Lebih baik membuat kontrak, atau lebih baik membuat spot?
Yang sekarang lebih saya utamakan sebenarnya bukan memilih yang mana, melainkan dulu memastikan pekerjaan trading pergelombangan (swing trading) dilakukan dengan baik.
Dulu banyak orang terbiasa memegang spot begitu saja, merasa selama bisa bertahan, pada akhirnya akan menunggu datangnya kenaikan puluhan kali hingga ratusan kali. Tapi sekarang lingkungan pasar sudah berubah. Koin yang benar-benar bisa dengan mudah menghasilkan puluhan kali lipat semakin sedikit; kebanyakan koin dalam satu siklus hanya menghasilkan beberapa kali lipat, bahkan kurang dari itu. Jadi, mengandalkan “mati-matian menahan” satu koin untuk berbalik keadaan—kesulitannya makin besar.
Di sekitar saya, saya pernah melihat banyak orang: harga spot turun dari posisi tinggi, lalu mereka baru melepas setelah rugi 80–90%. Tapi mereka masih tidak mau pergi, masih berharap bisa balik modal. Namun setelah rugi 90%, agar modal kembali ke titik awal, harga harus naik tepat 10 kali. Pada fase ini, membicarakan “memegang dalam jangka panjang” maknanya sudah benar-benar berbeda.$TRUMP
Jadi baik melakukan spot maupun kontrak, saya lebih cenderung melakukan swing yang saya pahami. Jika ada tren yang jelas, baru ikut; kalau tidak ada peluang, ya sabar menunggu. Bisa mendapatkan profit dari pergerakan sekitar 10%—30% saja sudah merupakan bagian keuntungan yang sangat bagus. Tidak perlu harus memegang dari awal sampai akhir, apalagi mengunci modal demi angan-angan keuntungan puluhan kali.
Di masa depan, pasar hanya akan semakin matang. Tahap peluang “kaya raya di mana-mana” seperti dulu sulit untuk direplikasi. Yang benar-benar bisa bertahan dalam jangka panjang, tetap mengandalkan modal, disiplin, dan seperangkat metode yang bisa dijalankan berulang kali.
Baik spot maupun kontrak, yang penting dulu belajar mengurangi kerugian kecil, memastikan keuntungan, dan segera mengunci profit. Setelah itu baru bicara bagaimana cara membesarkan akun.#美元跌至三个月低点
Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi ketika benar-benar duduk di depan layar, berapa banyak orang yang bisa tetap tenang tanpa terburu-buru? Untuk akun kecil dengan hanya beberapa ribu U, banyak orang bahkan tidak bisa benar-benar fokus membicarakan tentang compounding (bunga berbunga). Begitu melihat candle hijau besar naik, pikiran langsung mulai berkata: kalau sekarang tidak masuk, nanti kesempatan itu tidak akan ada lagi?
Masalah paling umum bagi trader ritel sebenarnya bukan karena tidak benar-benar bisa membaca pergerakan harga, melainkan karena begitu posisi kosong (flat), mereka merasa tidak nyaman.
Saat harga naik, takut ketinggalan (踏空); saat harga turun, ingin langsung ambil dasar (抄底). Ketika harga bergerak mendatar (sideways), mereka selalu merasa detik berikutnya pasti akan berbalik arah. Setiap hari hanya beberapa order belum dibuka, tangan rasanya gatal. Tetapi setelah akhirnya membuka posisi, mereka tidak bisa menahan laba hanya karena sedikit fluktuasi.
Terlihat setiap hari sangat sibuk: memantau layar, membuka posisi, menetapkan stop loss, menambah posisi—bolak-balik sampai akhirnya menoleh ke akun, ternyata justru makin menipis dibanding sebelumnya.
Mau membuat modal kecil jadi besar, dan ingin menangkap kesempatan, itu sendiri tidak salah. Namun yang paling berbahaya adalah selalu berharap bisa meraih banyak dari satu transaksi, tetapi tidak mau mengendalikan biaya untuk setiap upaya mencoba (trial and error).
Setelah rugi, keras kepala bertahan (死扛), lalu setelah beberapa kali salah beruntun mulai kehilangan kendali; posisi justru ditambah terus sampai makin berat. Begitu akhirnya benar pada satu transaksi, dapat sedikit keuntungan, tapi langsung kabur—takut keuntungan itu kembali lagi.
