Koin Mandarin yang Benar-benar Menghargai Konsensus Nilai
Sarira adalah perpaduan cerdas antara relik suci Buddhisme dan meme coin berbahasa Mandarin. Ini merupakan manifestasi dari tubuh hukum Buddha atau pencapaian para biksu agung, sedangkan biksu biasa atau mereka yang belum mendalami ajaran tidak dapat menghasilkan sarira setelah pembakaran. Dalam Buddhisme, sarira dianggap sebagai kristalisasi dari pencapaian disiplin, konsentrasi, dan kebijaksanaan seorang praktisi. Setelah pemurnian Buddha Siddharta Gautama, terdapat 84000 butir sarira yang tersisa. Kemudian, Raja Ashoka dari India membagi sarira ini menjadi 84000 bagian dan menyebarkannya ke berbagai lokasi untuk membangun stupa sebagai tempat pemujaan. Sarira juga diperkenalkan ke Cina pada masa Dinasti Sui dan Tang, dengan Kuil Famen menjadi tempat suci karena menyimpan relik tulang jari Buddha. Pada 1 Oktober 1988, sarira di Kuil Famen, Shaanxi, tiba-tiba melompat ke angkasa, memancarkan cahaya putih yang luar biasa, dan seluruh langit diliputi awan kebahagiaan; foto tersebut telah diuji secara ilmiah dan terbukti asli. Pada tahun 2010, di Kuil Qixia, Nanjing, relik tulang kepala Buddha yang tersembunyi selama seribu tahun di dalam Stupa Ashoka dikeluarkan dan dipersembahkan di Kuil Fodingshan, Nanjing; relik tulang kepala Buddha inilah yang menjadi 'ikon' token sarira yang kita lihat saat ini!
Sari bodhi menyaksikan warisan iman! Memiliki ini sama dengan memiliki kedamaian, kesehatan, dan kekayaan. Investasi nilai iman yang sebenarnya, perencanaan proyek dan pemberdayaan ekosistem, masa depan sangat menjanjikan!!!