Kepercayaan Konsumen AS Mengalami Penurunan Signifikan pada Desember 2024
Kepercayaan konsumen di Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan pada bulan Desember 2024. Conference Board melaporkan bahwa Indeks Kepercayaan Konsumen turun sebesar 8,1 poin menjadi 104,7, turun dari 112,8 pada bulan November.
Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan prospek di masa depan. Indeks Situasi Saat Ini, yang mengevaluasi pandangan konsumen tentang kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini, turun sebesar 1,2 poin menjadi 140,2. Sementara itu, Indeks Ekspektasi, yang mengukur pandangan konsumen tentang pendapatan, bisnis, dan kondisi pasar tenaga kerja dalam jangka pendek, anjlok sebesar 12,6 poin menjadi 81,1. Angka ini mendekati ambang batas 80, yang seringkali menandakan potensi resesi.
Menurut Dana M. Peterson, Kepala Ekonom di Conference Board, "Kembalinya kekhawatiran tentang masa depan menyebabkan kepercayaan konsumen menurun pada bulan Desember, membawa indeks kembali ke tingkat menengah yang terlihat selama dua tahun terakhir."
Sebelumnya, pada bulan Oktober dan November 2024, kepercayaan konsumen menunjukkan perbaikan. Pada bulan Oktober, indeks naik menjadi 108,7 dari 99,2 pada bulan September, menandai peningkatan bulanan terbesar sejak Maret 2021. Kemudian, pada bulan November, indeks kembali naik menjadi 111,7, didorong oleh optimisme konsumen mengenai prospek pekerjaan dan pengurangan ekspektasi inflasi.
Namun, penurunan pada bulan Desember menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja terus membebani sentimen konsumen. Perkembangan ini penting untuk dipantau, karena kepercayaan konsumen berfungsi sebagai indikator utama yang dapat mempengaruhi pengeluaran konsumen dan, pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kepercayaan konsumen di Amerika Serikat telah mengalami fluktuasi signifikan sepanjang 2024.
Pada Januari 2024, Indeks Kepercayaan Konsumen mencapai 114.8, level tertinggi sejak Desember 2021. Namun, pada September 2024, indeks tersebut jatuh tajam menjadi 98.7, menandai penurunan terbesar sejak Agustus 2021, dipicu oleh kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja dan inflasi.
Pada Oktober 2024, kepercayaan konsumen melonjak menjadi 108.7, kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2021, didorong oleh persepsi positif terhadap pasar tenaga kerja. Tren positif ini berlanjut hingga November 2024, dengan indeks mencapai 111.7, level tertinggi dalam hampir tiga tahun, mencerminkan optimisme konsumen tentang prospek kerja dan ekspektasi inflasi yang menurun.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan pada September, kepercayaan konsumen AS menunjukkan pemulihan yang kuat pada akhir 2024, menyoroti optimisme terhadap kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Kepercayaan konsumen di Amerika Serikat telah mengalami fluktuasi signifikan sepanjang tahun 2024.
Pada Januari 2024, Indeks Kepercayaan Konsumen mencapai 114,8, level tertinggi sejak Desember 2021. Namun, pada September 2024, indeks tersebut anjlok tajam menjadi 98,7, menandai penurunan terbesar sejak Agustus 2021, dipicu oleh kekhawatiran atas pasar tenaga kerja dan inflasi.
Pada Oktober 2024, kepercayaan konsumen melonjak menjadi 108,7, peningkatan bulanan terbesar sejak Maret 2021, didorong oleh persepsi positif tentang pasar tenaga kerja. Tren positif ini berlanjut hingga November 2024, dengan indeks mencapai 111,7, level tertinggi dalam hampir tiga tahun, mencerminkan optimisme konsumen tentang prospek pekerjaan dan ekspektasi inflasi yang menurun.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan pada bulan September, kepercayaan konsumen di AS menunjukkan pemulihan yang kuat pada akhir 2024, menyoroti optimisme terhadap kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Per 25 Januari 2025, harga Binance Coin (BNB) berada di kisaran $689,94.
Dalam beberapa minggu terakhir, BNB menunjukkan tren positif, dengan harga mencapai rekor tertinggi baru sebesar $774 pada Desember 2024.
Analisis teknikal terbaru menunjukkan bahwa BNB mendekati level resistance kunci di Rp11,69 juta (sekitar $722). Jika berhasil menembus level ini, BNB berpotensi mengalami reli signifikan.
Untuk prediksi harga BNB dalam seminggu ke depan, beberapa analis memperkirakan pergerakan harga yang relatif stabil, dengan potensi kenaikan jika level resistance berhasil ditembus. Namun, pasar kripto dikenal dengan volatilitasnya, sehingga pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.
