Kenaikan yang dinanti tak kunjung datang pada Oktober. BTC turun perlahan dari 83.000 ke sekitar 77.000, melemah 7,24% dalam sebulan; ETH jatuh dari atas 2.300 ke sekitar 2.250, melemah 16,02% dalam sebulan. Dari sisi makro, The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi suara hawkish mulai menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember meningkat. Di akhir bulan, insiden keamanan yang berbarengan dengan laporan keuangan saham teknologi sempat menyeret BTC ke bawah 77.000. Indeks Fear & Greed turun ke sekitar 30, likuidasi didominasi posisi long, dan ETF ETH mencatat arus keluar bersih yang signifikan pada Oktober.
Masalah terbesar di pasar bukanlah penurunan, melainkan ketiadaan arah. Harga bergerak bolak-balik dalam rentang yang sama, dan kondisi seperti ini paling mudah membuat orang gatal ingin bertransaksi. Belakangan ini saya mengurangi aktivitas trading, menurunkan leverage, memperpanjang durasi posisi, dan hanya menunggu level yang bisa saya pahami. Bukan karena saya merasa bisa menebak dengan tepat, tetapi karena saya mulai bisa membedakan antara “paham situasinya” dan “ingin coba-coba bertaruh”.
Berikut catatan transaksi saya. Saya akan terus mencatat apa adanya, tanpa memberi sinyal trading dan tanpa sok menjadi ahli. #交易心态 #Write2Earn
Saat melihat kembali riwayat posisi saya, transaksi-transaksi awal itu sekarang terasa keterlaluan—leverage tinggi, posisi besar, sering trading jangka pendek. Setiap hari menatap pergerakan pasar sampai jantung berdebar kencang, dan hasilnya grafik akun naik turun tajam.
Entah sejak kapan semuanya mulai berubah. Mungkin setelah suatu kali terkena likuidasi dan termenung lama di depan layar, atau mungkin suatu hari tiba-tiba sadar bahwa kecemasan akibat terlalu sering bertransaksi lebih menguras tenaga daripada kerugian.
Sekarang transaksi saya jauh lebih sedikit, periode memegang posisi lebih panjang, dan leverage juga sudah diturunkan. Bukan karena saya menemukan rahasia apa pun, hanya perlahan-lahan mulai menemukan ritme sendiri—tak lagi buru-buru mengejar setiap pergerakan pasar, melainkan menunggu sampai menemukan titik yang bisa saya pahami.
Saya masih terus melangkah perlahan. Tidak terburu-buru, tapi setidaknya saya tahu ke mana arah saya. Saya akan terus mencatat perubahan posisi yang sebenarnya, tanpa memberi sinyal trading atau berpura-pura jadi ahli. Ini hanya perjalanan seorang pemula biasa.