$BOME
Sampai akhirnya, ini sudah bukan lagi trading—sepenuhnya berubah menjadi perjudian berbasis emosi.
Kalau kamu memang suka scalping (trading jangka pendek), maka sebelum setiap kali menekan tombol buka posisi, setidaknya tanyakan pada diri sendiri tiga hal: kenapa masuk? di mana kalau salah harus stop loss? dan kalau benar, kira-kira siap melihat harga sampai titik mana?
Kalau ada satu saja yang tidak bisa dijawab, jangan buru-buru mengeksekusi transaksi ini.
Agar akun kecil bisa benar-benar menggelinding perlahan, yang dipertandingkan bukan siapa yang paling cepat bertindak, melainkan siapa yang bisa menahan diri dari kesempatan-kesempatan yang tidak pasti.
Saring semua order yang terlalu ambigu, lakukan hanya pada level yang benar-benar kamu mengerti. Bahkan kalau dalam sehari tidak ada transaksi, jangan buka posisi sembarangan hanya untuk membuktikan bahwa kamu rajin.
Pada akhirnya, yang benar-benar membuat perbedaan tidak selalu indikator mana yang kamu pakai, melainkan apakah kamu bisa mengendalikan ritme tindakanmu sendiri.#美联储纪要显示不支持降息
Selalu ada orang yang bertanya padaku, bagaimana cara memulai jika modalnya kecil. Sebenarnya aku sendiri juga dulu mulai dari beberapa ribu U, sedikit demi sedikit mengasahnya. Tidak ada jalan pintas, tidak ada rahasia “cepat kaya” tertentu. Pada intinya, cuma ada dua kata: metode, dan terus mengerjakannya dengan keras.
Aku merasakan kalimat ini sangat dalam. Kalau modal kecil ingin pelan-pelan tumbuh, metode tidak boleh sering berubah-ubah. Hari ini lihat indikator ini, besok mengejar hot topic itu—ujungnya cuma bikin makin kacau. Cari satu set aturan yang benar-benar bisa kamu pahami, lalu bersedia menjaganya dalam jangka panjang; justru itu yang lebih penting.
Metodeku sendiri dari dulu memang sederhana: hanya mengerjakan Bitcoin, terutama melihat tren time frame harian (daily). Setiap kali hanya mengambil sekitar 10% posisi untuk ikut masuk, dan batas stop loss per transaksi dikontrol sekitar 1,5%. Setelah akun berlipat dua, ambil dulu sebagian profit. Dalam seminggu, maksimal hanya tiga kali entry.
Kedengarannya mungkin tidak terlalu seru, tapi aku memang mengandalkan setelan ini untuk terus mengulang sampai berhasil. Kalau tidak ada sinyal, tunggu. Kalau posisinya tidak pas, tidak disentuh. Bahkan kalau market tiba-tiba bergerak kencang, selama tidak sesuai ketentuan, aku tidak akan asal ngejar hanya karena takut ketinggalan. $BOME
Dan yang kumaksud dengan “ngotot” bukan berarti setelah rugi lalu nekat menahan sampai habis, bukan juga berarti sudah mengunci satu arah lalu tidak mau berbalik. Melainkan, apa pun perubahan market, selama aturan belum tidak valid, tetap jalankan sesuai aturan.
Kalau rugi tiga order berturut-turut, tetap lanjutkan sesuai rencana; kalau menang lima order berturut-turut, juga tidak tiba-tiba membesarkan ukuran posisi. Kalau melihat orang lain bisa mendapat lebih banyak lewat cara lain, jangan langsung meragukan diri sendiri lalu mengganti gaya main.
Modal kecil yang benar-benar ingin berkembang, bukan karena satu “single trade jitu”, tapi karena mengulang berkali-kali sebuah metode yang sederhana.
Metode membantumu menemukan arah, ngotot membantumu berjalan cukup jauh. Kalau salah satu dari dua hal itu tidak ada, modal kecil akan sulit benar-benar bisa mulai menggelinding. #比特币时隔三月重返6.9万美元