Secara keseluruhan, BNB menunjukkan kinerja yang kuat dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut, terutama jika mampu menembus level resistance kunci yang telah disebutkan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan cryptocurrency sebagai prioritas nasional. Langkah ini mencakup pembentukan kelompok kerja khusus yang bertugas mengembangkan kerangka regulasi federal untuk aset digital. Kelompok ini akan menilai kemungkinan pembentukan cadangan aset digital nasional dan menyarankan kriteria untuk pendiriannya. Selain itu, perintah ini melarang pembuatan mata uang digital bank sentral (CBDC) di Amerika Serikat.
Perintah eksekutif ini menginstruksikan Departemen Keuangan, Departemen Kehakiman, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta lembaga terkait lainnya untuk meninjau semua regulasi terkait kripto dalam 30 hari dan mengajukan rekomendasi dalam 180 hari. Salah satu poin penting adalah pertimbangan untuk memanfaatkan aset kripto yang disita oleh pemerintah sebagai bagian dari cadangan nasional. Saat ini, pemerintah AS memiliki sekitar 200.000 bitcoin senilai sekitar $21 miliar.
Selain itu, Trump telah menunjuk David Sacks, mantan Chief Operating Officer PayPal, sebagai Kepala Kecerdasan Buatan (AI) dan Kripto di Gedung Putih. Penunjukan ini memberikan Sacks kendali penuh atas kebijakan pemerintah terkait pengembangan teknologi AI dan aset digital.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan Trump untuk mendukung pertumbuhan dan inovasi di industri kripto, dengan tujuan menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam teknologi blockchain dan aset digital.
Hampir semua koin turun 0,5-1%, dan dua koin yang saya beli telah turun 3-4%, apa yang harus saya lakukan sekarang, tetapi koin-koin ini tidak banyak bergerak ketika koin-koin lain naik $1MBABYDOGE {future}(1MBABYDOGEUSDT) $TRB {future}(TRBUSDT)
Penurunan harga Bitcoin yang tiba-tiba saat ini mungkin disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk:
1. Sentimen Pasar Negatif: Berita negatif, seperti potensi kebijakan pemerintah baru yang memperketat regulasi mata uang kripto, sering kali memicu aksi jual oleh investor.
2. Kekhawatiran Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi, seperti laporan inflasi tinggi atau kenaikan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan, dapat mendorong investor menjauh dari aset berisiko seperti Bitcoin.
3. Aksi Jual Beli: Pemegang Bitcoin besar (whale) yang menjual volume signifikan dapat menciptakan tekanan harga ke bawah, yang menyebabkan penurunan lebih lanjut karena efek domino dari posisi yang dilikuidasi.
4. Manipulasi Pasar: Tindakan seperti skema "pump and dump" atau short selling dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tiba-tiba.
5. Masalah Teknis atau Keamanan: Laporan kerentanan dalam jaringan Bitcoin atau peretasan pada platform bursa dapat mengikis kepercayaan investor, yang memicu aksi jual.
6. Spekulasi dan Volatilitas Tinggi: Pasar kripto sangat fluktuatif, dan perubahan harga sering kali didorong oleh spekulasi tanpa alasan fundamental yang jelas.
7. Koreksi Pasar: Jika harga Bitcoin sebelumnya melonjak, koreksi harga alami dapat terjadi karena investor mengambil untung.
Untuk lebih memahami penyebab spesifik penurunan saat ini, investor biasanya memantau:
Data ekonomi terbaru.
Pengumuman kebijakan bank sentral atau pemerintah.
Berita utama terkait mata uang kripto, seperti peraturan baru atau pelanggaran platform bursa.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk Oktober 2024 menunjukkan peningkatan 150.000 pekerjaan, di bawah ekspektasi pasar sebesar 180.000.
Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin, yang bisa mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai kebijakan suku bunga.
Dalam konteks pasar kripto, khususnya Bitcoin, data NFP sering memicu volatilitas harga.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat pinjaman menjadi lebih mahal, yang dapat berdampak negatif pada aset seperti Bitcoin, di mana trader sering menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan.
Oleh karena itu, data NFP yang berada di bawah ekspektasi dapat meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut, memberikan sentimen positif bagi pasar kripto.
Setelah rilis data NFP, harga Bitcoin tercatat sekitar $34.500.
Tingkat ini dekat dengan batas bawah dari Fair Value Gap di $34.466, yang kemungkinan akan berfungsi sebagai resistensi terdekat.
Dukungan dapat ditemukan pada Rata-Rata Bergerak Eksponensial (EMA) 10-hari di $34.325.
Penurunan di bawah EMA 50-hari di $34.296 dapat membatalkan tesis bullish untuk harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, data NFP yang lebih lemah dari yang diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi pasar kripto. Namun, investor harus terus memantau perkembangan kebijakan moneter dan indikator ekonomi lainnya untuk memahami arah masa depan pasar.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk Oktober 2024 menunjukkan peningkatan 150.000 pekerjaan, di bawah ekspektasi pasar sebesar 180.000.
Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin, yang dapat memengaruhi keputusan Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga.
Dalam konteks pasar kripto, khususnya Bitcoin, data NFP sering memicu volatilitas harga.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat pinjaman menjadi lebih mahal, yang berpotensi berdampak negatif pada aset seperti Bitcoin, di mana pedagang sering menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan.
Oleh karena itu, data NFP yang berada di bawah ekspektasi dapat meredakan kekhawatiran atas kenaikan suku bunga lebih lanjut, memberikan sentimen positif bagi pasar kripto.
Setelah rilis data NFP, harga Bitcoin tercatat sekitar $34.500.
Level ini mendekati batas bawah Fair Value Gap di $34.466, yang kemungkinan akan bertindak sebagai resistensi terdekat.
Dukungan dapat ditemukan pada Exponential Moving Average (EMA) 10 hari di $34.325.
Penurunan di bawah EMA 50 hari di $34.296 dapat membatalkan tesis bullish untuk harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, data NFP yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan dorongan positif bagi pasar kripto. Namun, investor harus terus memantau perkembangan kebijakan moneter dan indikator ekonomi lainnya untuk memahami arah pasar di masa mendatang.
Berikut adalah informasi terkini mengenai Bitcoin (BTC):
Pada 9 Januari 2025, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, mencapai titik terendah di bawah US$95.000. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya Bitcoin mengalami penurunan sebesar 5% pada hari sebelumnya.
Penurunan harga ini dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, yang menyebabkan imbal hasil obligasi AS meningkat. Selain itu, laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa sektor jasa di AS lebih kuat dari yang diantisipasi, dengan indeks harga yang dibayarkan mencapai titik tertinggi sejak awal 2023. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin menunda penurunan suku bunga, yang berdampak negatif pada aset berisiko seperti Bitcoin.
Selain itu, terjadi likuidasi posisi long Bitcoin sebesar $560 juta, yang semakin menekan harga. Likuidasi ini terjadi ketika bursa secara paksa menutup posisi leverage trader karena ketidakmampuan untuk memenuhi persyaratan margin, menciptakan siklus penurunan harga yang berkelanjutan.
Meskipun demikian, beberapa analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, mengingat potensi adopsi yang lebih luas dan perkembangan regulasi yang lebih mendukung di masa depan.
*Catatan: Pasar cryptocurrency sangat volatil. Disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.*
[Tanggal: 9 Januari 2025] Dalam beberapa bulan terakhir, sektor on-chain lending di dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) telah mencatat lonjakan signifikan. Data terbaru menunjukkan peningkatan tajam dalam jumlah pinjaman yang diproses melalui protokol on-chain, didorong oleh minat investor yang semakin tinggi terhadap mekanisme pinjaman berbasis blockchain.
Menurut laporan dari platform analitik blockchain, total nilai pinjaman on-chain mencapai angka tertinggi sepanjang masa pada kuartal terakhir 2024, melampaui $50 miliar. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh pengguna yang mencari alternatif pembiayaan tanpa memerlukan lembaga perantara tradisional.
Faktor Pendorong Lonjakan On-Chain Lending
1. Transparansi dan Keamanan Protokol on-chain lending menawarkan transparansi melalui penggunaan smart contract yang otomatis dan dapat diverifikasi publik. Hal ini memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna.
2. Kenaikan Adopsi Stablecoin Permintaan terhadap stablecoin, seperti USDC dan DAI, yang sering digunakan sebagai jaminan dalam pinjaman, turut memacu lonjakan ini.
3. Diversifikasi Protokol Protokol besar seperti Aave, Compound, dan MakerDAO terus memperluas layanan mereka, menciptakan berbagai produk pinjaman yang menarik bagi pengguna ritel maupun institusional.
Tantangan yang Masih Ada Meski pertumbuhan pesat, sektor ini tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti risiko likuidasi tiba-tiba akibat volatilitas harga aset kripto dan isu regulasi yang belum jelas di berbagai yurisdiksi.
Namun, dengan perkembangan teknologi blockchain dan minat investor yang terus meningkat, on-chain lending diproyeksikan akan menjadi tulang punggung ekosistem DeFi di masa depan. Para ahli percaya bahwa inovasi baru dalam sektor ini akan terus mendorong inklusi keuangan global.
BERITA Hari ini, 8 Januari 2025, pasar mata uang kripto mengalami penurunan yang signifikan. Berikut ini beberapa data harga terbaru untuk aset kripto utama:
Bitcoin (BTC): Harganya $95.066,0, dengan perubahan -$5.641,0 (-5,60%) dari penutupan sebelumnya. Harga tertinggi intraday adalah $100.975,0, dan harga terendah intraday adalah $94.547,0.
