Adegan ini menggambarkan seorang ibu memeluk tengkorak dan tulang anaknya yang syahid, 9 hari setelah wafatnya di dalam Green Line ("Yellow Line"), sebelum musuh mengumpulkan sisa-sisanya dan melemparkannya kembali kepadanya! "Kami hidup dalam rasa sakit yang berkepanjangan, dalam hal yang absurd, yang tidak masuk akal! Bagaimana ini bisa menjadi kenyataan mutlak dari kehidupan kami? Kutukan seperti apa yang telah menyerbu dunia, menampilkan semua gambar ini agar semua orang dapat melihatnya, hanya untuk kemudian mereka menganggapnya sebagai 'hal yang normal'? Aku tidak bisa melampaui adegan-adegan ini—aku, yang memeluk jasad saudara lelakinya yang syahid dua hari setelah syahidnya, dan saat itu aku terguncang oleh dinginnya tubuhnya... Aku tidak bisa membayangkan apa yang orang-orang ini perlukan ketika mereka memeluk anak-anak mereka yang telah berubah menjadi tengkorak dan tulang! Ya Allah, dari-Mu datang kesabaran, dari-Mu datang penghiburan, dan kepada-Mu kami berserah; maka janganlah Engkau menyesatkan kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami
المشهد لأم تحتضن جمجمـة وعظام طفلها الشهيـد بعد 9 أيامٍ من ارتقاءه داخل الخطّ الأصفر، قبل أن يجمع العـدوّ رُفاته ويُلقيه لها !
"نعيش في ألم ممتد، في اللامعقول، اللامنطق! كيف يمكن أن يكون هذا هو الجزء بالكامل الحقيقي من حياتنا، أي لعنة تلك التي غزت العالم لتظهر كل هذه الصور لناظريه ثم لا يعتبرها إلا "أمر طبيعي"
لا أستطيع تخطّي هذه المشاهد وأنا التي احتضنت جسد أخي الشهيـد بعد يومين من استشـهاده، وقد راعتني برودة الجسد وقتها..
لا أستطيع تخيّل ماذا يحتاج هؤلاء الناس عندما يحتضنون أولادهم وقد صاروا جماـجم وعظامًا!
اللهم منك الصبر ومنك السلوان وإليك التسليم، فلا تفتنّا بعد أن هديتنا."
Jantung tidak mencari pemimpin, dan juga tidak mencari pengikut. Ia hanya mengenali seseorang yang berjalan di sisinya, selangkah demi selangkah, hingga ke keabadian. Biarkan dunia mengancam seribu badai atau esok yang tidak pasti; ketika dua jiwa sudah larut menjadi satu cakrawala, bahkan takdir pun harus duduk diam dan menyaksikan. 🌹💗.