada gambar dikarenakan harus membayar langganan terlebih dahulu. -# Sumber gambar: Gubahan AI
Short Trader Bitcoin Ini Rungkad Rp75 Miliar Usai Kena Hajar Likuidasi
Lonjakan harga Bitcoin (BTC) justru membuat seorang trader yang memasang posisi short harus rela kehilangan cuan hingga US$4,4 juta atau setara hampir Rp75 miliar. Insiden itu terjadi saat harga BTC tiba-tiba melonjak tajam pada perdagangan Selasa (17/03) pagi. Data perdagangan Coinglass menunjukkan Bitcoin sempat naik sekitar 4,03 persen dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh level US$76.000. Kenaikan cepat ini langsung memicu gelombang likuidasi bagi trader yang memprediksi harga aset crypto tersebut bakal turun. Di sisi lain, dalam periode yang sama total likuidasi pasar crypto menembus sekitar US$613,8 juta. Adapun, posisi short menjadi yang terbesar dengan US$487,8 juta, sementara posisi long tercatat sekitar US$125,9 juta. #AkademiCryptoNews Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
Breaking News | Bitcoin Ngegas, Lanjut Naik ke US$76 Ribu Pagi Ini
Harga Bitcoin ($BTC ) kembali ngegas alias melonjak pada perdagangan Selasa (17/03) pagi, setelah naik sekitar 4,03 persen dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh US$76.000. Kenaikan tersebut dipicu perubahan sentimen global menuju aset berisiko setelah ketegangan di Timur Tengah mereda. Kekhawatiran terhadap jalur minyak penting di Selat Hormuz menurun sehingga harga minyak melemah dan pasar keuangan kembali bergairah. Pergerakan Bitcoin juga didorong likuidasi posisi short di pasar derivatif yang memicu short squeeze. Selain itu, harga berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$70.000 yang sebelumnya menjadi level teknikal penting. Analis mencatat Bitcoin kini memiliki korelasi sekitar 53 persen dengan S&P 500 sehingga pergerakannya sensitif terhadap faktor makro. Di sisi lain, keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada tanggal 18 Maretmendatang disebut juga jadi pemicunya. -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
Bitcoin Kembali Bersinar, Ungguli Nasdaq-Emas Sejak Perang Timteng Pecah
Penasihat ProShares Simeon Hyman mengungkapkan Bitcoin ($BTC ) menjadi aset yang besinar dan mengungguli indeks saham Amerika Serikat (AS) Nasdaq serta emas, di tengah perang di Timur Tengah (Timteng). “Jika anda melihat Bitcoin, harganya sedikit naik dan saham turun (sejak perang Iran dimulai). Jadi, saya pikir strategi diversifikasi benar-benar relevan dalam lingkungan saat ini,” ucapnya, melansir CNBC. Hal ini terbukti bahwa Nasdaq dan emas anjlok masing-masing 0,72 persen dan 6,4 persen dalam seminggu terakhir. Bitcoin menunjukkan kehebatannya selama perang berlangsung. Tercatat, aset digital ini menghijau dengan naik 9,6% menurut perhitungan tim Redaksi Akademi Crypto melalui Trading View. Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
Features | Trader Ini Dilema: Pilih Take Profit Rp35 M atau Makan Malam Bareng Trump
Platform analitik crypto Arkham Intelligence memancing diskusi di media sosial X setelah seorang investor token TRUMP meraih keuntungan besar. Investor dengan nama akun “little x” dilaporkan sudah mengantongi profit sekitar US$2,12 juta atau setara Rp35 miliar. Keuntungan tersebut muncul setelah little x membeli token $TRUMP senilai US$6,7 juta. Pembelian itu dilakukan usai pengumuman agenda makan malam gala kedua bersama Presiden AS Donald Trump yang memicu lonjakan investor. Arkham menyinggung dilema unik bagi holder TRUMP tersebut, memilih mencairkan keuntungan jutaan dolar sekarang, atau tetap menyimpan tokennya demi kesempatan menghadiri makan malam eksklusif bersama sang presiden. Follow untuk berita menarik lainnya. #AkademiCryptoNews Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR). -# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
Andrew Tate Akui Beli US$2 Juta Bitcoin di Tengah Pasar Crash
Andrew Tate mengatakan ia membeli US$2 juta Bitcoin pada saat harganya dibanderol US$67.000, Jumat (06/02) dini hari. Sementara itu, kini Bitcoin sudah berada di bawah harga tersebut. "Membeli Bitcoin senilai US$2 juta pada harga US$67.000. Tandai kata-kata ini," tulis Tate melansir laman X miliknya. Perlu diketahui, Tate memercayai Bitcoin (BTC) akan jatuh hingga ke area US$26.000. Jika benar, harga tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2022 lalu. Meski demikian, pembelian US$2 juta Tate belum terlacak di portofolio miliknya, terlebih ia tidak memberikan bukti transaksi tersebut, setidaknya hingga berita ini dinaikkan. -# Image Source: Akademi Crypto