Ethereum (ETH): Harganya $3.351,83, dengan perubahan -$283,98 (-7,81%) dari penutupan sebelumnya. Harga tertinggi intraday adalah $3.645,6, dan harga terendah intraday adalah $3.307,45.
BNB (BNB): Harganya $696,57, dengan perubahan -$27,83 (-3,84%) dari penutupan sebelumnya. Harga tertinggi intraday adalah $726,44, dan harga terendah intraday adalah $683,14.
XRP (XRP): Harganya $2,32, dengan perubahan -$0,10 (-4,13%) dari penutupan sebelumnya. Harga tertinggi intraday adalah $2,44, dan harga terendah intraday adalah $2,27.
Cardano (ADA): Harganya $0,985, dengan perubahan -$0,145 (-12,80%) dari penutupan sebelumnya. Harga tertinggi intraday adalah $1,14, dan harga terendah intraday adalah $0,965.
Penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan tajam imbal hasil Treasury AS 10 tahun. Pada tanggal 7 Januari 2025, Institute for Supply Management (ISM) merilis laporan yang menunjukkan bahwa Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor swasta untuk bulan Desember berada di angka 54,1, lebih tinggi dari angka November sebesar 52,1. Data ini menimbulkan kekhawatiran inflasi, yang berdampak negatif pada pasar ekuitas AS dan pasar mata uang kripto.
Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto turun sebesar $227 miliar, sehingga menjadi $3,28 triliun. Ini menandai level dukungan penting yang harus dipertahankan untuk mencegah penurunan pasar yang lebih dalam.
Di tengah penurunan ini, beberapa altcoin juga mengalami kerugian tajam. Ethereum turun sekitar 8%, Solana turun 8%, Dogecoin anjlok 10%, dan Cardano kehilangan 12% nilainya.
Situasi ini menyoroti volatilitas persisten yang terus menguji ketahanan pasar kripto. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar serta faktor ekonomi makro yang dapat memengaruhi pergerakan harga aset digital. #cryptomarketdump
Pada hari Rabu, 8 Januari 2025, harga BNB (Binance Coin) mengalami penurunan signifikan, sejalan dengan tren pelemahan di pasar kripto secara keseluruhan.
Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih ketat, menyusul data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, likuidasi posisi leverage dalam jumlah besar turut menambah tekanan jual pada aset kripto, termasuk BNB.
Meskipun demikian, beberapa analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang BNB, mengingat perannya yang vital dalam ekosistem Binance dan berbagai inisiatif pengembangan yang sedang berlangsung. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Pasar kripto mengalami penurunan signifikan pada hari Rabu, 8 Januari 2025, dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju penurunan suku bunga tahun ini.
Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan tajam, turun sekitar 8% menjadi $3.354,52.
Menurut data dari CoinMarketCap, penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat menembus level $100.000, namun kembali turun akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran atas kebijakan moneter AS.
Selain itu, data dari Coinglass menunjukkan sekitar $400 juta posisi leverage kripto telah terlikuidasi, yang berkontribusi pada penurunan harga ini.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan data pasar tenaga kerja yang kuat menambah tekanan pada aset berisiko seperti kripto.
Saham terkait kripto, seperti MicroStrategy dan Marathon Digital, juga mengalami penurunan tajam di tengah volatilitas pasar ini.
Meskipun demikian, beberapa altcoin seperti Bitget Token (BGB) berhasil mencatat kenaikan, menunjukkan bahwa investor masih mencari peluang di pasar yang bergejolak ini.
Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memperhatikan perkembangan kebijakan moneter serta data ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga aset kripto ke depan.
Pasar kripto mengalami penurunan signifikan pada hari Rabu, 8 Januari 2025, dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju penurunan suku bunga tahun ini.
Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan tajam, turun sekitar 8% menjadi $3.354,52.
Menurut data dari CoinMarketCap, penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat menembus level $100.000, namun kembali turun akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran atas kebijakan moneter AS.
Selain itu, data dari Coinglass menunjukkan sekitar $400 juta posisi leverage kripto telah terlikuidasi, yang berkontribusi pada penurunan harga ini.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan data pasar tenaga kerja yang kuat menambah tekanan pada aset berisiko seperti kripto.
Saham terkait kripto, seperti MicroStrategy dan Marathon Digital, juga mengalami penurunan tajam di tengah volatilitas pasar ini.
Meskipun demikian, beberapa altcoin seperti Bitget Token (BGB) berhasil mencatat kenaikan, menunjukkan bahwa investor masih mencari peluang di pasar yang bergejolak ini.
Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memperhatikan perkembangan kebijakan moneter serta data ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga aset kripto ke depan. $BNB #CryptoMarketDip